Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / RUU Keamanan Siber Dinilai Masih Punya 22 ‘Titik Buta’, DPR Diminta Jangan Buru-buru Sahkan
Nasional

RUU Keamanan Siber Dinilai Masih Punya 22 ‘Titik Buta’, DPR Diminta Jangan Buru-buru Sahkan

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 30, 2026 8:48 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Fotokopi e-KTP
Fotokopi e-KTP (Foto: laman Kelurahan tunjungsekar lowokwaru)
SHARE

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) mendapat peringatan dari kalangan praktisi siber. 

Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) menyebut draf beleid tersebut masih menyimpan 22 ‘titik buta’ yang berpotensi menimbulkan persoalan baru jika dipaksakan disahkan.

Principal Chief Executive Officer Indonesia Cyber Services, Ardi Sutedja mengingatkan, bahwa isu keamanan siber tidak bisa dipandang hanya sebagai urusan teknologi informasi.

Baca juga:
Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini… Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…
Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api… Gempa bumi dengan kekuatan besar kembali terjadi di sejumlah negara dalam beberapa…
Jenderal Loyalis Netanyahu Peringatkan Israel, AS Tak Bisa Terus Jadi… Mayor Jenderal Uzi Dayan, perwira cadangan Israel yang dikenal dekat dengan Perdana…
  • Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog
  • Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api Aktif
  • Jenderal Loyalis Netanyahu Peringatkan Israel, AS Tak Bisa Terus Jadi Andalan

Keamanan siber bukan semata-mata isu teknologi informasi saja, melainkan bagian dari sistem pertahanan negara, ketahanan nasional, perlindungan hak warga negara, dan keberlanjutan ekonomi digital,”

katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beraama Komisi I DPR RI, Selasa, 30 Juni 2026. 

Ardi mengaku belum melihat langsung draf RUU yang diajukan pemerintah. Namun berdasarkan kerangka acuan yang diterimanya, masih banyak aspek mendasar yang dinilai belum terakomodasi.

Ia mengungkapkan, hasil diskusi di ICSF menemukan setidaknya ada 22 titik buta yang kemungkinan belum tercakup dalam RUU tersebut.

Hasil diskusi kami di ICSF menemukan adanya 22 titik buta (blind spots) yang kemungkinan belum tercakup atau diakomodasi dalam RUU KKS dari pemerintah,”

ujarnya.
RUU Keamanan Siber Dikritik Keras, Praktisi Sebut Pemerintah dan DPR Terlalu Terburu-buru

Menurut Ardi, salah satu persoalan utama adalah belum kuatnya landasan filosofis dan konstitusional dalam penyusunan RUU tersebut.

Kami belum melihat adanya korelasi yang kuat antara undang-undang ini dengan Pembukaan UUD 1945,”

katanya.

Selain itu, definisi ruang lingkup aturan juga dinilai masih kabur. Padahal, RUU tersebut nantinya akan mengatur banyak aspek, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Ardi juga menyoroti belum jelasnya perbedaan antara konsep keamanan siber dan ketahanan siber di dalam rancangan beleid tersebut.

Baca juga:
Ngeri Data Prabowo dan Buku Nota Keuangan Beda, Purbaya: Anggaran… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi…
Kabareskrim Absen di DPR, KPA Desak Kapolri Hadir: Konflik Agraria… Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kecewa dengan Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono yang absen…
5 Potret Isabelle Nottet, Marquee Player Timnas Putri yang Punya… Sosok Isabelle Nottet tengah jadi sorotan setelah PSSI mengumumkan kehadirannya di Liga…
  • Ngeri Data Prabowo dan Buku Nota Keuangan Beda, Purbaya: Anggaran MBG Rp240…
  • Kabareskrim Absen di DPR, KPA Desak Kapolri Hadir: Konflik Agraria Tak Bisa…
  • 5 Potret Isabelle Nottet, Marquee Player Timnas Putri yang Punya Darah Bandung…

Bagaimana kita bisa bicara keamanan jika kita tidak sadar bahwa ruang siber itu ibarat hutan belantara yang penuh predator?”

ujarnya.

Perlindungan Data Pribadi Masih Rawan

Tak hanya itu, isu privasi dan perlindungan data pribadi juga dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah. 

Menurut Ardi, banyak versi draf yang beredar di publik justru memicu kekhawatiran dan spekulasi di masyarakat.

Karena itu, ia meminta DPR dan pemerintah tidak tergesa-gesa menyelesaikan pembahasan RUU KKS.

Posisi kami di RDPU ini adalah mendukung agar pembahasan RUU KKS dilanjutkan, namun dengan pertimbangan bahwa banyak aspek yang masih perlu didalami. Jangan terburu-buru mengesahkannya sebelum ada sosialisasi yang matang dengan masyarakat dan industri,”

tegasnya.

Peringatan tersebut langsung mendapat respons dari anggota Komisi I DPR. Bahkan, salah satu anggota DPR menyebut 22 titik buta yang diungkapkan Ardi dapat menjadi “pisau analisis” untuk menguji substansi RUU yang diajukan pemerintah.

Porsi waktu untuk narasumber justru harus diperbanyak agar kita lebih banyak mendengar. Karena 22 titik buta yang disampaikan ini bisa menjadi ‘pisau analisis’ kita untuk mengkaji RUU yang disajikan oleh pemerintah,”

kata salah seorang anggota DPR dalam rapat.
Tag:Berita PentingDPRIndonesia Cyber Security ForumRUU KKS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
2
Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini Menanti Data Penting BI
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
3
Gempa NTT: Kapan Prabowo Turun ke Lapangan?
By Natania Longdong
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026).
4
IHSG Dibuka Hijau 0,42 Persen ke Level 6.528, Ada Sinyal Bisa Melejit ke 7.300!
By Anisa Aulia
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi SD Negeri Ciledug 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Nasional

Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog

Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…

Hardani TriyogaSyifa Fauziah
By
Hardani Triyoga
Syifa Fauziah
3 menit lalu
Direktur Ekosistem Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani (kanan) berbincang dengan pelajar saat berkunjung ke sekolah yang termasuk dalam program Revitalisasi Pendidikan di SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2026).
Nasional

Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup 1–2 Jam

Psikolog Meity Arianty merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa asing…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
1 jam lalu
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memberikan edukasi mitigasi bencana kepada siswa SDN IV Bantargebang di Kantor BPBD Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Nasional

Wacana Bahasa Asing Sejak SD, Psikolog: Jangan Jadi Beban Akademik

Gagasan Presiden Prabowo Subianto perihal pembelajaran bahasa asing bagi siswa SD dinilai…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelum Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Nasional

Mensesneg Ungkap Cerita di Balik Kursi Jokowi di Samping Prabowo

Presiden Prabowo Subianto yang duduk bersebelahan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo saat…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up