Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengkritik gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat merespons pertanyaan Denny Sumargo mengenai penggunaan uang pajak untuk program Koperasi Desa (Kopdes).
Menurutnya, respons tersebut tidak tepat karena pertanyaan mengenai penggunaan pajak merupakan hak setiap warga negara sebagai pembayar pajak. Yang disampaikan Denny Sumargo mewakili kepentingan masyarakat yang berkontribusi melalui pembayaran pajak sehingga pejabat publik semestinya memberikan penjelasan dengan cara yang lebih menghormati publik.
Agaknya kurang tepat, ketika ditanya tentang penggunaan uang pajak untuk Kopdes oleh Densu, Menkeu Purbaya menjawab dengan songong, ‘Apa Anda, Bos saya?’ Densu itu mewakili pembayar pajak,”
tulis Mahfud MD di akun X pribadinya yang dikutip, Senin, 6 Juli 2026.
Mahfud menilai, penggunaan anggaran negara yang berasal dari pajak merupakan isu yang wajar dipertanyakan masyarakat. Karena itu, pejabat negara dinilai perlu menjaga etika komunikasi saat memberikan penjelasan kepada publik.
Pandangan senada disampaikan pengguna media sosial X bercentang biru, Yayan Yuhana. Ia menilai, cara seorang pejabat menjawab pertanyaan masyarakat mencerminkan bagaimana pejabat tersebut memandang posisi rakyat dalam sistem demokrasi.
Etika komunikasi seorang pejabat sangat penting di ruang publik,”
tulis Yayan Yuhana.
Ia menambahkan, masyarakat bukan sekadar objek kebijakan, melainkan pemegang kedaulatan yang memiliki hak untuk meminta penjelasan atas penggunaan uang negara.
Apa pun pertanyaannya, cara menjawabnya mencerminkan bagaimana mereka memandang posisi masyarakat sebagai pemilik kedaulatan,”
jelasnya di tweet yang sama.

























