Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Kenaikan Gaji Hakim Dikritik: Pendidikan Terlupakan, Koruptor Justru Masih Bermunculan
Hukum

Kenaikan Gaji Hakim Dikritik: Pendidikan Terlupakan, Koruptor Justru Masih Bermunculan

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 20, 2026 5:25 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
24 jam lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
SHARE

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar menilai, keputusan Presiden menaikkan gaji hakim adalah hal keliru. Pemerintah semestinya lebih dulu memprioritaskan kesejahteraan guru dan dosen.

Menurut saya, solusi yang selalu mengatakan bahwa gaji aparat harus dinaikkan merupakan solusi yang sangat dangkal dan bahkan menyesatkan,”

kata Adinda kepada Owrite, Senin, 20 Juli 2026.

Adinda menegaskan, peningkatan kesejahteraan aparatur negara memang penting. Namun menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh mengabaikan profesi lain yang memiliki peran mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Prabowo Blak-blakan Indonesia Butuh Investor Demi Gaji Guru dan Tenaga Kesehatan

Saya setuju kesejahteraan memang perlu ditingkatkan. Tetapi jangan lupa, masih ada guru, tenaga honorer, dosen, dan banyak profesi lain yang juga membutuhkan perhatian,”

tegasnya.

Ditambahkan Adinda, pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila sektor pendidikan sebagai fondasi utama justru belum menjadi prioritas pemerintah.

Bagaimana mungkin kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045 atau bonus demografi jika hulunya, yaitu pendidikan, justru tidak diperhatikan?”

ucapnya.

Dikatakannya, guru dan dosen hingga kini masih berjuang memperoleh peningkatan kesejahteraan. Di sisi lain, aparat penegak hukum yang diharapkan menjaga integritas justru mendapat kenaikan gaji yang jauh lebih besar.

Guru dan dosen juga sedang memperjuangkan perbaikan kesejahteraan mereka. Sementara di sisi lain, aparat yang diharapkan menjaga integritas dan keadilan justru akan memperoleh kenaikan gaji hingga ratusan juta rupiah,”

ungkapnya.

Adinda mengingatkan, bahwa anggaran untuk membayar gaji aparatur berasal dari uang rakyat sehingga masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut.

Padahal kita semua adalah pembayar pajak. Saya ingin mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan hal itu,”

jelasnya.

Menurut dia, karena menggunakan dana publik, setiap institusi negara harus dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada masyarakat.

Baca juga:
UU Pusat Finansial Internasional Diketok DPR, Kawasan Bakal Dilengkapi Pengadilan… DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia…
Prabowo Klaim PT DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 M, Selisih… Presiden Prabowo Subianto mengklaim PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola…
Jubir Gerindra Tegaskan Kasus Febrie Urusan Hukum, Jangan Dikaitkan dengan… Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso meminta polemik hukum yang menyeret mantan…
  • UU Pusat Finansial Internasional Diketok DPR, Kawasan Bakal Dilengkapi Pengadilan Khusus
  • Prabowo Klaim PT DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 M, Selisih Harga Komoditas…
  • Jubir Gerindra Tegaskan Kasus Febrie Urusan Hukum, Jangan Dikaitkan dengan Prabowo

Karena mereka digaji menggunakan dana pajak dan dana publik. Lalu, di mana fungsi mereka? Karena itu saya rasa pertanyaan mengenai tata kelola pemerintahan memang harus dimulai dari tugas dan fungsi masing-masing institusi. Apakah benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya?,”

tegasnya lagi.

Adinda juga mengingatkan, bahwa evaluasi terhadap kebijakan peningkatan kesejahteraan aparatur tidak bisa dilepaskan dari masih banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik di berbagai lembaga, termasuk dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah, korupsi di Bea Cukai hinga suap hakim.

Selain itu, terlepas dari kasus Febrie Adriansyah, kita juga harus melihat banyak kasus korupsi lain yang justru melibatkan pejabat publik. Termasuk yang terakhir di Bea Cukai, Imigrasi, hingga hakim,”

tutupnya.
Tag:Adinda Tenriangke MuchtarBerita Pentinggaji dosengaji gurugaji hakimkeliruPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
KSP Disorot, Respons Ulta Levenia ke BEM UI Justru Bikin Citra Pemerintah Terpukul
By Rahmat Tunny
Teenage Ali KSP, Ulta Levenia Nababan.
4
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
5

BERITA LAINNYA

Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri
Hukum

Penghentian Pemeriksaan MBG Cerminkan Lemahnya Komitmen Berantas Korupsi

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri mengatakan, instruksi penghentian pemeriksaan terkait program Makan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Petugas menggiring Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (tengah) untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Hukum

Kasus Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini cs Naik Tahap Penyidikan KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo menyatakan penyidik menaikkan status…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
2 jam lalu
Ilustrasi korupsi
Hukum

Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau

Sejumlah kantor firma hukum yang diduga berafiliasi dengan mantan Jaksa Muda Tindak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
3 jam lalu
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
Hukum

Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum

Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah, menilai pernyataan Hotman…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up