Ancaman pemadaman listrik massal (blackout) disebut masih bisa terulang apabila pasokan batu bara ke pembangkit listrik terganggu. DPR mengingatkan Indonesia masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai penyangga sistem kelistrikan nasional.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mengatakan pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan di salah satu pembangkit listrik. Ia menyebut, hingga saat ini transisi energi di Indonesia belum sepenuhnya rampung.
Tetap kita ke depan harus persiapkan antisipasi lah ketika terjadi ada kerusakan di satu titik, titik lain yang harus dihidupkan yaitu rata-rata itu PLTU. Karena kita kan harus berpikir bahwa transisi energi kita kan belum selesai kan ya itu,”
tutur Bambang, Kamis, 25 Juni 2026.
Pengalaman Blackout 2021-2022
Kekhawatiran itu, kata Bambang, berkaca dari pengalaman Indonesia yang nyaris mengalami blackout pada akhir 2021 dan awal 2022 akibat kekurangan pasokan batu bara.
Jadi pernah terjadi nyaris blackout di akhir 2021 dan awal 2022 kan karena terjadi kekurangan pasokan batu bara,”
ujarnya.
Menurut Bambang, saat itu pemerintah sampai harus mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan ekspor batu bara demi mengamankan kebutuhan dalam negeri.
Nah kita menyadari waktu itu Pak Jokowi sampai turun tangan langsung, bahkan membuat satu kebijakan ekstrem melarang ekspor batu bara dalam satu bulan walaupun terjadi hanya 12 hari karena 12 hari sudah memenuhi kebutuhan PLN,”
katanya.


Gangguan PLTG Marubeni
Persoalan pasokan energi kembali menjadi sorotan setelah terjadi kerusakan di PLTG Marubeni, Karawang, berkapasitas 1.600 megawatt. Gangguan tersebut menyebabkan pembangkit hanya mampu memasok sekitar 600 megawatt sehingga terjadi kekurangan pasokan sekitar 1.000 megawatt.
Bambang mengungkapkan, kondisi itu diperparah dengan kekurangan pasokan batu bara yang sempat mencapai sekitar 2,6 juta ton per bulan.
Nah 1.000 ini seharusnya bisa diganti dengan PLTU-PLTU yang tidak beroperasi. Tapi karena kemarin terjadi kekurangan sekitar 2,6 juta lah per bulan,”
ujarnya.
Meski demikian, Bambang memastikan kondisi pasokan energi saat ini mulai membaik. Ia menyebut Kementerian ESDM dan PLN telah berhasil mengatasi kekurangan pasokan tersebut.
Walaupun saat ini ya alhamdulillah Kementerian ESDM dan PLN sudah bisa memenuhi kekurangan tersebut,”
katanya.
Ia juga mengungkapkan kebocoran gas di PLTG Marubeni telah berhasil diatasi dan diharapkan kondisi sistem kelistrikan kembali normal dalam waktu dekat.
Kalau sekarang udah stabil lah. Kemarin terakhir kita dapat update dari PLN, kebocoran gas yang di Marubeni sudah bisa teratasi, mudah-mudahan minggu ini udah normal,”
tutur Bambang.
Meski kondisi sudah berangsur pulih, DPR memastikan akan mengevaluasi persoalan tersebut bersama mitra kerja. Sebab, menurut Bambang, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan ketahanan energi nasional masih rentan ketika pasokan batu bara dan pembangkit utama mengalami gangguan secara bersamaan.

























