Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Nilai tukar ‘berotot’ 0,25 persen atau 44 poin ke level Rp17.876 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganalisa nilai tukar rupiah akan melemah melawan dolar AS pada hari ini. Pemicunya karena kembali meningkatnya tensi panas geopolitik antara militer AS vs Iran di Timur Tengah.
Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS,”
kata Lukman kepada Owrite, Senin, 29 Juni 2026.
Dijelaskan Lukman, insiden aksi saling serang AS dan Iran kembali memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak dunia.
Saling serang antara Iran dan AS memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak mentah dunia,”
tuturnya.
Lukman memperkirakan untuk perdagangan hari ini, dinamika rupiah akan melemah di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Nilai Tukar Asia
Berdasarkan data perdagangan hari ini, rupiah bersama beberapa mata uang Asia tercatat menguat seperti Rupee India (INR) 0,27 persen, Ringgit Malaysia (MYR) naik 0,41 persen, Peso Filipina (PHP) menguat tipis 0,05 persen.
Sementara itu, nilai tukar negara lainnya melemah yakni Yuan Tiongkok (CNY) merosot 0,06 persen, Won Korea (KRW) anjlok 0,52 persen, Yen Jepang (JPY) turun 0,01 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,12 persen, dan Dolar Singapura (SGD) melemah 0,04 persen.






















