Presiden Amerika Serikat Donald Trump blak-blakan mengakui bahwa cadangan minyak Washington yang tersedia saat ini hanya mampu bertahan sekitar empat pekan jika Selat Hormuz masih ditutup.
Tidak hanya itu, Trump juga mengingatkan bahwa dunia berisiko menghadapi krisis pasokan minyak apabila gangguan terhadap jalur pelayaran energi utama tersebut terus berlanjut.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri KTT G7 di Prancis, di tengah upaya Washington dan Teheran menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Dia menilai kesepakatan tersebut penting untuk mencegah gejolak yang lebih besar di pasar energi global.
“Kami akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu.. Kami akan benar-benar kehabisan dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkannya,”
kata Trump, dikutip dari The Hill, Kamis, 18 Juni 2026.
Telat Sadar
Trump memperingatkan bahwa tanpa pembukaan kembali Selat Hormuz, dunia dapat menghadapi kekacauan akibat terganggunya distribusi minyak global. Ia juga mengakui bahwa kelanjutan operasi militer berpotensi menghambat aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut.
“Jika kami terus membom, kapal-kapal itu tidak akan bisa berlayar,”
ujar dia.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global. Gangguan terhadap jalur tersebut selama beberapa bulan terakhir telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dan harga minyak internasional.

























