Turunnya kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto, memang belum terbukti karena adanya keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Meski demikian, hasil simulasi menunjukkan elektabilitas eks Walikota Surakarta itu masih berada di bawah sejumlah tokoh nasional.
Dalam survei kali ini kami belum menguji secara khusus pengaruh Gibran. Survei telepon memiliki keterbatasan jumlah pertanyaan karena responden juga memiliki keterbatasan waktu,”
kata Peneliti dan Manajer Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad kepada Owrite, Senin, 3 Ağustus 2026.
Saidiman menjelaskan, meski tidak mengukur secara langsung pengaruh Gibran terhadap tingkat kepuasan publik kepada Presiden, SMRC tetap memotret peta elektabilitas sejumlah tokoh yang berpotensi maju pada kontestasi politik mendatang melalui simulasi semi terbuka.
Namun kami juga merilis hasil survei elektabilitas. Dalam simulasi semi terbuka, responden diberikan daftar sejumlah tokoh sekaligus diberi kesempatan menuliskan nama lain jika pilihannya tidak ada dalam daftar,”
jelasnya.
Dalam simulasi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas sekitar 35 persen. Presiden Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.
Hasilnya, Dedi Mulyadi menempati posisi pertama dengan sekitar 35 persen. Di posisi kedua ada Prabowo Subianto dengan 14,5 persen,”
ucapnya.
Sementara itu, Gibran berada di posisi keempat dengan elektabilitas 7,7 persen. Angka tersebut masih berada di bawah Anies Baswedan yang memperoleh 8,2 persen, namun di atas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ganjar Pranowo, dan Mahfud MD.
Berikutnya Anies Baswedan memperoleh 8,2 persen, Gibran 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, sementara nama-nama lainnya berada di bawah dua persen,”
paparnya.
Menurut Saidiman, karena survei ini tidak dirancang untuk mengukur hubungan antara posisi Gibran sebagai wakil presiden dengan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo, maka hasil survei tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Gibran menjadi penyebab turunnya kepuasan publik.





















