Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi, 17 Juli 2026. Rupiah menguat 0,16 persen atau 29 poin ke level Rp17.957 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar AS.
Menurut dia, kondisi itu karena imbas pernyataan Hawkish The Fed. Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran yang kembali memanas juga jadi perhatian pasar global.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan Hawkish pejabat-pejabat The Fed semalam. Dan, eskalasi di Timur Tengah serta sentimen risk off di pasar ekuitas dari aksi jual saham teknologi,”
kata Lukman kepada Owrite, Jumat, 17 Juli 2026.
Melemah Terbatas
Lukman menuturkan untuk dalam negeri, pelemahan rupiah akan terbatas. Pelemahan terbatas itu karena masih positifnya sentimen domestik usai laporan rating kredit Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings.
Sentimen domestik sendiri masih cukup positif pasca penetapan rating kredit oleh S&P yang masih mendukung rupiah sehingga akan membatasi perlemahan,”
jelas Lukman.
Adapun untuk hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan melemah di rentang Rp17.900 per dolar hingga Rp18.000 per dolar AS.
Bila dilihat lebih jauh, pada perdagangan pagi ini Peso Filipina (PHP) melemah 0,04 persen terhadap dolar AS. Lalu, Won Korea (KRW) anjlok 0,18 persen.























