Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa para negosiator berada dalam tahap akhir pembicaraan untuk kesepakatan perdamaian di Timur Tengah. Hal ini mengacu pada konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Teheran sudah dekat, tetapi diplomasi terhenti dan kedua pihak masih melakukan baku tembak meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April 2026.
Iran dan Israel berdebat panjang lebar dan sekarang mereka berdua sepakat melalui saya untuk berhenti dan kita berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik,”
kata Trump kepada wartawan saat kembali dari pertandingan Final NBA, dikutip dari Arab News, Selasa, 9 Juni 2026.
Trump Klaim AS-Iran Sepakat dalam 2-3 Hari ke Depan

Ketika ditanya apakah kesepakatan itu akan memakan waktu beberapa hari atau beberapa minggu, Trump mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan memakan waktu dua atau tiga hari.
Diketahui, Iran telah berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup Lebanon, tempat Israel terus melancarkan perang melawan Hizbullah yang didukung Iran.
Sementara itu, Iran kembali melancarkan serangan sebelum mengumumkan penghentian aksi militer, dan beberapa jam kemudian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa tembakan di front itu telah terkendali.
Teheran juga bersikeras akan menyerang lagi jika Israel terus melanjutkan serangannya di Lebanon, sementara Netanyahu memperingatkan bahwa jika Iran melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap Israel, maka pihaknya akan membalas dengan kekuatan penuh.
Trump Jengkel dengan Netanyahu

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, menegaskan bahwa kampanye di Lebanon akan terus berlanjut dan mengatakan Israel akan menyerang pinggiran selatan Beirut yang didominasi Hizbullah sebagai balasan atas setiap serangan kelompok militan tersebut.
Trump, yang dilaporkan semakin jengkel dengan Netanyahu, sebelumnya pun mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan penembakan dan menekankan bahwa negosiasi akhir menuju perdamaian akan berlanjut.
Namun, perdana menteri Israel mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi bahwa dia telah memberi tahu Trump bahwa Israel memiliki hak penuh untuk membela diri.
Trump Desak Netanyahu Berhenti Serang Iran
Menurut Axios, Israel sedang mempersiapkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran sebelum Trump secara pribadi menelepon Netanyahu dan mendesaknya untuk berhenti.
Saya berkata, ‘sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan sendirian,’”
kata Trump kepada Netanyahu.
Wakil Presiden AS JD Vance juga mengatakan kepada Fox News pada Senin, 8 Juni 2026, bahwa meskipun Amerika Serikat dan Israel memiliki kepentingan yang sama, posisi mereka tidak selalu sejalan.
Israel dan Amerika Serikat memiliki banyak kepentingan bersama. Namun, kita juga memiliki beberapa situasi di mana kepentingan kita berbeda,”
pungkasnya.

