Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Komnas HAM Soroti Karut-Marut Sertifikat Dokter Muda: 1.023 Lulusan Terancam Statusnya Gantung
Nasional

Komnas HAM Soroti Karut-Marut Sertifikat Dokter Muda: 1.023 Lulusan Terancam Statusnya Gantung

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 18, 2026 5:48 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
RDP dan RDPU dengan Komnas HAM dan Pergerakan Dokter Muda Indonesia
RDP dan RDPU dengan Komnas HAM dan Pergerakan Dokter Muda Indonesia (Foto: (Foto: Owrite / Rika Pangesti))
SHARE

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti aduan dari Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) terkait polemik sertifikat profesi dan uji kompetensi yang membuat lebih dari seribu calon dokter berada dalam status tidak pasti.

Daftar isi Konten
  • Indonesia Kekurangan 105 Ribu Dokter
  • Akar Masalah: Regulasi dan Sistem Yang Macet
  • 1.023 Dokter Muda Terdampak
  • Indikasi Pelanggaran HAM
  • Tiga Institusi Akan Dipanggil

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut persoalan ini bukan sekadar masalah administratif pendidikan, melainkan sudah menyentuh hak dasar warga negara, terutama hak atas pendidikan dan hak untuk mengembangkan diri.

Kasus yang baru saja disampaikan ini sudah sepatutnya menjadi perhatian dan keprihatinan kita bersama secara nasional,”

ucap Anis dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XIII dan PDMI pada Kamis, 18 Juni 2026.

Indonesia Kekurangan 105 Ribu Dokter

Anis menyoroti ironi besar di balik kasus ini. Di satu sisi, Indonesia masih kekurangan tenaga dokter dalam jumlah signifikan. Namun di sisi lain, justru muncul hambatan sistemik yang mengganjal lahirnya dokter baru.

Baca juga:
Wamen HAM Blak-blakan, Tidak Kompaknya LN HAM Bikin Harmonisasi RUU… Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto mengungkap proses harmonisasi…
Pemerintah Kebut RUU HAM Masuk DPR, Aturan Sejumlah Lembaga Bakal… Pemerintah menargetkan revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia…
Disindir Minim Partisipasi Publik, Wamen HAM Mugiyanto Buka-Bukaan Soal Drama… Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto membantah anggapan penyusunan revisi Undang-Undang Nomor…
  • Wamen HAM Blak-blakan, Tidak Kompaknya LN HAM Bikin Harmonisasi RUU Jadi Rumit
  • Pemerintah Kebut RUU HAM Masuk DPR, Aturan Sejumlah Lembaga Bakal Tersingkir
  • Disindir Minim Partisipasi Publik, Wamen HAM Mugiyanto Buka-Bukaan Soal Drama Revisi UU…

Ia memaparkan, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, kebutuhan ideal dokter mencapai sekitar 278.000 orang. Namun realitasnya baru tersedia sekitar 179.000 dokter.

Hal ini berarti Indonesia sedang mengalami defisit atau kekurangan sebanyak 105.000 dokter,”

kata Anis.

Menurutnya, kekurangan tersebut bukan hanya angka statistik, tetapi berdampak langsung pada ancaman pemenuhan hak atas kesehatan masyarakat.

Akar Masalah: Regulasi dan Sistem Yang Macet

Komnas HAM mengaku telah melakukan analisis awal sejak menerima aduan PDMI pada 8 Juni 2026.

Dari hasil pemetaan, ditemukan adanya empat titik krusial yang dinilai bermasalah dalam sistem pendidikan profesi dokter. Mulai dari pendaftaran dan persiapan ujian, pelaksanaan ujian, pengumuman hasil, hingga proses klarifikasi pasca-ujian.

Dokter Muda Ngadu ke DPR soal Sertifikat Profesi Ditahan, Ribuan Lulusan Tak Bisa Sumpah Dokter

Namun, Anis menegaskan akar persoalan utama mengerucut pada satu regulasi yang sudah berlaku sekitar delapan tahun, yakni Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 18 Tahun 2018.

Regulasi ini di lapangan justru menjelma menjadi salah satu hambatan utama yang mengganjal langkah profesi dokter,”

ujarnya.

Akibatnya, mahasiswa kedokteran disebut terancam berbagai konsekuensi serius, mulai dari pembatasan masa studi, kewajiban pindah kampus, hingga ancaman drop out.

1.023 Dokter Muda Terdampak

Komnas HAM mencatat dampak kasus ini tidak bersifat individual, melainkan masif. Sedikitnya 1.023 dokter muda disebut mengalami kondisi serupa, dengan status kelulusan yang digantung tanpa kepastian hukum yang jelas.

Mereka berada di bawah bayang-bayang penonaktifan massal hanya karena dianggap telah melewati batas masa studi yang diatur dalam regulasi tersebut,”

kata Anis.

Ia menegaskan, situasi ini harus segera diselesaikan karena menyangkut masa depan ribuan calon tenaga kesehatan dan kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Indikasi Pelanggaran HAM

Komnas HAM menilai ada indikasi kuat pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak atas pendidikan dan hak untuk mengembangkan diri.

Anis menegaskan, hak atas pendidikan tidak berhenti pada proses belajar di kelas, tetapi juga mencakup pengakuan hukum atas hasil pendidikan yang telah ditempuh.

Perlu dipahami bahwa hak atas pendidikan tidak melulu berbicara tentang hak untuk duduk dan belajar di dalam kelas, melainkan juga mencakup hak untuk memperoleh manfaat nyata dan pengakuan hukum dari proses pendidikan yang telah ditempuh selama bertahun-tahun,”

ujarnya.

Komnas HAM juga menyoroti potensi pelanggaran terhadap Pasal 28D Ayat (1) UUD 1945 yang menjamin kepastian hukum yang adil bagi setiap warga negara.

Selain itu, Anis juga mengaitkan kasus ini dengan Deklarasi Universal HAM serta UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menjamin hak setiap warga negara untuk meningkatkan taraf hidup dan memperoleh pekerjaan layak.

Tiga Institusi Akan Dipanggil

Sebagai tindak lanjut, Komnas HAM menyatakan akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi.

Tiga institusi utama yang sudah diidentifikasi yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Langkah strategis berikutnya yang sedang kami jadwalkan dalam waktu dekat adalah melakukan pemanggilan dan permintaan keterangan,”

kata Anis.

Komnas HAM menegaskan akan mempercepat proses penanganan kasus ini mengingat dampaknya yang luas, baik terhadap calon dokter maupun layanan kesehatan nasional.

Kasus ini telah bergulir cukup lama, memakan korban yang tidak sedikit, dan membawa dampak domino yang luas bagi hak atas pemenuhan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia,”

tutup Anis.
Tag:Anis HidayahDokter MudaKomnas HAMsertifikasiTenaga Dokter
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
5 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
6 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up