Isu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode tengah jadi sorotan dan menuai banyak kritik. Meski masih wacana, isu Prabowo-Gibran dua periode dinilai terlalu prematur.
Pakar politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, yang menghembuskan wacana tersebut tak punya perasaan. Sebab, isu itu dimunculkan saat kondisi beban rakyat yang saat ini makin berat.
Dia pun menyinggung banyaknya jumlah pengangguran saat ini dengan kesediaan lapangan pekerjaan yang makin berat. Ia menyinggung elite yang menghembuskan isu itu seperti mabuk kekuasaan.
Terlalu prematur. Yang ada di otaknya hanya kekuasaan. Harusnya otaknya di-setting lagi 99,9 persen bahas soal beban hidup rakyat yang makin berat. Soal lapangan pekerjaan yang makin berat, harga kebutuhan pokok makin membebani rakyat,”
kata Pangi kepada Owrite, Selasa, 23 Juni 2026.
Dia heran dengan pihak yang menggaungkan isu Prabowo-Gibran dua periode. Menurut dia, mestinya elite partai yang menghembuskan isu itu lebih baik mengkritik program layanan dasar negara dalam kesehatan dan pendidikan yang belum maksimal.
Masih banyak jalan rusak berlubang, jembatan putus. Harusnya mereka bahas warisan Jokowi merusak. Soal hilirasi ugal-ugalan, yang untung banyak oligarki, kekayaan bocor keluar negeri,”
jelas Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.
Pangi juga menyinggung program gratis yang mestinya untuk rakyat, seperti pupuk, listrik, tarif BPJS Kesehatan, hingga LPG yang murah.
Bukan hanya itu, Pangi juga menyoroti persoalan negara dengan utang yang menumpuk serta fiskal tidak sehat. Belum lagi proyek infrastruktur yang ugal-ugalan sehingga membebani APBN.
Utang negara mendekati Rp10 ribu triliun warisan Jokowi, fiskal yang sakit warisan Jokowi. Infrastruktur ugal-ugalan asal jadi proyek yang dibangun kemarin banyak membebani APBN. Itu yang harusnya mereka bahas bukan malah Prabowo-Gibran bisa dua periode,”
ujar Pangi.
Lebih lanjut, Pangi menuturkan isu Prabowo-Gibran dua periode muncul di momentum yang tak tepat. Menurutnya, isu itu tak punya kepekaan dan perasaan di saat rakyat berjuang bertahan hidup.
Yang mereka bahas hanya soal perut kekuasaan mereka, yang ada di benak mereka hanya kekuasaan,”
ujarnya.
Pangi menambahkan, isu itu juga bisa menyakiti hati rakyat yang tengah berjuang melawan beban hidup berat.
Isu yang dihembuskan ini sangat tidak tepat dan sangat melukai perasaan rakyat,”
tuturnya.
Menurut dia, berbeda jika isu Prabowo-Gibran dua periode muncul setahun jelang pelaksanaan Pilpres 2029.
“2028 masih oke lah bahas ini. Ini masih 2026. Pakai otak!,”
sebut dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Isu Prabowo-Gibran lanjut dua periode berhembus disuarakan elite PSI yaitu Ketua DPP Bestari Barus. Dari pengakuan Bestari, ada pesan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi agar kader PSI mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, pesan mantan Wali Kota Solo itu ingin kader PSI mendukung Prabowo-Gibran hingga dua periode.
Bestari juga menyinggung soal rencana safari politik Jokowi keliling Indonesia bersama PSI. Menurut eks politikus Partai Nasdem itu, tak ada masalah dengan rencana safari politik Jokowi keliling ke berbagai daerah Indonesia.
Dia menepis anggapan safari politik itu bisa memunculkan dampak kepemimpinan ‘matahari kembar’ antara Jokowi dan Presiden RI Prabowo Subianto.















![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)








