Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Rokomyanmas memberi tanggapan terkait isu Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RKMK) tentang Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau serta Rokok Elektronik.
Dalam aturan itu disebutkan bahwa Kemenkes akan melakukan pelarangan peredaran rokok rasa mentol dan buah-buahan.
Setelah dikonfirmasi oleh Owrite, ia mengatakan hingga saat ini RKMK itu masih tahap diskusi.
Masih dalam tahap pembahasan,”
ujar Aji kepada Owrite.
Penyeragaman Kemasan Rokok
Sebelumnya, Kemenkes juga akan melakukan penyeragaman kemasan produk tembakau dan rokok elektronik akan menggunakan warna yang seragam untuk mengurangi daya tarik visual produk, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Aturan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan selama ini kemasan rokok dan vape tidak hanya berfungsi sebagai wadah produk, tetapi juga menjadi sarana promosi yang mampu menarik perhatian calon perokok baru.
Tujuan utama pengaturan kemasan seragam bukan untuk melarang produk yang legal, melainkan untuk mengurangi daya tarik visual yang selama ini membuat produk tembakau lebih menarik bagi anak-anak dan remaja. Kemasan rokok tidak boleh menjadi media promosi yang mendorong generasi muda mulai merokok,”
ujar dr. Andi Saguni dalam keterangan resminya.
Dalam rancangan RPMK, identitas merek dan jenis huruf tetap dapat dicantumkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, peringatan kesehatan bergambar tetap ditampilkan secara jelas agar masyarakat memperoleh informasi mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi produk tembakau.
Rencana penerapan kemasan seragam ini menjadi salah satu strategi pengendalian konsumsi tembakau yang dinilai efektif di berbagai negara.
Menurut Kemenkes, sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa plain packaging dapat menurunkan daya tarik produk, meningkatkan efektivitas pesan kesehatan, serta membantu mencegah anak-anak dan remaja mulai merokok.
Ketika unsur desain yang menarik dikurangi, perhatian masyarakat akan lebih terfokus pada pesan kesehatan yang tercantum pada kemasan. Ini merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau,”
katanya.


















