Kondisi Jalan Cepu-Randublatung yang rusak dan sempat viral di media sosial, akhirnya sampai ke meja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Keluhan terkait kerusakan jalan tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini dalam agenda Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus pada 26 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Sri menyampaikan jika banyak warga mengeluhkan terkait kondisi jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tersebut.
Sri mengatakan kerusakan jalan sempat viral di medsos dan telah lama dikeluhkan warga karena mengganggu mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi di wilayah Blora.
Karena itu, ia meminta perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera melakukan penanganan.
Menanggapi keluhan tersebut, Ahmad Luthfi mengatakan setiap persoalan yang viral harus dimitigasi melalui pengecekan lapangan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Viral itu harus dimitigasi. Satu dilakukan pengecekan, dua disesuaikan dengan kemampuan,”
kata Luthfi seperti dikutip dari Instagram rberitablora_.
Skala Prioritas Pembangunan
Menurut dia, pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan dan tekanan fiskal.
Ia menilai kepala daerah bersama dinas terkait merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan wilayah sehingga dapat menentukan prioritas pembangunan infrastruktur.
Luthfi juga mencontohkan bahwa tidak semua ruas jalan dapat langsung diperbaiki apabila pemerintah menilai ada ruas lain yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan tersebut kemudian memicu kemarahan publik. Sejumlah warga menilai pemerintah tidak mau memberikan kepastian terkait perbaikan Jalan Cepu-Randublatung yang telah lama mengalami kerusakan.
Tak berselang lama, warga kemudian melakukan aksi menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan Cepu yang berlubang, dan kemudian viral di media sosial.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Aksi protes warga Kabupaten Blora akhirnya memicu respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menyiapkan Anggaran Sebesar Rp5,276 Miliar
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro kemudian menjelaskan bahwa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,276 miliar untuk menangani kerusakan ruas Jalan Randublatung-Cepu.
Merujuk pada Instagram @arahjakaarta, anggaran tersebut pada awalnya dirancang untuk mendanai perbaikan sejauh 500 meter, mencakup perbaikan serta pelebaran cor beton dengan estimasi biaya Rp2,1 juta per meter kubik.
Namun setelah dilakukan evaluasi, desain pekerjaan kemudian diubah dan akan difokuskan pada pengaspalan sehingga panjang jalan yang dapat diperbaiki bertambah menjadi 700 meter.
Saat ini, proyek perbaikan Jalan Randublatung-Cepu disebut telah memasuki tahap pelelangan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengupayakan tambahan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) guna mempercepat penanganan jalan provinsi di Kabupaten Blora.




