Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kinerja penjualan eceran turun sebesar -1,5 persen secara month to month (mtm) pada Mei 2026, melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar -11,6 persen secara mtm.
Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, meski mengalami penurunan, namun saat ini trennya sudah mulai membaik. Perbaikan ini didorong oleh hari besar keagamaan.
Perkembangan didorong oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak,”
ujar Denny dalam keterangannya Kamis, 9 Juli 2026.
Adapun perbaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja kelompok peralatan informasi dan komunikasi dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang masing-masing tumbuh 1,0 persen mtm dan 1,3 persen mtm.
Selain itu, kelompok lainnya masih terkontraksi namun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, terutama pada kelompok makanan minuman dan tembakau -1,3 persen, kelompok barang budaya dan rekreasi -4,2 persen mtm, dan sub kelompok sandang -11,0 persen mtm.
Lalu secara tahunan, penjualan eceran juga mengalami penurunan sebesar -3,9 persen secara year on year (yoy), melanjutkan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar -3,7 persen. Penurunan ini berasal dari kelompok makanan minuman dan tembakau 4,1 persen, kelompok peralatan informasi dan komunikasi 18,4 persen, serta subkelompok sandang 12,0 persen yoy.
Diramal Turun
Sementara itu, untuk bulan Juni kinerja penjualan eceran juga diperkirakan turun sebesar -0,8 persen mtm. Perkembangan ini dipengaruhi oleh mulainya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026.
Namun, penurunan ini dinilai lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang amblas -1,5 persen mtm. Perbaikan ini didorong oleh meningkatnya kinerja penjualan pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, dan sub kelompok sandang.
Sedangkan kelompok barang budaya dan rekreasi, kelompok suku cadang dan aksesori, serta kelompok makanan minuman dan tembakau mengalami perbaikan dari periode sebelumnya meski masih tertahan di zona kontraksi.
Agustus-November Membaik
Di samping itu, responden memperkirakan penjualan eceran pada Agustus dan November 2026 meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Agustus dan November 2026 masing-masing tercatat sebesar 159,8 dan 153,8, lebih tinggi dari 138,3 dan 149,4 pada Juli dan Oktober 2026.
Lalu responden menginformasikan bahwa peningkatan pada IEP Agustus 2026 dipengaruhi oleh kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI), sementara peningkatan pada IEP November 2026 dipengaruhi oleh persiapan HBKN Natal.
Inflasi Naik
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8 didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Sedangkan IEH pada November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, atau relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6.

























