Polri belum menyelidiki dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) periode Januari hingga September 2026. Hingga kini polisi masih mengusut tersangka individu.
“167 laporan itu merupakan perorangan. (Pembakaran) yang dilakukan oleh perorangan, (dengan lahan yang mayoritas) hak milik, milik sendiri,”
ucap Kasubdit 3 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pipit Subiyanto saat konferensi pers di BNPB, Jumat 4 September 2026.
Dia bilang titik karhutla yang terjadi jauh dari area konsesi atau lahan milik perusahaan atau korporasi besar. Pun kebakaran tersebut tidak terkonsentrasi di area perkebunan industri.
“Jadi di sini adalah perorangan dan lahan yang mereka gunakan atau mereka yang mengakibatkan (kebakaran) adalah milik perorangan juga. Lebih dominan seperti itu,”
ujar dia.
Pengusutan dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla tidak menutup kemungkinan akan diusut sepanjang terdapat laporan yang diterima kepolisian.





