Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
Politik

Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
Last updated: Juni 22, 2026 2:08 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
Pengamat politik, Ujang Komaruddin. Doc: Medsos Ujang Komaruddin
SHARE

Friksi antara elite Partai Golkar dan PDI Perjuangan (PDIP) tengah jadi sorotan. Golkar menilai PDIP memainkan peran ganda dengan dua kaki dalam peta politik nasional.

PDIP disindir kerap melontarkan kritik keras kepada pemerintah. Namun, di sisi lain sikap PDIP dinilai tetap menjaga kedekatan dengan lingkar kekuasaan.

Elite PDIP pun menepis anggapan itu dengan mengklaim sikap kritisnya sebagai bagian dari fungsi penyeimbang dalam demokrasi. 

Pengamat politik Ujang Komaruddin mengatakan polemik tersebut justru membuka ruang spekulasi baru mengenai relasi politik di balik layar. Menurut Ujang, saling serang antarpartai merupakan hal lazim dalam sistem demokrasi. Dengan demikian, tak perlu dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa.

Ganjar Pranowo: PDIP Bukan Oposisi, Bukan Abu-Abu, Siap Jadi Penyeimbang Kekuasaan

Kritik saling serang antara dua partai itu hal biasa, hal umum dalam konteks persaingan di negara demokrasi,”

kata Ujang Komaruddin kepada Owrite, Senin, 22 Juni 2026.

Ujang menilai dinamika antara Golkar dan PDIP jadi menarik karena kedua partai memiliki posisi politik yang berbeda di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini.

Kalau kita bicara soal PDIP dengan Golkar, maka ini menjadi menarik ya. Satu sisi Golkar, tanda kutip itu menuduh PDIP main dua kaki, disaat yang sama PDIP mengelak bahwa menjalankan tugas sebagai penyeimbang,”

ujarnya.

Dijelaskan Ujang, dalam sistem politik Indonesia sebenarnya tak dikenal konsep oposisi secara formal seperti di sejumlah negara lain. Maka itu, batas antara partai pendukung dan pengkritik pemerintah sering kali menjadi kabur.

Saya melihatnya secara objektif bahwa dalam konteks Indonesia memang sulitnya secara teoretik itu tidak mengenal istilah oposisi,”

jelasnya.

Menurutnya, perdebatan yang muncul saat ini lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik masing-masing partai yang berusaha menjaga posisi dan citranya di hadapan publik.

Baca juga:
Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkapkan dua alasan utama yang mendorongnya…
APBN Jangan Hanya Bangun Proyek, Pendapatan Rakyat Harus Jadi Prioritas Pengamat ekonomi kreatif Febryan Wishnu menilai, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…
Tiga Periode MPR Gagal Sahkan PPHN, Program Dadakan Terus Bermunculan Pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie mendesak pimpinan MPR RI segera…
  • Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan
  • APBN Jangan Hanya Bangun Proyek, Pendapatan Rakyat Harus Jadi Prioritas
  • Tiga Periode MPR Gagal Sahkan PPHN, Program Dadakan Terus Bermunculan

Saya sih melihatnya ini kepentingan dua partai saja yang tidak mau saling menyalahkan dan tidak mau disalahkan gitu,”

ungkapnya.

Meski demikian, kata Ujang tudingan Golkar terhadap PDIP tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Ia menduga ada kemungkinan Golkar memiliki informasi atau data tertentu yang membuat mereka cukup percaya diri melontarkan tuduhan tersebut.

Golkar menuduh PDIP mungkin bisa jadi PDIP terindikasi, mungkin ya, saya tidak tahu benar atau tidak, mungkin Golkar punya data,”

ujarnya.

Pernyataan itu memunculkan spekulasi baru di tengah menguatnya gelombang kritik terhadap pemerintah dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa yang belakangan aktif melakukan demonstrasi di sejumlah daerah.

Bagi Ujang, yang terpenting adalah menjaga agar persaingan politik tetap berada dalam koridor demokrasi dan tidak berubah menjadi konflik yang merusak ruang publik.

Tetapi apapun itu bagian daripada demokrasi yang harus kita lihat secara objektif bahwa saling tuduh, saling serang, saling kritik itu asal jangan kebablasan aja, itu hal yang biasa,”

tutupnya.
Tag:DataoposisiPDIP vs GolkarPemerintahUjang Komaruddin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Asal Usul Lomba Makan Kerupuk, Tradisi Ikonik Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Lomba Makan Kerupuk saat Hari Kemerdekaan.
1
Aksi Mulia Numan Nomad: Jelajah Nusantara Sambil Bantu Mahasiswa Lulus Skripsi Tanpa Biaya
By Ossid Duha Jussas Salma
Numan Nomad
2
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
3
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
4
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Pemilu
Politik

Ganjar Minta DPR Gercep, Pansus Revisi UU Politik Bisa Jadi Jalan Bongkar Sistem Pemilu

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP) Ganjar Pranowo mendesak DPR…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Denny Indrayana, Pakar Hukum Tata Negara
Politik

Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkapkan dua alasan utama yang mendorongnya…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
19 jam lalu
Ilustrasi pembahasan RUU Perampasan Aset
Politik

PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Galak, Tersangka Kabur hingga Meninggal Harta Tetap Bisa Dirampas

Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
19 jam lalu
Denny Indrayana, Pakar Hukum Tata Negara
Politik

Denny Indrayana Bongkar Alasan Surati Prabowo, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkap alasan menulis surat terbuka kepada…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up