Harga minyak dunia melonjak pada Kamis, setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
Dilansir CNBC, Kamis, 9 Juli 2026 harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September naik 1,03 persen menjadi US$78,82 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus naik 1,06 persen menjadi US$74,29 per barel.
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Rabu mengatakan bahwa serangan baru terhadap Iran dilancarkan sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Trump Enggan Damai


Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan bahwa tidak lagi tertarik untuk menegosiasikan kesepakatan dengan Iran. Sebelumnya, ia juga menyatakan bahwa gencatan senjata antara Iran dan AS telah berakhir, menyusul gelombang serangan baru di Timur Tengah.
Pasar kembali dipaksa untuk memperhitungkan risiko bahwa serangan baru terhadap kapal-kapal, atau memburuknya hubungan AS-Iran secara lebih luas, dapat memperlambat normalisasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz,”
kata Analis dari Saxo Bank.
Analis Saxo juga menjelaskan, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sehingga, gangguan terbatas dapat memberi dampak yang sangat besar terhadap harga minyak jangka pendek, biaya pengiriman, dan sentimen pasar.























