Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 4 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Orang Tua Bercerai, Anak Masih Bisa Bahagia? Yuk Kenalan dengan Co-parenting
Hype

Orang Tua Bercerai, Anak Masih Bisa Bahagia? Yuk Kenalan dengan Co-parenting

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 1:51 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi kehidupan dalam keluarga
Ilustrasi kehidupan dalam keluarga (Foto: Pexels/ Vitaly Gariev)
SHARE

Perceraian memang mengakhiri hubungan suami istri, tapi ada satu hubungan yang tidak bisa diputus dengan perceraian, yaitu tanggung jawab sebagai orang tua.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Co-Parenting?
  • Kenapa Harus Co-Parenting?
  • Manfaat Co-Parenting untuk Anak
  • Apakah Co-Parenting Itu Mudah?
  • Tips Menjalankan Co-Parenting

Sekarang ini banyak yang membahas mengenai hak anak saat kedua orang tuanya sudah berpisah. Bukan hanya soal materi, karena sejatinya anak juga butuh kasih sayang dari ayah dan ibu secara utuh.

Meski banyak alasan yang membuat orang tau berpisah, namun perlu diingat anak tidak boleh menjadi korban. Maka banyak orang tua yang mulai sadar mengenai co-parenting. Lalu, sebenarnya apa sih co-parenting itu?

Apa Itu Co-Parenting?

Co-parenting adalah pola pengasuhan anak yang dilakukan bersama oleh kedua orang tua meski mereka sudah bercerai atau tidak lagi hidup serumah.

Artinya, ayah dan ibu tetap bekerja sama mengambil keputusan penting terkait kehidupan anak. Mulai dari pendidikan, kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga dukungan emosional.

Jadi, fokus utamanya bukan lagi soal hubungan mantan pasangan, melainkan bagaimana anak tetap tumbuh di lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang.

Kenapa Harus Co-Parenting?

Fenomena ini semakin banyak dibahas mengingat terus meningkatnya tren angka perceraian di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 jumlah perceraian meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total mencapai 438.168 kasus. Mayoritas gugatan cerai juga diajukan oleh pihak istri.

Kaleidoskop 2025: Deretan Perceraian Artis Menghebohkan Sepanjang Tahun

Di tengah kondisi ini, co-parenting dianggap sebagai salah satu cara agar anak tidak menjadi korban utama dari konflik orang tua.

Manfaat Co-Parenting untuk Anak

Mengutip dari HelpGuide ada banyak manfaat ketika kedua orang tua mampu bekerja sama setelah berpisah.

1. Anak Merasa Tetap Dicintai

    Meski tinggal di dua rumah yang berbeda, anak tetap merasa memiliki ayah dan ibu yang sama-sama hadir dalam hidupnya.

    Perasaan aman ini penting agar anak tidak merasa kehilangan salah satu sosok orang tua dan bisa tumbuh menjadi anak yang percaya diri.

    2. Lebih Mudah Beradaptasi

      Perceraian akan mengubah kehidupan anak, bahkan bisa mengubah kepribadian anak juga. Namun, jika kedua orang tua tetap kompak mengasuh, proses adaptasi biasanya berjalan lebih baik karena rutinitas dan perhatian tetap terjaga.

      3. Kesehatan Mental Lebih Terjaga

        Tidak semua perceraian berakhir dengan baik, karena terkadang setelah putusan atau sebelum putusan pengadilan ada orang tua sering berkonflik.

        Dan terkadang anak menyaksikan langsung konflik orang tua. Padahal hal ini berisiko membuat anak menjadi stres, cemas, bahkan depresi.

        Nah, co-parenting ini akan membantu mengurangi konflik yang terlihat oleh anak sehingga kondisi emosionalnya menjadi lebih stabil.

        4. Belajar Menyelesaikan Masalah dengan Baik

          Saat melihat ayah dan ibu tetap bisa bekerja sama meski sudah berpisah, anak belajar bahwa konflik bisa diselesaikan secara dewasa. Ini menjadi contoh positif yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti.

          5. Hubungan dengan Kedua Orang Tua Tetap Terjaga

            Perpisahan kedua orang tua yang kurang baik terkadang memaksa anak untuk memilih antara ayah atau ibu.

            Ini akan membebankan anak, karena sejatinya anak butuh kedua orangtuanya. Dengan melakukan co-parenting anak akan tetap bebas membangun hubungan yang sehat dengan kedua orangtuanya.

            Apakah Co-Parenting Itu Mudah?

            Meski terdengar ideal, menjalankan co-parenting tentu bukan perkara gampang. Karena tidak bisa pungkiri masih ada rasa kecewa, marah, atau luka dari hubungan sebelumnya yang kadang membuat komunikasi menjadi sulit.

            Karena itu, keberhasilan co-parenting bukan ditentukan oleh seberapa akur mantan pasangan, melainkan seberapa besar mereka sama-sama memprioritaskan kebutuhan anak.

            Tips Menjalankan Co-Parenting

            Kalau ingin menerapkan pola asuh ini, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

            1. Singkirkan Ego

              Setiap keputusan sebaiknya didasarkan pada kebutuhan anak, bukan emosi terhadap mantan pasangan.

              2. Jangan Libatkan Anak dalam Konflik

                Hindari menjadikan anak sebagai penyampai pesan atau tempat curhat mengenai masalah orang tua. Karena anak tidak punya kapasitas untuk menjadi penengah konflik yang terjadi pada kedua orangtuanya.

                3. Hindari Menjelekkan Mantan

                  Sekesal apapun dengan mantan pasangan, usahakan tidak mengucapkan hal-hal buruk di depan anak. Anak tetap berhak mencintai kedua orang tuanya tanpa merasa bersalah.

                  4. Bangun Komunikasi yang Baik

                    Komunikasi adalah kunci utama dari co-parenting. Diskusikan jadwal, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan anak secara terbuka dan saling menghormati.

                    5. Buat Aturan yang Konsisten

                      Jika memungkinkan, kedua rumah memiliki aturan yang tidak jauh berbeda. Misalnya soal jam tidur, waktu belajar, penggunaan gadget, atau jadwal makan agar anak tidak bingung.

                      6. Fleksibel Saat Dibutuhkan

                        Kadang ada jadwal yang berubah atau kondisi mendadak. Selama untuk kepentingan anak, kedua orang tua perlu belajar saling memahami.

                        Perceraian memang mengubah bentuk keluarga. Namun, bukan berarti kasih sayang kepada anak ikut berkurang.

                        Co-parenting mengajarkan bahwa menjadi orang tua bukan soal masih bersama atau tidak, tetapi tentang bagaimana tetap hadir dalam kehidupan anak dengan cara yang sehat.

                        Karena pada akhirnya, yang paling diingat anak bukan bagaimana orang tuanya berpisah, melainkan bagaimana mereka tetap merasa dicintai setelah semuanya berubah.

                        Tag:AnakCo-ParentingOrang TuaPerceraianPrasekolah
                        Share This Article
                        Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
                        Ani Ratnasari
                        ByAni Ratnasari
                        Internship
                        Follow:
                        Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
                        Ivan OWRITE
                        ByIvan Syahruna Lubis
                        Redaktur
                        Follow:
                        Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
                        Tidak ada komentar

                        Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

                        Anda harus masuk untuk berkomentar.

                        Trending di OWRITE
                        Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
                        By Hardani Triyoga
                        Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
                        1
                        Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
                        By Rika Pangesti
                        Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
                        2
                        Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
                        By Hadi Febriansyah
                        Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
                        3
                        Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
                        By Rahmat Baihaqi
                        Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
                        4
                        DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
                        By Natania Longdong
                        Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
                        5

                        BERITA LAINNYA

                        Terong Lapis Ayam
                        Hype

                        Resep Terong Lapis Ayam, Menu Akhir Pekan yang Gurih dengan Saus Manis Pedas

                        Akhir pekan jadi momen berkumpul bersama keluarga setelah disibukkan dengan aktivitas sepanjang…

                        Syifa FauziahIvan OWRITE
                        By
                        Syifa Fauziah
                        Ivan Syahruna Lubis
                        10 jam lalu
                        Chikuro Homemade
                        Hype

                        Resep Chikuro Homemade yang Lagi Viral, Renyah di Luar dengan Isian Garlic Cheese Mayo

                        Chikuro merupakan salah satu jajanan yang viral sejak beberapa tahun terakhir. Untuk…

                        Syifa FauziahIvan OWRITE
                        By
                        Syifa Fauziah
                        Ivan Syahruna Lubis
                        11 jam lalu
                        Ilustrasi Gen Z
                        Hype

                        Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok

                        Kuliah selama ini dipersepsikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.…

                        Ani RatnasariHardani Triyoga
                        By
                        Ani Ratnasari
                        Hardani Triyoga
                        11 jam lalu
                        Ilustrasi seorang pria mengakami trauma
                        Hype

                        78 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Trauma Masa Kecil, AI Kini Bantu Deteksi Dini

                        Sekitar 78 persen remaja Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk di masa…

                        Syifa FauziahIvan OWRITE
                        By
                        Syifa Fauziah
                        Ivan Syahruna Lubis
                        13 jam lalu
                        OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

                        Your Reading Dose, Right Here:
                        Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

                        Info lainnya

                        • Redaksi
                        • Beriklan
                        • Tentang Kami
                        • Pedoman Media
                        • Kebijakan Privasi
                        FacebookLike
                        InstagramFollow
                        YoutubeSubscribe
                        TiktokFollow
                        © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
                        OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
                        Everything's gonna be owrite!

                        Sign in to your account

                        Username or Email Address
                        Password

                        Lost your password?

                        Not a member? Sign Up