Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 4 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok
Hype

Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok

Ani RatnasariHardani Triyoga
Last updated: Juli 3, 2026 7:16 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
4 jam lalu
Share
Ilustrasi Gen Z
Ilustrasi Gen Z (Foto: freepik)
SHARE

Kuliah selama ini dipersepsikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. Namun, pandangan itu tampaknya mulai bergeser di kalangan Generasi Z atau Gen Z.

Meningkatnya jumlah calon mahasiswa yang batal daftar ulang ke perguruan tinggi jadi salah satu sinyal. Ada persepsi soal pendidikan tinggi tak lagi dipandang sebagai satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

Mengutip akun Instagram @skolla.online, diduga ada 113 ribu calon mahasiswa batal melakukan daftar ulang pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Angka itu melonjak sekitar 88,33 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 60 ribu calon mahasiswa batal melanjutkan proses registrasi.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar. Benarkah Gen Z mulai kehilangan kepercayaan terhadap pendidikan tinggi? Atau justru ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem penerimaan mahasiswa di Indonesia?

Berdasarkan keterangan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok ada sejumlah faktor yang menyebabkan peserta batal melakukan daftar ulang.

Baca juga:
Earphone Kabel Ternyata Lagi Jadi Fashion Item Baru Gen Z Sadar nggak kalau earphone kabel makin sering berseliweran lagi? Di tengah canggihnya…
Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata… Komisi X DPR RI meluruskan kabar yang menyebut sekitar 60 ribu calon…
Ditulis Hampir 200 Tahun Lalu, Ini 5 Pasal Gurindam Dua… Kalau dengar kata Gurindam Dua Belas, mungkin banyak orang langsung kebayang-bayang pelajaran…
  • Earphone Kabel Ternyata Lagi Jadi Fashion Item Baru Gen Z
  • Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata Penyebabnya Beragam
  • Ditulis Hampir 200 Tahun Lalu, Ini 5 Pasal Gurindam Dua Belas yang…

Mulai dari diterima di jurusan yang bukan menjadi pilihan Utama. Lalu, tidak lolos Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai terlalu tinggi. Selain itu, faktor biaya hidup apabila harus kuliah di luar kota.

Di tengah fenomena tersebut, data Kemendiktisaintek dalam Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 juga menunjukkan jumlah mahasiswa yang mengalami putus kuliah mencapai 289.670 orang. Angka itu meningkat 2,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kelompok usia 21–30 tahun menjadi penyumbang angka putus kuliah terbesar dan didominasi mahasiswa laki-laki.

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai fenomena batal daftar ulang bukanlah sesuatu yang baru. Menurutnya, persoalan utama justru berada pada sistem penerimaan mahasiswa baru yang selama ini belum berpihak kepada calon mahasiswa.

Sebetulnya kalau menurut saya ini sudah masalah tahunan, terus nggak masuk akal juga akhirnya sekolahnya yang mendapat konsekuensi dan siswanya,”

kata Ina Liem saat diwawancarai Owrite pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ina menilai setiap calon mahasiswa memiliki hak untuk menentukan kampus dan jurusan yang paling sesuai dengan minatnya. Maka itu, keputusan untuk tak mengambil kursi yang telah diperoleh seharusnya tak dianggap sebagai pelanggaran.

Ia juga mengkritik aturan yang membuat sekolah maupun adik kelas ikut menerima konsekuensi saat ada siswa yang batal melakukan daftar ulang melalui jalur SNPMB.

Atau adik kelasnya yang mendapat konsekuensi dan kuota di sekolahnya dikurangi. Ini apa-apaan? Sistemnya memang sudah nggak masuk akal, sudah cacat sejak awal,”

ujarnya.

Menurut Ina, sudah saatnya mekanisme penerimaan mahasiswa tidak lagi dilakukan secara seragam secara nasional. Setiap perguruan tinggi seharusnya diberi keleluasaan menentukan mekanisme seleksi sesuai karakteristik program studinya.

Selain sistem seleksi, Ina juga menyoroti persoalan transparansi UKT. Menurutnya, banyak calon mahasiswa baru mengetahui besaran UKT setelah dinyatakan lolos seleksi.

Anomali Jadi Bahasa Gaul Gen Z, Sebenarnya Apa Sih Artinya?

Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga baru menyadari biaya kuliah yang harus ditanggung berada di luar kemampuan mereka.

Harusnya sejak awal sudah tahu, harusnya informasi itu transparan di website masing-masing kampus. Jadi uang UKT berapa, makanya saya katakan sistemnya nggak benar,”

jelasnya.

Ia menilai praktik tersebut berbeda dengan sejumlah negara lain yang telah memberikan informasi biaya pendidikan secara terbuka sejak awal proses pendaftaran.

Di sisi lain, faktor biaya bukan satu-satunya alasan yang membuat calon mahasiswa mengurungkan niatnya untuk kuliah. Sebagian memilih batal karena merasa diterima di jurusan yang tidak sesuai dengan minat maupun cita-citanya.

Hal itu dialami oleh Rea, calon mahasiswa yang sempat dinyatakan lolos di Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma pada tahun 2023.

Awalnya ia tidak ragu memilih jurusan tersebut. Namun setelah dinyatakan diterima, ia mulai mempertanyakan apakah pilihan itu benar-benar sesuai dengan passion-nya.

Aku merasa salah jurusan dan ragu sama diri sendiri,”

kata Rea saat dihubungi Owrite pada Jumat, 3 Juli 2026.

Rea mengaku memilih Sistem Informasi karena mengikuti saran kakaknya yang menilai jurusan tersebut memiliki prospek kerja yang baik. Namun setelah dipikirkan kembali, ia merasa tidak memiliki minat maupun dasar kemampuan di bidang pemrograman.

Aku takut nggak bisa menjalaninya dengan sepenuh hati karena nggak punya basic coding,”

ujarnya.

Kisah Rea menunjukkan bahwa keputusan membatalkan kuliah tidak selalu dipengaruhi persoalan ekonomi. Faktor kecocokan jurusan dan arah karir juga menjadi pertimbangan penting bagi sebagian calon mahasiswa.

Jika Ina Liem melihat persoalan dari sisi sistem pendidikan, Dosen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) Erna Karim menilai perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh bergesernya cara pandang Gen Z terhadap dunia kerja di era digital.

Menurut Erna pada era industrial, pendidikan tinggi memang menjadi syarat utama untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Namun kini, dengan perkembangan teknologi membuka jauh lebih banyak pilihan karier baru yang tidak selalu bergantung pada gelar pendidikan.

Pendidikan sudah tidak menarik lagi, karena pendidikan atau yang namanya ilmu itu bisa didapat melalui digitalisasi. Mereka akhirnya bisa meramu sendiri,”

tutur Erna saat kepada Owrite pada Jumat, 3 Juli 2026.

Erna menjelaskan Gen Z kini hidup pada era ketika seseorang bisa bekerja dari mana saja, menjadi content creator, freelancer, maupun membangun bisnis digital sendiri.

Baca juga:
Anomali Jadi Bahasa Gaul Gen Z, Sebenarnya Apa Sih Artinya? Kalau kamu sering scroll TikTok, X, atau Instagram, pasti pernah melihat kata…
Banyak Anak Muda Tinggalkan Prioritas Pacaran dan Memilih Solomaxxing, Ternyata… Belakangan ini, istilah solomaxxing mulai ramai diperbincangkan di media sosial, terutama oleh kalangan gen…
Masih Jadi People Pleaser? Yuk Saatnya Mulai Pasang Boundaries Demi… Pernah merasa sulit menolak permintaan teman? Atau sering mengiyakan segala sesuatu meski…
  • Anomali Jadi Bahasa Gaul Gen Z, Sebenarnya Apa Sih Artinya?
  • Banyak Anak Muda Tinggalkan Prioritas Pacaran dan Memilih Solomaxxing, Ternyata Ini Penyebabnya
  • Masih Jadi People Pleaser? Yuk Saatnya Mulai Pasang Boundaries Demi Kesehatan Mentalmu 

Kondisi itu membuat sebagian anak muda tak lagi melihat pekerjaan kantoran sebagai satu-satunya tujuan.

Ia juga menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi akan terus mengubah kebutuhan dunia kerja.

Mungkin suatu saat ijazah tidak diperlukan lagi karena orang bisa mendapatkan income tanpa ijazah,”

ujar Erna.

Meski demikian, Erna menyampaikan bukan berarti pendidikan tinggi kehilangan relevansinya. Justru perguruan tinggi perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

Menurutnya, kurikulum harus disusun lebih fleksibel dan mengikuti perkembangan industri digital, bukan sekadar mengganti nama program studi tanpa mengubah isi pembelajarannya.

Yang harus berubah bukan hanya nama jurusannya, tetapi juga struktur kurikulumnya agar sesuai dengan kebutuhan era digital,”

tuturnya.

Tag:biaya kuliahCalon Mahasiswagen zKuliahPerguruan Tinggi NegeriSNPMB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
2
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
3
Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
By Hadi Febriansyah
Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
4
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi seorang pria mengakami trauma
Hype

78 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Trauma Masa Kecil, AI Kini Bantu Deteksi Dini

Sekitar 78 persen remaja Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk di masa…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Koperasi Desa Merah Putih
Hype

Viral Koperasi Desa Merah Putih Buka Gerai di Blok M, Netizen: Vibesnya Kayak Korea Utara

Di tengah polemik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hadirnya toko tersebut di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Ilustrasi Cuaca
Hype

Benarkah RI Aman dari Gelombang Panas Eropa? Begini Penjelasan Ahli IPB

Gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa memicu kekhawatiran karena menewaskan ribuan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Taylor Ward, istri bintang sepak bola Aljazair, Riyad Mahrez
Hype

Lima Potret Taylor Ward, Istri Riyad Mahrez yang Selalu Mencuri Perhatian di Tribun hingga Liburan Mewah

Taylor Ward kembali menjadi sorotan publik berkat sederet potret yang dibagikannya di…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up