Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Rupiah menguat 0,18 persen menjadi Rp17.963 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat 2,28 persen ke level 5.875.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,5 triliun dengan melibatkan 17,1 miliar saham dalam 1,3 juta kali transaksi. Sebanyak 520 saham naik, 280 tidak bergerak, dan 159 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menguat 35 persen ke Rp135
- PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 34,97 persen ke Rp220
- PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 34,21 persen ke Rp153.
Negosiasi Damai dengan Iran


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penyebab rupiah menguat karena investor memantau negosiasi antara Washington dan Teheran.
Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah menyetujui hampir semua yang dibutuhkan, menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar,”
kata Ibrahim dalam analisisnya.
Akan tetapi, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran telah menolak proposal. Sinyal yang beragam itu membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang.
Pasar kini mengamati perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi AS-Iran, arus minyak mentah Teluk, dan tanda-tanda pemulihan permintaan setelah libur akhir pekan AS untuk mendapatkan arah baru bagi harga minyak,”
tuturnya.






















