Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 14 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Fakta Festival Tabuik Pariaman, Tradisi Warisan 2 Abad yang Selalu Dinanti Saat Muharram
Daerah

Fakta Festival Tabuik Pariaman, Tradisi Warisan 2 Abad yang Selalu Dinanti Saat Muharram

Ani RatnasariHardani Triyoga
Last updated: Juli 14, 2026 7:11 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
3 jam lalu
Share
Masyarakat mendatangi hari puncak ritual tabuik di Pariaman, Sumatera Barat.
Masyarakat mendatangi hari puncak ritual tabuik di Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Indonesia Kaya).
SHARE

Setiap memasuki bulan Muharram, Kota Pariaman, Sumatra Barat, selalu dipenuhi ribuan orang yang datang untuk menyaksikan Festival Tabuik.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Tabuik?
  • Pengaruh Timur Tengah
  • Dari Ritual jadi Festival Budaya

Tradisi yang berlangsung selama hampir dua abad ini tidak hanya sekadar pertunjukan budaya. Namun, sudah jadi warisan yang merekam perjalanan sejarah, pertemuan budaya, hingga identitas masyarakat Minangkabau.

Merujuk laman Indonesia Kaya, Festival Tabuik merupakan peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW Hussein bin Ali yang gugur dalam Perang Karbala pada 10 Muharam tahun 680 Masehi.

Seiring waktu, peringatan tersebut berkembang menjadi tradisi budaya khas Pariaman yang kini menjadi salah satu agenda wisata unggulan di Sumatra Barat.

Baca juga:
BNPB Serahkan Huntap Mandiri Sumbar: Tipe 36, Teknologi Mirip Lego Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menyerahkan kunci rumah hunian…
Mengenal Konsep Hygge, Gaya Hidup Sederhana ala Denmark yang Mengutamakan… Belakangan ini, istilah hygge semakin sering dibicarakan, terutama di media sosial dan…
20 Ucapan 1 Muharram 1448 H Terbaik, Penuh Doa dan… Tinggal menghitung hari umat muslim akan menyambut 1 Muharram atau Tahun Baru…
  • BNPB Serahkan Huntap Mandiri Sumbar: Tipe 36, Teknologi Mirip Lego
  • Mengenal Konsep Hygge, Gaya Hidup Sederhana ala Denmark yang Mengutamakan Kenyamanan
  • 20 Ucapan 1 Muharram 1448 H Terbaik, Penuh Doa dan Harapan Baik…

Apa Itu Tabuik?

Menurut Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, kata tabuik berasal dari bahasa Arab at-tabut yang berarti peti atau keranda. Dalam dialek masyarakat Pariaman, kata ‘tabut’ berubah menjadi ‘tabuik’ karena pelafalan huruf ‘t’. Pun, di akhir kata berubah menjadi ‘ik’.

Nama itu merujuk pada replika bangunan tinggi berbentuk menara yang dipadukan dengan sosok buraq, makhluk bersayap berkepala manusia dalam legenda Islam.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, buraq membawa jasad Hussein bin Ali menuju langit setelah gugur di Karbala. Kisah itulah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Tabuik yang diarak setiap tahun.

Sejarah mencatat, tradisi Tabuik mulai dikenal di Pariaman pada tahun 1826-1828. Tradisi ini diyakini dibawa oleh komunitas Muslim keturunan India atau Cipei (Tamil Islam) yang datang setelah Perjanjian London 1824.

Pengaruh Timur Tengah

Pada awalnya, ritual Tabuik masih kental dengan pengaruh budaya Timur Tengah. Namun, sejak awal abad ke-20, para tokoh adat melakukan penyesuaian agar tradisi tersebut selaras dengan nilai dan adat Minangkabau.

Dari sinilah Tabuik berkembang menjadi festival budaya yang lebih menonjolkan nilai sejarah, seni, dan kebersamaan masyarakat.

Kini, mayoritas masyarakat Pariaman memandang Tabuik sebagai warisan budaya, bukan bagian dari praktik keagamaan tertentu.

Dalam pelaksanaannya, Festival Tabuik selalu menghadirkan dua Tabuik, yakni Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.

Tabuik Pasa berasal dari kawasan Pasar Pariaman di sebelah selatan sungai yang membelah kota. Wilayah ini dipercaya sebagai tempat lahirnya tradisi Tabuik.

Mendagri Usul TKD Sumatera Utara dan Sumatera Barat Tak Dipotong Seperti Aceh

Sementara itu, Tabuik Subarang dibuat oleh masyarakat yang tinggal di wilayah seberang sungai atau Kampung Jawa. Tabuik ini lahir sekitar awal abad ke-20 sebagai bentuk keseimbangan antara dua kawasan di Pariaman.

Meski berasal dari wilayah berbeda, keduanya mengikuti prosesi adat yang sama hingga akhirnya dipertemukan pada puncak festival.

Festival Tabuik tak berlangsung dalam sehari. Tradisi ini diawali sejak 1 Muharam yang terdiri atas sejumlah tahapan ritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Prosesi tersebut meliputi mengambil tanah (maambiak tanah), menebang batang pisang, maatam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, hingga puncaknya melarung Tabuik ke laut.

Setiap tahapan memiliki makna simbolis, mulai dari pengingat asal-usul manusia, penghormatan kepada Hussein bin Ali, hingga pesan bahwa setiap kehidupan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.

Puncak acara biasanya akan digelar antara 10 hingga 15 Muharam agar bertepatan dengan akhir pekan sehingga lebih mudah dihadiri wisatawan.

Dari Ritual jadi Festival Budaya

Sejak 1982, Festival Tabuik resmi masuk dalam kalender pariwisata daerah. Perubahan ini membuat penyelenggaraannya lebih terbuka sebagai atraksi budaya tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat.

Baca juga:
1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026, Ini… Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni…
Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan Sunah yang Dianjurkan Bulan Muharram diyakini menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam…
Karena Mulut, Badan Binasa: Usai Cap Warga Minang Intoleran, IKM… Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda kepada…
  • 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026, Ini Keutamaan dan…
  • Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan Sunah yang Dianjurkan
  • Karena Mulut, Badan Binasa: Usai Cap Warga Minang Intoleran, IKM Laporkan Abu…

Setiap tahun, Pantai Gandoriah jadi pusat keramaian saat dua Tabuik diarak sebelum akhirnya dilarung ke laut menjelang matahari terbenam. Momen ini selalu jadi daya tarik utama yang disaksikan puluhan ribu pengunjung, baik dari Sumatera Barat maupun berbagai daerah di Indonesia, bahkan wisatawan mancanegara.

Namun, di balik kemegahannya, sejumlah ulama menilai tradisi ini memiliki akar sejarah dari komunitas Syiah. Dengan demikian, perlu disikapi secara hati-hati agar tak bertentangan dengan akidah Islam.

Di sisi lain, banyak juga kalangan budaya dan masyarakat Pariaman memandang Tabuik sebagai warisan budaya yang telah mengalami akulturasi dengan adat Minangkabau.

Filosofi ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah‘ menjadi landasan agar tradisi tetap berjalan. Namun, proses tradisi itu tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang dianut masyarakat setempat.

Tak heran jika setiap Muharram tiba, Festival Tabuik selalu jadi perhelatan yang dinantikan masyarakat. Bukan hanya karena kemeriahannya, tapi juga karena jadi pengingat bahwa sebuah tradisi dapat terus hidup ketika mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Tag:budayabulan muharramFestival TabuikPariamanSumatra Barat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Gibran Dinilai Kalahkan AHY Soal Prestasi Politik, Relawan Beberkan Tolok Ukurnya
By Rahmat Tunny
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
1
Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor
By Ani Ratnasari
Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
2
Pengacara Don Ritto: Klien Sebagai ‘Korban’ Senggolan Dua Lembaga, Uang Bukan Hasil Korup
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di Polda Metro Jaya, 14 Juli 2026.
3
S&P Pertahankan Rating Utang RI, Purbaya Janji Perbaiki Hal Ini Agar Naik Kelas
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
4
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo, Tembus Rp133 Juta!
By Hadi Febriansyah
Estadio Azteca, tempat berlangsungnya pertandingan perdana Piala Dunia 2026
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.
Daerah

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung 2026, Pembahasan Bisa Tetap Jalan Saat Reses

DPR RI menargetkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ilustrasi, Gedung Gedung DPR/MPR RI
Daerah

DPR Buka Peluang Bentuk Lembaga Khusus Kelola Aset Sitaan Koruptor

Komisi III DPR RI membuka peluang membentuk lembaga khusus yang bertugas mengelola…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim
Daerah

Kepala Cabang BNI Jember Jadi Tersangka, Diduga 900 Identitas Petani Dipakai untuk Kredit KUR Fiktif

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan pendalaman mengenai kasus dugaan korupsi penyaluran…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR bersama perwakilan masyarakat adat Dayak dari Kalimantan Tengah.
Daerah

DPR Desak Gakkum Bergerak, Ancam Segel Perusahaan Jika Terbukti Cemari Lingkungan

Komisi XII DPR RI minta aparat penegak hukum dan kementerian terkait turun…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up