Polemik seputar penetapan tersangka Roy Suryo dan dr. Tifa dalam perkara yang berkaitan dengan isu ijazah Joko Widodo (Jokowi) kembali memunculkan ketegangan di kalangan praktisi hukum.
Kali ini sorotan datang dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, yang secara terbuka meminta tim kuasa hukum resmi Jokowi untuk mengambil sikap terhadap pihak-pihak yang menurutnya ikut berbicara seolah menjadi bagian dari tim hukum.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Hotman menilai ada oknum pengacara yang terus tampil di ruang publik dan memberikan pernyataan mengenai perkara tersebut meski bukan kuasa hukum resmi.
Halo tim kuasa hukum resmi dari Pak Jokowi. Jangan biarkan ada oknum pengacara lain yang bukan kuasa, seolah-olah ikut bicara di media, seolah-olah dia ikut berperan penting dalam kasus ini,”
kata Hotman yang dikutip dari video pendeknya, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat mengenai siapa saja yang sebenarnya berwenang mewakili kepentingan hukum Jokowi.
Tolong ingatkan kepada Pak Jokowi. Masa oknum pengacara dengan reputasi seperti ini seolah-olah dianggap sebagai tim, apakah itu tim sukses? Yang jelas bukan tim kuasa hukum,”
ujarnya.
Dalam pandangannya, keterlibatan pihak yang tidak memiliki mandat resmi justru dapat merugikan tim hukum yang telah ditunjuk serta berdampak pada citra Jokowi di ruang publik.
Melibatkan nama dia malah merugikan para kuasa hukum dan juga Pak Jokowi,”
tegasnya.
Hotman juga membandingkan kualitas tim hukum resmi Jokowi dengan pihak yang ia kritik. Ia menilai tim kuasa hukum resmi telah memiliki kapasitas dan pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi.
Tim pengacara Jokowi itu sudah berkelas semua, sudah hebat-hebat. Masa orang seperti itu kamu biarkan? Dia ikut-ikutan terus. Kasus lain juga dia nempel saja. Tidak ada klien. Kasian kan ya,”
ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Hotman kembali mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pihak yang bukan kuasa hukum resmi berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap nama baik Jokowi.
Jadi sangat tidak bagus untuk nama baik mantan presiden dan tim kuasa hukum resmi apabila mahluk itu masih dibiarkan ikutan-ikutan ngomong di medsos,”
jelasnya.
Ia juga menyindir pihak yang menurutnya kerap muncul lebih dulu di media sosial dan memberi kesan seolah memiliki peran penting dalam penanganan perkara tersebut.
Ada mahluk yang bukan kuasa hukum tapi ngomong dulu di medsos, seolah-olah dia berperan untuk membantu Pak Jokowi,”
sindir Hotman.











![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)










