DPR RI mengungkap adanya potensi efisiensi anggaran hingga Rp70 triliun dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat pimpinan DPR menerima aspirasi mahasiswa dari sejumlah kampus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengatakan, potensi penghematan tersebut berasal dari penyisiran sejumlah program MBG yang dinilai tidak efisien. Menurutnya, informasi itu disampaikan setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, di tengah audiensi bersama mahasiswa.
Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala MBG, Bu Nanik, dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tata kelola MBG ini sekitar 70 triliunan dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan lain sebagainya,”
ungkap Saan saat berbicara di atas mobil komando mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jumat malam.
Pernyataan tersebut muncul saat mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat pengawasan, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Meski menyebut angka efisiensi mencapai Rp70 triliun, DPR belum membeberkan secara rinci komponen anggaran mana saja yang masuk dalam kategori tidak efisien dan menjadi sumber penghematan tersebut.
Selain MBG, audiensi juga membahas sejumlah isu lain yang menjadi tuntutan mahasiswa, mulai dari kelangkaan BBM subsidi, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga persoalan hukum yang melibatkan sejumlah mahasiswa.
Saan mengatakan, DPR telah menindaklanjuti sejumlah aspirasi mahasiswa dengan berkomunikasi langsung kepada pihak-pihak terkait di pemerintah. Namun, potensi efisiensi Rp70 triliun dalam program MBG menjadi salah satu poin yang paling menyita perhatian dalam audiensi tersebut.
























