Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Dompet Daerah Kerap ‘Buntung’, APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran TKD 2027
Nasional

Dompet Daerah Kerap ‘Buntung’, APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran TKD 2027

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 30, 2026 4:22 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
APKASI melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan parlemen dan pemerintah di DPR, 30 Juli 2026.
APKASI melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan parlemen dan pemerintah di DPR, 30 Juli 2026. (Owrite.id/Rika Pangesti)
SHARE

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) meminta pemerintah tidak lagi memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD) pada 2027.

Daftar isi Konten
  • Tak Relevan
  • Belum Adil

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 30 Juli 2026, menyatakan kebijakan efisiensi anggaran dinilai membuat pemerintah kabupaten kesulitan mempercepat pembangunan sekaligus menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Di satu sisi, kami ingin mempercepat pembangunan daerah, serta mendukung keberhasilan proyek strategis nasional ataupun program-program Bapak Presiden yang dilaksanakan di daerah. Namun di sisi lain, kami memiliki keterbatasan fiskal untuk merealisasikan itu semua karena pemotongan dan kewajiban efisiensi anggaran,”

kata Bursah.

Maka APKASI meminta pemerintah menghentikan pemotongan anggaran daerah mulai tahun depan.

“Kami memohon pada tahun 2027 tidak ada lagi pemotongan anggaran agar kami dapat leluasa mengakselerasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan pelayanan publik serta mendukung proyek strategis nasional di daerah,”

ujar dia.
Baca juga:
Prabowo Goda Destry Jadi Gubernur BI Definitif: Oke Nggak? Terserah… Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal terkait pengisian kursi Gubernur Bank Indonesia (BI)…
Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar… Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus…
MK Tolak Gugatan MBG 'Nebeng' Anggaran Pendidikan: Dapur Guru Honorer… Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak dua gugatan uji materiil terkait Undang-Undang Nomor…
  • Prabowo Goda Destry Jadi Gubernur BI Definitif: Oke Nggak? Terserah DPR
  • Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa…
  • MK Tolak Gugatan MBG 'Nebeng' Anggaran Pendidikan: Dapur Guru Honorer Terimpit

Tak Relevan

Selain soal fiskal, Bursah juga menyoroti aturan mengenai hak keuangan kepala daerah yang dinilai sudah tidak lagi relevan lantaran beban dan tanggung jawab kepala daerah semakin besar, sementara regulasi mengenai remunerasi tidak pernah diperbarui.

Ia menyebut Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sudah 26 tahun tanpa penyesuaian.

“Sudah 26 tahun (regulasi tersebut) tidak ada penyesuaian, sedangkan perkembangan situasi ekonomi dan politik semakin kompleks, tanggung jawab kepala daerah juga semakin besar,”

kata Bursah.

APKASI pun mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000, penyesuaian biaya operasional kepala daerah, hingga pemberian bantuan keuangan khusus melalui APBN.

Belum Adil

Tak hanya itu, APKASI juga mengkritik tata kelola Dana Bagi Hasil (DBH) yang dinilai belum adil bagi daerah. Bursah mengungkapkan daerah penghasil sawit hingga kini belum merasakan manfaat yang sebanding dari kekayaan sumber daya alam wilayah setempat.

“Bahkan kami tidak tahu sama sekali, tidak pernah diajak berunding, tidak pernah diajak berdiskusi bagaimana rumusan DBH ini sehingga menghasilkan fiskal yang adil untuk di daerah,”

kata dia.

Formula DBH sawit belum mencerminkan kontribusi daerah penghasil. Akibatnya, banyak kabupaten penghasil sawit justru masih bergelut dengan kemiskinan.

“Rasanya sangat tidak adil. Di daerah kabupaten itu kemiskinan sudah akumulatif sekali. Mereka jadi penonton bagi orang-orang pemilik sawit di daerah,”

ucap Bursah.

Karena itu APKASI meminta pemerintah menyempurnakan formula DBH sawit, memastikan penyaluran dana bagi hasil tepat waktu, serta melunasi DBH kurang bayar secara penuh agar tidak mengganggu penyusunan APBD di daerah.

Pemerintah juga didoring untuk memperluas kewenangan daerah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyederhanakan aturan kerja sama pemerintah dengan badan usaha, serta mendorong transparansi penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Perusahaan sekitar enggak pernah terbuka dengan CSR, enggak pernah terbuka pembangunan apa yang dilakukan kepada masyarakat sekitarnya. Pokoknya kurang bermanfaatlah CSR yang diberikan kepada masyarakat sekitar,”

ujar Bursah.
Baca juga:
MK Ingatkan Pemerintah: Dana Pendidikan untuk MBG Berpotensi Langgar Amanat… Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran operasional pendidikan semestinya tak boleh untuk membiayai…
Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…
Masalah Gaji PPPK Mendesak, DPR Cari Solusi Panggil Mendagri dan… Komisi II DPR RI menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian…
  • MK Ingatkan Pemerintah: Dana Pendidikan untuk MBG Berpotensi Langgar Amanat Konstitusi!
  • Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin
  • Masalah Gaji PPPK Mendesak, DPR Cari Solusi Panggil Mendagri dan APKASI

Tag:AnggaranAPKASIDPRKepala DaerahsawitTKD
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
2
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
3
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
4
Jangan Paksa Smelter Bangun Rantai Nilai LTJ Sendiri, Ini Usulan Industri Nikel
By Natania Longdong
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Booby Rasyidin (ketiga kanan), Menteri Kebudayaan Fadli Zon (keempat kanan) meninjau ruangan stasiun saat peresmian hasil program revitalisasi Cagar Budaya Nasional di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Revitalisasi tersebut menjadi tahap awal rencana besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembalikan bangunan Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blaauboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 sebelum diresmikan pada 1914. (ANTARA FOTO/Makna Zaeza)
Nasional

Prabowo Minta Jaksa dan Polisi Turun Tangan Tegur Warga yang Bandel Buang Sampah

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum ikut terlibat dalam…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
33 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menyampaikan pidato saat peresmian hasil program revitalisasi Cagar Budaya Nasional di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Revitalisasi tersebut menjadi tahap awal rencana besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembalikan bangunan Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blaauboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 sebelum diresmikan pada 1914. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Nasional

Prabowo Targetkan Gunung Sampah Hilang Akhir 2027, Kepala Daerah Diminta Turun Tangan

Presiden Prabowo Subianto menargetkan persoalan sampah di Indonesia tuntas paling lambat pada…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
39 menit lalu
Guru membagikan makan bergizi gratis (MBG) kepada siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) B-C Bina Karya Insani, Duren Sawit, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Nasional

MK Tolak Gugatan MBG ‘Nebeng’ Anggaran Pendidikan: Dapur Guru Honorer Terimpit

Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak dua gugatan uji materiil terkait Undang-Undang Nomor…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 jam lalu
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo. (Youtube MK).
Nasional

MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari APBN Pendidikan, Berlaku Paling Lambat 2028

Mahkamah Konstitusi memutuskan Anggaran Pendapatan dan Belanda Negara (APBN) untuk program Makan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up