Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali merespons desakan Denny Indrayana agar Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.
Ali mempertanyakan alasan Denny yang baru mempersoalkan posisi Gibran setelah proses politik Pilpres 2024 berjalan hampir dua tahun.
Kalau dari saya melihat ini ya? Apakah dia baru sadar hari ini? Kalau memang apa yang dia pikirkan itu betul, selama ini dia enggak sadar ya? Dia sakit jiwa kah, seperti itu kan?”
kata Ali kepada Owrite, Senin, 10 Agustus 2026.
Ali bahkan menyebut Denny tak sadar jika baru mempersoalkan hal tersebut saat ini. Menurutnya, seluruh tahapan politik untuk mengantarkan pasangan Prabowo-Gibran ke pemerintahan telah selesai dilalui.
Dia mengatakan persoalan konstitusi semestinya diserahkan kepada ahli hukum tata negara. Namun, jika dilihat dari perspektif politik, proses untuk menentukan kepemimpinan nasional sudah berjalan sejak Pilpres 2024.
Kalau bicara tentang konstitusi, saya bukan ahli hukum ya, harusnya ini tanyakan kepada ahli tata negara,”
ujarnya.
Menurut Ali, legitimasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tak bisa dilepaskan dari seluruh proses pemilu yang telah berlangsung. Mulai dari keputusan KPU, proses hukum di Mahkamah Konstitusi, hingga pemungutan suara telah dilalui.
Proses politik ini berjalan, tidak mungkin kita setback lagi melihat ke belakang. Kan tahap semua tahapan sudah dilewatin. KPU sudah memutuskan, Mahkamah Konstitusi memutuskan,”
jelas Ali.
Lebih lanjut, Ali juga menyampaikan Prabowo dan Gibran dipilih sebagai satu pasangan dalam Pilpres 2024. Maka itu, ia menilai hasil pemilu tersebut memberikan legitimasi kuat terhadap pemerintahan yang berjalan saat ini.
Terpilihnya Pak Prabowo itu kan tidak berdiri sendiri, dia dipilih berpasangan,”
ujar Ali.
Ali pun meminta seluruh pihak menahan diri dalam menyampaikan pernyataan politik. Ia khawatir pernyataan yang tidak substansial justru memperbesar keresahan masyarakat di tengah kondisi yang dinilainya belum sepenuhnya tenang.
Situasi hari ini sebaiknya orang menahan diri, semua menahan diri untuk memberikan komentar yang berpotensi memprovokasi masyarakat,”
tutur Ali.
Menurut Ali, masyarakat saat ini membutuhkan ketenangan, bukan pernyataan yang berpotensi memperbesar kepanikan. Ia menyinggung kondisi di sejumlah ruang publik yang menurutnya menunjukkan adanya kekhawatiran di tengah masyarakat.
Rasa khawatir ini jangan lagi di legitimasi dengan pernyataan-pernyataan orang-orang yang mengaku berpendidikan,”
katanya.
Ali menilai pernyataan yang tidak memiliki substansi justru dapat memperburuk situasi. Karena itu, ia meminta para tokoh yang memiliki pengaruh publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan.
Kalau kemudian semua orang berpendidikan masih memberi pernyataan yang tidak ada substansinya, membuat masyarakat semakin panik, semakin khawatir dengan situasi hari ini,”
tutur Ali.
Ali juga mempertanyakan kepentingan di balik desakan tersebut. Ia menilai masyarakat sudah mengetahui latar belakang politik Denny sehingga tidak perlu menjadikan pernyataan tersebut sebagai polemik baru.
Ya udah pastilah (sarat politik). Kita tahu kan dia di partai apa kan kita tahulah. Semua orang tahulah dia di partai apa,”
katanya.
Ali pun meminta energi politik saat ini dialihkan untuk mendorong pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi dan menciptakan ketenangan di tengah masyarakat.
Bagi dia, tak penting saat ini menanggapi pernyataan-pernyataan orang seperti Denny,” tuturnya.
katanya.
Pun, ia mengatakan yang lebih penting mesti mendorong pemerintah untuk fokus.
Bagaimana supaya kondisi ekonomi kita semakin baik, masyarakat semakin lebih tenang,”
tuturnya.
























