Nanik S Deyang tengah menjadi perbincangan publik setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Alasan Nanik mundur karena akan menjalani pengobatan jantung.
Dalam keterangannya di Instagram, Nanik mengaku mengalami Acute Stress Disorder atau trauma akut karena harus mengurus keuangan dalam jumlah besar.
Ia mengungkapkan, salah satu tekanan terbesar yang dirasakannya selama memimpin BGN, mengingat tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara yang besar. Hal itu juga yang membuat kesehatannya sempat menurun.
Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung, selain karena kolesterol tinggi, dipicu juga oleh stres yang luar biasa,”
kata Nanik.
Dilansir dari Healthline, Acute Stress Disorder (ASD) atau stres akut biasanya terjadi dalam waktu satu bulan setelah peristiwa traumatis.
Gejalanya mirip dengan yang terlihat pada gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD), namun gangguan ini bersifat sementara, berlangsung dari beberapa hari hingga satu bulan. Beberapa orang dengan gangguan ini dapat berkembang menjadi PTSD.
Gejala Acute Stress Disorder
Gejala ASD sangat bervariasi dan dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Gejala-gejala ini umumnya muncul setelah trauma dan dapat menyebabkan penderitaan yang signifikan.
- Pengalaman Kembali (Intrusi)
Gejala intrusif mengacu pada pengalaman berulang yang tidak diinginkan terkait peristiwa traumatis, seperti mimpi buruk, kilas balik (flashback), kenangan menyedihkan, dan distress psikologis.
- Penghindaran
Gejala ini melibatkan upaya aktif untuk menghindari hal-hal yang mengingatkan pada trauma, seperti berusaha menghindari tempat, orang, atau situasi yang dapat mengingatkan pada kejadian traumatis, serta menghindari pikiran, perasaan, atau percakapan yang berhubungan dengan trauma.
- Gejala Disosiatif
Gejala ini mencakup perasaan terlepas dari diri sendiri atau realitas. Contohnya, perasaan mati rasa atau terpisah dari emosi, penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, amnesia disosiatif, derealisasi, dan depersonalisasi.
- Gejala Peningkatan Ketegangan (Arousal)
Ini melibatkan peningkatan reaktivitas fisiologis dan psikologis. Misalnya, sulit tidur atau insomnia, iritabilitas atau ledakan kemarahan, kesulitan berkonsentrasi, kewaspadaan berlebihan (hypervigilance), dan respons terkejut yang berlebihan.
- Perubahan Suasana Hati Negatif
Perubahan suasana hati ini meliputi ketidakmampuan untuk merasakan emosi positif. Selain itu, muncul perasaan sedih, putus asa, atau tidak tertarik pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.
Penyebab Acute Stress Disorder
Biasanya, penyebab ASD adalah paparan terhadap peristiwa traumatis. Hampir semua jenis trauma dapat memicu ASD, terutama jika peristiwa tersebut mengancam nyawa atau menyebabkan cedera serius. Beberapa contoh peristiwa traumatis yang dapat menyebabkan ASD meliputi:
- Kecelakaan serius
- Serangan fisik
- Kekerasan seksual atau pemerkosaan
- Melihat orang lain meninggal atau terluka parah
- Terlibat dalam insiden yang mengancam jiwa di lingkungan kerja
Pengobatan Acute Stress Disorder
Pengobatan dini ASD sangat penting untuk mengurangi gejala dan mencegah perkembangan menjadi PTSD. Pendekatan pengobatan umumnya melibatkan intervensi psikologis dan, dalam beberapa kasus, farmakoterapi.




















