Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 3 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / 78 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Trauma Masa Kecil, AI Kini Bantu Deteksi Dini
Hype

78 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Trauma Masa Kecil, AI Kini Bantu Deteksi Dini

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 5:16 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi seorang pria mengakami trauma
Ilustrasi seorang pria mengakami (Foto: magnific.com)
SHARE

Sekitar 78 persen remaja Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk di masa kecil atau adverse childhood experiences (ACE), yang berpotensi menimbulkan trauma.

Daftar isi Konten
  • AI Membantu Mendeteksi Dampak Trauma Masa Kecil
  • Dikembangkan Sesuai Kondisi Masyarakat Indonesia
  • AI Tidak Menggantikan Peran Psikolog

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kekerasan yang mereka alami atau saksikan di lingkungan rumah maupun sekolah.

Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Bahkan, penelitian yang diterbitkan pada 2021 dalam jurnal Child Abuse & Neglect mengungkapkan bahwa individu yang memiliki pengalaman buruk di masa kecil berisiko mengulangi kekerasan yang pernah mereka alami kepada anak mereka sendiri maupun anak-anak lain.

Baca juga:
Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup  Rutinitas merawat diri atau self-care kini tak lagi dipandang sebagai aktivitas untuk…
Misteri Kematian Dokter Icha: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika… PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah awal menyikapi dugaan keterlibatan kadernya dalam kasus…
Psikolog Bongkar Dampak Mengerikan yang Dialami Yuvita Usai Disiksa Kekasih,… Psikolog Meity Arianty mengaku marah, miris, dan sedih melihat kasus penganiayaan yang…
  • Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup 
  • Misteri Kematian Dokter Icha: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
  • Psikolog Bongkar Dampak Mengerikan yang Dialami Yuvita Usai Disiksa Kekasih, Trauma Bisa…

Sayangnya, keluarga, guru, dan orang-orang di sekitar anak sering kali belum memahami dampak pengalaman buruk di masa kecil tersebut. Akibatnya, banyak kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia terlambat dikenali dan ditangani.

Untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini, para peneliti dari Monash University Indonesia tengah mengembangkan platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Kita Bersama.

AI Membantu Mendeteksi Dampak Trauma Masa Kecil

Pemanfaatan AI dalam bidang kesehatan mental dinilai memiliki potensi besar. Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan dalam Journal of Medicine, Surgery, and Public Health menunjukkan bahwa AI mampu mendeteksi perubahan emosional seseorang sejak dini melalui bahasa yang digunakan, pola tidur, aktivitas fisik, hingga pola interaksi.

Kemampuan tersebut didukung oleh kapasitas AI dalam mengenali pola dan menganalisis data dalam jumlah besar.

Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Aceh, CCTV Pengasuh Kasar Picu Kemarahan Publik

Melalui kemampuan serupa, AI juga berpotensi melakukan skrining awal terhadap gangguan kesehatan mental, termasuk mengidentifikasi dampak pengalaman buruk di masa kecil sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dikembangkan Sesuai Kondisi Masyarakat Indonesia

Agar benar-benar bermanfaat, pengembangan AI perlu disesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Hal ini mencakup sistem kesehatan, pendidikan, bahasa, budaya, hingga dinamika keluarga dalam pengambilan keputusan medis.

Pendekatan tersebut bertujuan mengurangi risiko bias diagnosis akibat keterbatasan AI dalam memahami konteks sosial, budaya, dan sistem kesehatan di Indonesia.

Selain berpotensi menghasilkan diagnosis yang keliru, bias AI juga dapat memperburuk stigma terhadap kelompok rentan.

Karena itu, dalam pengembangan platform Kita Bersama, tim peneliti menyelenggarakan serangkaian lokakarya co-design yang melibatkan peserta berusia 10–24 tahun, orang tua dan guru mereka, serta tenaga kesehatan.

AI Tidak Menggantikan Peran Psikolog

Meski memanfaatkan teknologi AI, platform Kita Bersama tidak dirancang untuk menggantikan peran psikolog maupun psikiater.

Pengguna yang terindikasi mengalami tanda-tanda gangguan kesehatan mental akibat pengalaman buruk di masa kecil akan tetap diarahkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa AI belum mampu menggantikan aspek keterhubungan dan empati dalam interaksi antarmanusia, khususnya antara pasien dan terapis. Padahal, kedua aspek tersebut merupakan inti dari prose pemulihan dalam terapi psikologis.

Tag:Dampak TraumaIntelligence AugmentationKesehatan MentalTrauma
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
2
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
3
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
4
Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
By Hadi Febriansyah
Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Koperasi Desa Merah Putih
Hype

Viral Koperasi Desa Merah Putih Buka Gerai di Blok M, Netizen: Vibesnya Kayak Korea Utara

Di tengah polemik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hadirnya toko tersebut di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Ilustrasi Cuaca
Hype

Benarkah RI Aman dari Gelombang Panas Eropa? Begini Penjelasan Ahli IPB

Gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa memicu kekhawatiran karena menewaskan ribuan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Ikan lumba-lumba yang jinak
Hype

Bikin Susah Move On! Australia’s Coral Coast Punya Laut Biru, Pantai Pink, hingga Bisa Berenang Bareng Paus

Australia Barat salah satu negara yang tak boleh dilewatkan. Banyak destinasi menarik…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi pungutan pajak online
Hype

Strava Premium Kini Kena PPN 11 Persen, Ini Penjelasan Aturan Terbarunya

Pengguna aplikasi kebugaran Strava, khususnya pelanggan layanan Strava Premium, kini harus membayar…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up