Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan pemerintah tengah menelusuri dugaan aktivitas warga negara (WN) Israel di Bali yang disebut memiliki sejumlah usaha, mulai dari vila, restoran, hingga bisnis pariwisata.
Isu tersebut mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan dugaan keberadaan sejumlah WN Israel di Bali. Dalam unggahan itu disebutkan, beberapa WN Israel diduga menjalankan aktivitas usaha dan memiliki properti di Pulau Dewata.
Dapat kami sampaikan bahwa kami mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap dugaan penyimpangan aktivitas warga negara asing (WNA) di Indonesia. Hal tersebut mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kita bersama,”
kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela pada Owrite, Jumat, 9 Agustus 2026.
Kemlu menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam atas informasi yang beredar. Saat ini, koordinasi lintas kementerian tengah dilakukan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, termasuk jika melibatkan WN Israel.
Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta kementerian/lembaga terkait lainnya untuk menelusuri dugaan penyimpangan aktivitas WNA di Indonesia, termasuk yang melibatkan warga negara (WN) Israel,”
ujarnya.
Sebagai informasi, keberadaan warga negara Israel di Bali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan dugaan aktivitas WN Israel yang disebut menetap dan menjalankan usaha di Pulau Dewata.
Unggahan tersebut menyebut sejumlah WN Israel diduga memiliki atau mengelola vila, restoran, agen perjalanan, hingga bekerja sebagai pemandu wisata.
Bahkan, beberapa unggahan juga menampilkan foto individu yang diklaim merupakan mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). Namun, seluruh informasi tersebut masih berupa klaim di media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh Owrite.





















