Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Gempa Maut Filipina Picu Krisis Kemanusiaan, Ribuan Warga Kehilangan Rumah
Internasional

Gempa Maut Filipina Picu Krisis Kemanusiaan, Ribuan Warga Kehilangan Rumah

iren natania longdongHardani Triyoga
Last updated: Juni 11, 2026 8:10 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter di lepas pantai Mindanao. (Foto: Istimewa).
Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter di lepas pantai Mindanao. (Foto: Istimewa).
SHARE

Tim pencarian dan penyelamatan di Filipina, pada Kamis, 11 Juni 2026 masih terus melanjutkan upaya pencarian puluhan orang yang masih hilang. Korban hilang itu pascagempa bumi dahsyat melanda Filipina Selatan.

Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter di lepas pantai Mindanao yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, itu menewaskan sedikitnya 47 orang. Lalu, lebih dari 480 lainnya luka-luka.

Otoritas pejabat di Filipina menyampaikan sekitar 45.000 orang telah mengungsi. Adapun lebih dari 3.100 rumah rusak.

Upaya pemulihan juga diperumit oleh lebih dari 2.000 gempa susulan sejak gempa awal, beberapa di antaranya mencapai 6,4 skala Richter.

Ini situasi yang sangat berbahaya. Ada banyak tantangan,”

kata Drew Strobel, manajer operasional di Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dikutip dari Channel News Asia, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Baca juga:
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa M 7,1 di Kumamoto Jepang… Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang…
Gempa M 7,1 Hantam Jepang, Kemlu: WNI Dalam Kondisi Aman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan hingga saat ini belum ada warga negara…
Gempa M 7,1 Hantam Jepang, 13 Orang Tewas Ratusan Terluka Gempa bumi berkekuatan 7,1 megnitudo mengguncang wilayah selatan Jepang pada Selasa malam,…
  • Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa M 7,1 di Kumamoto Jepang Bertambah Menjadi…
  • Gempa M 7,1 Hantam Jepang, Kemlu: WNI Dalam Kondisi Aman
  • Gempa M 7,1 Hantam Jepang, 13 Orang Tewas Ratusan Terluka

Strobel menyampaikan tim penyelamat perlu berhati-hati saat masuk untuk mengeluarkan korban dari bangunan yang runtuh.

Komponen keselamatan adalah sesuatu yang sangat kami perhatikan,”

lanjut Strobel.

IFRC dan mitra lokalnya, Palang Merah Filipina, sedang menilai kebutuhan dan memberikan bantuan darurat di daerah yang terkena dampak.

Sementara itu, lembaga-lembaga bantuan mengatakan bahwa menjangkau komunitas terpencil tetap menjadi salah satu tantangan terbesar, dengan jalan yang rusak dan jembatan yang runtuh membuat beberapa daerah pedesaan tidak dapat diakses.

Tim penyelamat juga berpacu dengan jendela waktu kritis yakni 72 jam. Kondisi itu secara luas dianggap sebagai periode terpenting untuk menemukan korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan, telah berakhir.

Saat ini, banyak fokus tertuju pada daerah perkotaan, tetapi masih banyak daerah pedesaan yang belum dievaluasi, dan daerah-daerah tersebut terhalang oleh jalan dan jembatan yang rusak,”

jelas Strobel.

Strobel menuturkan akses ke beberapa komunitas terpencil itu benar-benar merupakan tantangan.

Kami fokus untuk menjangkau daerah-daerah terpencil tersebut guna memberikan bantuan yang menyelamatkan nyawa. Sampai kami sampai ke sana, pekerjaan kami belum selesai,”

lanjutnya.
Gempa M 7,7 Guncang Filipina: Ini Daftar Wilayah Siaga Tsunami di Sulut, Sulteng, hingga Gorontalo

Organisasi kemanusiaan juga memprioritaskan air bersih, makanan, sanitasi, dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Palang Merah Filipina pun sudah mendirikan tenda-tenda medis sebagai pengganti fasilitas rumah sakit yang rusak. Selain itu, menyediakan perawatan medis darurat serta layanan ambulans.

Pemerintah juga telah meluncurkan permohonan darurat untuk mendukung distribusi bantuan, penyediaan air bersih, bantuan tempat tinggal, dukungan psikososial, dan bantuan lainnya bagi keluarga yang terdampak.

Ini adalah keadaan darurat yang kompleks dan berskala besar yang masih berlangsung. Kami fokus pada dukungan yang menyelamatkan nyawa, tetapi dibutuhkan upaya bantuan berkelanjutan untuk benar-benar membantu orang pulih,”

ujar Strobel.

Dia menambahkan bahwa kerusakan pada rumah sakit, jalan raya, dan infrastruktur listrik telah mempersulit upaya untuk mengangkut pasien.

Ada banyak upaya yang perlu dilakukan untuk menemukan cara alternatif untuk mengangkut pasien ke rumah sakit yang lebih besar yang masih beroperasi,”

katanya.
Baca juga:
Cincin Api Pasifik Ngamuk: Gempa Terbesar Sejak 1969 Guncang Peru,… Gempa yang mengguncang wilayah Junín, Peru, pada Sabtu, 19 Juli 2026 malam…
Gempa Kembar Venezuela Picu Bencana Besar, 235 Nyawa Melayang hingga… Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah.…
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Selamat Usai Gempa Maut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pastikan 3 WNI yang berada di Venezuela…
  • Cincin Api Pasifik Ngamuk: Gempa Terbesar Sejak 1969 Guncang Peru, Gereja 461…
  • Gempa Kembar Venezuela Picu Bencana Besar, 235 Nyawa Melayang hingga 70 Ribu…
  • Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Selamat Usai Gempa Maut

Adapun gempa bumi tersebut jadi salah satu yang terkuat dalam sejarah Filipina selama setengah abad terakhir. Gempa juga terjadi pada hari pertama tahun ajaran bagi jutaan siswa di seluruh Mindanao.

Departemen Pendidikan mengatakan lebih dari 1.000 sekolah negeri terdampak, dan kegiatan belajar mengajar masih ditangguhkan.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. sudah memperingatkan dampak traumatis yang berpotensi dialami anak-anak. Ia juga mengumumkan pelatihan khusus bagi para guru untuk membantu siswa mengatasi bencana tersebut.

Kelompok-kelompok bantuan juga memperingatkan tentang dampak psikologis jangka panjang, terutama pada anak-anak dan keluarga yang telah kehilangan rumah dan orang-orang terkasih.

Dampak psikososial (mungkin) diremehkan. Kami telah melakukan upaya berkelanjutan dalam layanan kesehatan mental dan psikososial, yang dapat diterima oleh masyarakat. (Kami) hadir bersama komunitas-komunitas ini untuk membantu mereka dalam pemulihan jangka panjang,” .

jelas Strobel.

Sementara, ribuan orang masih berada di pusat-pusat evakuasi. Selain itu, masih banyak warga yang takut kembali ke rumah di tengah gempa susulan yang terus berlanjut.

Pihak berwenang dan kelompok bantuan mengatakan pemulihan diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.

Tag:FilipinagempaGempa BumiKorban GempaMengungsi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
1
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
2
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
3
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
4
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
5

BERITA LAINNYA

Kondisi Lebanon saat digempur militer Israel.
Internasional

Penentuan Perang Timur Tengah, Lebanon – Israel Masuki Putaran Negosiasi Terakhir

Hari ketiga dan terakhir dari putaran ketujuh negosiasi Lebanon-Israel yang dimediasi AS…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
18 jam lalu
Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

RI Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Hambat Peace Plan dan Perparah Derita Rakyat Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Internasional

Diterpa Isu Lengser, Presiden Iran Tegaskan Tetap Pimpin Perjuangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat akan menaiki pesawat kepresidenan
Internasional

Tarif Baru Trump Digugat Rakyatnya, 25 Negara Bagian Tuding Gedung Putih Langgar Hukum

Koalisi yang terdiri atas 25 negara bagian dan satu persemakmuran di Amerika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up