Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengklaim telah membenahi urusan internal lembaga sebelum memutuskan melepas jabatannya karena alasan kesehatan.
Dalam keterangan melalui akun Facebook miliknya, Rabu, 22 Juli 2026, Nanik mengatakan selama memimpin BGN dirinya telah merestrukturisasi organisasi, membentuk tim reformasi, hingga mengubah fokus sasaran penerima manfaat MBG.
“Sejauh ini meski menjabat Kepala BGN tidak lama, saya sudah meletakkan dasar-dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sudah mengganti lima Eselon I yang diambil dari lima kementerian/lembaga,”
kata Nanik.
Pengisian lima pejabat Eselon I dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan dilakukan agar BGN diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Tujuannya agar tata kelola lembaga semakin profesional.
“Pak Presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui, dan Bumil), anak-anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T,”
ujar Nanik.
Progres
Selain melakukan penyegaran pejabat, BGN juga membentuk 11 tim yang bertugas menjalankan reformasi menyeluruh. Salah satunya ialah tim refocusing untuk memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat telah sesuai dengan sasaran program.
Nanik mengatakan tim lain juga dibentuk untuk mengevaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Evaluasi dilakukan karena masih ada SPPG yang belum memenuhi ketentuan sesuai petunjuk teknis.
“Saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran,”
beber dia.
Dia juga membentuk tim khusus untuk pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta tim efisiensi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Nanik mengaku optimistis penggantinya akan melanjutkan pembenahan yang telah dirintis. Ia pun memilih fokus menjalani pengobatan sembari tetap mendukung pelaksanaan program MBG.
Resmi
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dalam unggahan akun Instagram miliknya, membenarkan pengunduran diri Nanik.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,”
kata dia.
Satu setengah bulan kepemimpinan Nanik, dia mengklaim Nanik berhasil membongkar berbagai persoalan dan meletakkan fondasi reformasi: mengevaluasi hampir 28.000 SPPG, mengklasifikasi 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh, menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali kepada kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
“Beliau memahami bahwa MBG bukan sekadar program makan bergizi, melainkan investasi masa depan bangsa sekaligus penggerak ekonomi petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, dan UMKM,”
ucap Dirgayuza.























