Sebuah video memperlihatkan seorang ibu menuangkan bubuk Adem Sari langsung ke sariawan di mulut anaknya menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, cara tersebut disebut-sebut dapat membantu meredakan sariawan dengan cepat.
Namun, benarkah metode ini aman dan efektif? Penjelasan mengenai praktik tersebut kemudian menjadi perbincangan setelah kreator farmasi sekaligus apoteker, apt. Claudia, memberikan tanggapan melalui akun Instagramnya.
Adem Sari Dirancang untuk Dilarutkan, Bukan Ditaburkan
Menurut kreator farmasi sekaligus apoteker, apt. Claudia, Adem Sari merupakan produk berbentuk serbuk effervescent yang mengandung asam sitrat (citric acid).
Sediaan ini dirancang untuk dilarutkan dalam air sebelum diminum, bukan ditaburkan langsung pada luka sariawan di dalam mulut.
Bubuk effervescent membutuhkan air untuk bereaksi. Saat ditaburkan langsung ke sariawan, bubuk tersebut akan menarik cairan di sekitar luka.
Akibatnya, air dari jaringan yang masih sehat ikut tertarik sehingga permukaan luka menjadi kering.
Luka Kering Belum Tentu Berarti Sariawan Sembuh
Menurut apt. Claudia, banyak orang mengira sariawan yang mengering berarti sudah sembuh. Padahal, kondisi tersebut belum tentu menandakan proses penyembuhan.
Luka memang tampak kering dan terasa lebih kencang, tetapi peradangan di bagian bawahnya masih bisa berlangsung.
Bahkan, kondisi ini berpotensi membuat area luka menjadi lebih luas sehingga proses penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama.
Sariawan yang terlihat membaik juga dapat kembali terasa nyeri atau membengkak pada hari berikutnya.
Respon Warganet
Aduhhh nggak kebayang sengilu apaaa😭,”
tulis akun @shfvvaa_.
Mungkin si ibunya berpikir seperti adem sari diminum aja udah bikin sembuh apalagi kalo dioles,”
tulis akun @rizalmulyana04.
Gini nih emak-emak kurang literasi, apa-apa nggak cari tau kebenarannya,”
tulis akun @ummu_umarcute.
Terakhir, apt. Claudia mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan obat di luar aturan pakainya, terlebih pada anak-anak yang jaringan mulutnya masih lebih sensitif.
Alih-alih mencoba cara yang belum terbukti aman, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebab sariawan.




















