Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 1 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum
Hukum

Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 1, 2026 6:19 pm
By
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/sgd)
SHARE

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang menjerat eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dinilai menghadirkan persoalan pelik dalam penegakan hukum.

Eks Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai situasi itu berpotensi jadi ‘buah simalakama’ karena proses penanganan perkara melibatkan institusi yang memiliki kewenangan berbeda dalam sistem peradilan pidana.

Adnan mengatakan demikian karena perkara Febrie bersinggungan dengan sejumlah institusi penegak hukum sekaligus. Pun, status Febrie merupakan pejabat teras di institusi penegak hukum.

Itu kan biasanya memang akhirnya yang dipilih adalah kompromi. Artinya tidak akan semua itu diseret. Tapi, tidak juga diberhentikan secara total,”

kata Adnan kepada Owrite, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut dia, pola tersebut memungkinkan proses hukum tetap berjalan. Publik juga mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. Namun, pada saat yang sama, terdapat ruang bagi penyelesaian konflik di antara elite institusi.

Jadi, memang ada satu strategi di mana publik juga harus mendapatkan update terus-menerus. Tapi, pada saat yang sama pertarungan elitnya itu bisa diselesaikan secara baik-baik,”

jelas Adnan.
Baca juga:
Kejagung Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI, Dokumen Dugaan… Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kramat Pela,…
Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi… Markas Besar TNI membantah narasi yang beredar di media sosial terkait keberadaan…
Alarm untuk Timnas Indonesia! Singapura Puncaki Grup A, Garuda Wajib… Singapura berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen Grup A ASEAN Championship setelah menahan…
  • Kejagung Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI, Dokumen Dugaan TPPU Disita
  • Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi Aksi Massa…
  • Alarm untuk Timnas Indonesia! Singapura Puncaki Grup A, Garuda Wajib Libas Vietnam…

Adnan menyebut situasi semacam itu bukan sesuatu yang baru dalam sejarah penegakan hukum Indonesia. Menurut dia, sejumlah perkara yang melibatkan pejabat tinggi penegak hukum sebelumnya juga memperlihatkan adanya kompromi.

Dan, ini kan bukan kasus pertama. Ada kasus-kasus lain yang melibatkan jajaran petinggi penegak hukum yang juga pada akhirnya sebenarnya ada kompromi-kompromi yang gak bisa dihindari,”

ujar Adnan.

Ia menilai salah satu persoalan mendasarnya adalah kuatnya hubungan antara penegakan hukum dan kepentingan politik. Menurut Adnan, kondisi itu membuat institusi penegak hukum menghadapi tantangan dalam menjaga independensi.

Ini kenapa bisa seperti itu ujungnya? Karena penegakan hukum di Indonesia itu hierarkinya ke politik. Jadi, ada ketersambungan yang kuat yang membuat pendegak hukum dan institusinya itu tidak pernah bisa mandiri,”

tutur Adnan.

Dia menyebut kondisi itu terus-menerus terulang dalam sejarah Indonesia dan penegakan hukumnya.

Adnan menilai ketergantungan tersebut berisiko membuat institusi penegak hukum dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Ia mencontohkan kemungkinan pemanfaatan institusi penegak hukum dalam kontestasi politik.

Tidak pernah bisa otonom dalam mengambil keputusan. Sehingga kemudian eksistensi institusi penegak hukum itu seringkali akhirnya dimanfaatkan oleh politik untuk kepentingan yang lain,”

sebutnya.

Dalam konteks perkara Febrie, Adnan kemudian menyoroti potensi perkara tersebut akan berhenti pada satu tersangka atau berkembang ke pihak lain. Ia menilai hal itu perlu dilihat berdasarkan proses penyidikan dan alat bukti yang dimiliki penegak hukum. Jadi, bukan semata-mata berdasarkan dugaan.

Resmi Ditahan Kejagung, Febrie Adriansyah: Saya Merasa Memang Ini Kriminalisasi

Applause Publik

Menurut Adnan, ada hal yang menarik dari sisi institusi yang pertama kali mendorong proses hukum terhadap Febrie. Ia menilai situasinya akan berbeda apabila perkara tersebut sejak awal ditangani oleh KPK.

Mau tidak mau karena sudah terungkap. Dan kita harus lihat institusi yang mendorong pertama kan institusi kepolisian. Ada yang menarik ya. Ini berbeda kalau KPK yang memulai,”

ujarnya.

Namun, ia menekankan ada perbedaan antara KPK dulu dan era sekarang.

Kalau KPK dulu yang memulai mungkin publik applause-nya akan sangat kuat,”

tuturnya.

Adnan kemudian menyinggung posisi KPK dalam perkara tersebut. Menurut dia, keberadaan Febrie di rumah tahanan KPK tidak berarti lembaga antirasuah itu menjadi institusi yang menangani perkara tersebut.

Namun, ia menjelaskan bahwa dalam konteks perkara ini, KPK hanya digunakan untuk tempat penahanan. Sementara, proses penegakan hukum tetap ditangani institusi lain.

Karena kan Febrie itu ditahan di rutan KPK. Bukan di kejaksaan. Mungkin untuk menghindari kesan ini rumahnya sendiri. Tapi, kan pendegakan hukumnya juga akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Agung,”

sebut Adnan.
Baca juga:
Respons Presiden di Kasus Febrie Terlalu Lunak, Harusnya Bertindak Lebih… Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai, respons Presiden Prabowo…
Tim 9 Kejaksaan Punya Integritas Ungkap Kasus Febrie, Dukungan Presiden… Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengakui, Tim 9 yang…
Berburu Petunjuk di Kaca Gawai: Polisi Sisir Jejak Digital Karumga… Polda Metro Jaya mendalami jejak digital Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks…
  • Respons Presiden di Kasus Febrie Terlalu Lunak, Harusnya Bertindak Lebih Tegas
  • Tim 9 Kejaksaan Punya Integritas Ungkap Kasus Febrie, Dukungan Presiden Jadi Kunci
  • Berburu Petunjuk di Kaca Gawai: Polisi Sisir Jejak Digital Karumga Sutrimo

Adnan menilai kondisi itu jadi tantangan tersendiri karena hubungan kewenangan antarlembaga dalam sistem penegakan hukum. Ia menyebut posisi kepolisian juga berkaitan dengan proses penuntutan yang nantinya berada dalam kewenangan kejaksaan.

Bagi dia, kondisi itu menjadi rumit ya dari sisi tatangan pendegakan hukum.

Mengingat polisi itu juga ujungnya nanti akan ke Kejaksaan kan. Untuk melakukan penuntutan. Jadi, memang ini agak ada situasi yang seperti buah si malakama,”

lanjut Adnan.

Maka itu, Adnan berpandangan bahwa independensi proses hukum perlu menjadi perhatian utama. Ia mendorong KPK untuk menangani perkara tersebut apabila memang terdapat kewenangan dan dasar hukum yang memungkinkan.

Cuma dalam konteks menjaga supaya prosesnya bisa menjadi lebih independen. Ya, mestinya di sini KPK didorong untuk menangani sebenarnya,”

kata Adnan.

Tag:Buah SimalakamaFebrie AdriansyahHeadlineKejagungPenegakan HukumPolri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
1
Pengamat Sebut Deddy Sitorus Tak Layak Dicap Menghina Wartawan
By Rahmat Tunny
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
3
Katy Perry Murka, Lagu Firework Dipakai Gedung Putih untuk Mengiringi Video Serangan AS ke Iran 
By Ani Ratnasari
Penyanyi pop Katy Perry
4
Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi untuk Suarakan Kritik Demokrasi
By Rahmat Tunny
Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk “Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan” di depan Kampus A Trisakti, tepat di bawah Flyover Grogol, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

TNI jaga kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Hukum

Kejagung Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI, Dokumen Dugaan TPPU Disita

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kramat Pela,…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Ilustrasi staf KPK menghapus otomatis percakapan dalam aplikasi.
Hukum

Trik Ayah-Anak Urus Bupati Pemalang: Kejanggalan Staf KPK Hapus Pesan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kejanggalan pada ponsel milik staf administrasinya, Setya…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 hari lalu
Ilustrasi penggalian jejak digital ponsel.
Hukum

Berburu Petunjuk di Kaca Gawai: Polisi Sisir Jejak Digital Karumga Sutrimo

Polda Metro Jaya mendalami jejak digital Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 hari lalu
Ilustrasi Ferry Boboho dan aparat penegak hukum.
Hukum

Mencari Perisai di Tengah Badai TPPU: LPSK Kaji Perlindungan Ferry Boboho

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima permohonan perlindungan bagi saksi kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up