Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Karena Nakal, Ini Penjelasan Mengenai Anak Neurodivergent
Hype

Bukan Karena Nakal, Ini Penjelasan Mengenai Anak Neurodivergent

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 11, 2026 12:21 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Gambar ilustrasi anak-anak sedang bermain (Sumber foto: Pexels/ Antonius Ferret)
Gambar ilustrasi anak-anak sedang bermain (Sumber foto: Pexels/ Antonius Ferret)
SHARE

Banyak orang yang menganggap anaknya sebagai orang yang nakal karena kalau di panggil nggak nengok, sering cubit teman, atau bahkan tidak bisa duduk diam.

Daftar isi Konten
  • Jenis Neurodivergent
  • Jadi, Apakah Neurodivergent Itu Penyakit?
  • Lalu, Kenapa Ada Terapi?

Padahal perilaku anak ini bisa dijelaskan secara science dan medis yang dikenal dengan istilah neurodivergent. Istilah ini mungkin terdengar asing ditelinga kita, karena kebanyakan dari kita pasti lebih mengenal istilah turunan dari neurodivergent seperti autisme, ADHD, ataupun disleksia.

Baca juga:
Darurat Kesehatan Mental Anak Indonesia: Terhimpit Tekanan Hidup yang Tak… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan hasil temuan dari pogram Cek Kesehatan Gratis (CKG)…
  • Darurat Kesehatan Mental Anak Indonesia: Terhimpit Tekanan Hidup yang Tak Pernah Mereka…

Melansir dari Cleveland Clinic, neurodivergent merupakan istilah non medis untuk menggambarkan seseorang yang memiliki perkembangan atau cara kerja otak yang berbeda dari kebanyakan orang.

Sederhananya, neurodivergent itu digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cara kerja dan perkembangan otaknya berbeda dan unik daripada anak pada umumnya, atau bisa disebut dengan anak neurotypical.

Perbedaan perkembangan otak anak ini lah yang kemudian terlihat dari cara anak belajar, berkomunikasi, memproses informasi, berkonsentrasi, berinteraksi, hingga merespon lingkungannya.

Tapi konsep neurodiversity sendiri memang melihat bahwasanya manusia memang punya keragaman dalam cara kerja otak. Jadi, tidak ada satu pola otak yang menjadi satu-satunya standar untuk semua orang.

Di Balik Tragedi Bocah Autis Tabrak 10 Biksu hingga Tewas, Polisi Curiga Ada Orang Dewasa Terlibat

Jenis Neurodivergent

Neurodivergent bukan nama penyakit atau diagnosis tertentu. Istilah ini dapat mencakup sejumlah kondisi, di antaranya autisme, ADHD, disleksia, hingga giftedness.

1. Autisme

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi perkembangan saraf yang dapat memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, perilaku, serta cara seseorang memproses lingkungan di sekitarnya. Disebut sebagai spektrum, karena karakteristik dan kebutuhan setiap anak bisa sangat berbeda.

Ada anak yang membutuhkan dukungan cukup besar dalam komunikasi dan aktivitas sehari-hari. Ada pula yang memiliki kemampuan tertentu yang sangat menonjol, misalnya dalam matematika, seni, musik, memori, atau bidang lainnya.

Kementerian Kesehatan memperkirakan pada 2024 terdapat sekitar 2,4 juta orang dengan autisme di Indonesia. Angka tersebut merupakan estimasi, bukan jumlah anak yang seluruhnya telah mendapatkan diagnosis.

2. ADHD

ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder berkaitan dengan pola perhatian, impulsivitas, dan aktivitas yang berbeda.

Karakteristiknya dapat dilihat dari anak yang sulit mempertahankan perhatian, mengendalikan impuls, atau mengatur aktivitas. Namun, ADHD tidak berarti anak malas atau tidak mau mendengarkan.

Biasanya memang anak ADHD punya cara belajar dan berkonsentrasi yang membutuhkan pendekatan berbeda.

3. Disleksia

Disleksia merupakan perbedaan dalam kemampuan membaca dan memproses bahasa tertulis.

Anak dengan disleksia bukan berarti tidak cerdas. Mereka dapat memiliki kemampuan dan potensi yang sama seperti anak lainnya, tetapi memang membutuhkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya.

Karena itu, kesulitan membaca tidak seharusnya langsung dianggap sebagai tanda anak malas belajar.

4. Giftedness

Dalam pembicaraan mengenai neurodiversity, giftedness juga terkadang dibahas karena anak dengan kemampuan intelektual atau bakat tertentu yang jauh menonjol dapat memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.

Anak yang cepat memahami pelajaran, misalnya, belum tentu cocok dengan metode pembelajaran yang sama persis dengan teman-temannya. Artinya, kemampuan yang tinggi pun tetap bisa membutuhkan pendekatan pendidikan yang sesuai.

Jadi, Apakah Neurodivergent Itu Penyakit?

Ini bagian yang penting, neurodivergent bukanlah nama penyakit yang harus “disembuhkan”. Istilah ini lebih ke menggambarkan adanya perbedaan dalam cara kerja otak manusia.

Namun, beberapa kondisi yang termasuk dalam neurodivergensi seperti autisme dan ADHD merupakan kondisi perkembangan saraf yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari dan mungkin membutuhkan dukungan profesional.

Karena itu, tujuan pendampingan bukan semata-mata membuat anak menjadi neurotypical atau menghilangkan seluruh karakteristiknya.

Fokusnya lebih kepada membantu anak mengembangkan kemampuan, berkomunikasi, belajar, mengelola kebutuhan sehari-hari, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri sesuai potensinya.

Lalu, Kenapa Ada Terapi?

Mungkin kebanyakan orang akan bertanya, kalau neurodivergent bukan sesuatu yang harus “disembuhkan”, lalu mengapa ada anak yang menjalani terapi?

Sebenarnya terapi bukan berarti berusaha menghapus identitas atau cara kerja otak anak, tapi pendampingan profesional dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, anak dapat dibantu untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, keterampilan sosial, regulasi emosi, kemampuan motorik, kemandirian, atau keterampilan belajar.

Memang kebutuhan setiap anak tentu berbeda. Karena itu, pendekatan yang diberikan sebaiknya tidak disamaratakan.

Pada akhirnya, memahami anak neurodivergent bukan tentang mencari cara agar mereka menjadi sama dengan anak lainnya.

Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap anak memiliki cara belajar dan berkembang yang berbeda, sehingga dukungan yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Tag:ADHDanak anakautismedisleksiaGiftednessNeurodivergent
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral! Challenge Hafal Ayat Alquran Ditukar Miras di Booth Festival Musik, Ustaz Hilmi: Kelewatan
By Syifa Fauziah
Booth di acara festival musik yang menawarkan miras dengan syarat hafalan ayat surat Alquran.
1
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
2
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
3
25 Ucapan Ulang Tahun Islami Penuh Doa dan Makna, Cocok untuk Sahabat hingga Orang Tersayang
By Syifa Fauziah
Ilustrasi Ulang Tahun
4
Rantai Sengketa Lama Belum Putus: Persib Kembali Terjerat FIFA Registration Ban
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Persib Bandung Uilliam Barros Pereira (kedua kiri) bersama rekan setim berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Hype

Viral! Pengalaman Belasan Tahun Tak Jamin Mudah Dapat Kerja, Netizen: Sekarang Bukan Lagi Soal Passion

Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan, banyak orang memilih banting setir demi…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Hype

Bukan Cuma Sibuk di BI, Ini Lima Hobi Destry Damayanti Menarik untuk Diulik

Selama ini mungkin orang-orang mengenal Destry Damayanti sebagai ekonom yang punya rekam…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Ilustrasi pembalut.
Hype

Ternyata Begini Cara Buang Pembalut Bekas yang Benar, Jangan Langsung Masuk Tempat Sampah!

Pembalut sekali pakai menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga yang hampir…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Wortel oranye
Hype

Benarkah Warna Asli Wortel Bukan Oranye? Ini Sejarahnya

Wortel identik dengan warna oranye. Saat membayangkan sayuran ini, sebagian besar orang…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up