Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / TNI Klaim Bertanggung Jawab atas Keamanan Warga, YLBHI Tegaskan Itu Keliru!
Nasional

TNI Klaim Bertanggung Jawab atas Keamanan Warga, YLBHI Tegaskan Itu Keliru!

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Agustus 12, 2026 2:16 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU)
SHARE

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur mengkritik pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menyebut TNI bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di seluruh Indonesia. 

Daftar isi Konten
  • Kekeliruan Panglima TNI Memilih Kata
  • Unjuk Rasa Bukan Ancaman Negara
  • Kemunduran Supremasi Sipil

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan penjelasan bahwa TNI telah dan akan terus melakukan patroli di berbagai wilayah, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan demonstrasi seperti yang terjadi pada Agustus tahun lalu.

Keamanan masyarakat bukan mandat TNI: hentikan militerisasi ruang sipil,”

tegas Isnur, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. 
Baca juga:
China Gandeng RI Latihan Militer di Timur Taiwan, Taipei Murka… Angkatan Laut China dan Indonesia dijadwalkan menggelar latihan bersama di perairan sebelah…
YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti penggunaan…
YLBHI Sentil Jargon 'Percepatan' Prabowo: Untuk Siapa? Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur, mempertanyakan dampak…
  • China Gandeng RI Latihan Militer di Timur Taiwan, Taipei Murka dan Bereaksi…
  • YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi
  • YLBHI Sentil Jargon 'Percepatan' Prabowo: Untuk Siapa?

Kekeliruan Panglima TNI Memilih Kata

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kanan) berjalan masuk untuk mengikuti Rapat Satuan Tugas Pengawasan Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/tom)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kanan) berjalan masuk untuk mengikuti Rapat Satuan Tugas Pengawasan Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/tom)

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai pernyataan tersebut bukan sekadar kekeliruan memilih kata. Klaim TNI sebagai penanggung jawab keamanan masyarakat dinilai semakin mengaburkan batas antara fungsi pertahanan dan keamanan dalam negeri.

Menurut Isnur, kondisi tersebut berisiko membuat kehadiran militer dalam kehidupan sipil dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Terlebih, konstitusi telah membagi mandat TNI dan Polri secara tegas yaitu pasal 30 UUD 1945 menempatkan TNI sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara.

Sementara keamanan dan ketertiban masyarakat, perlindungan dan pelayanan kepada warga, serta penegakan hukum merupakan tanggung jawab Polri,”

bebernya.

Isnur menambahkan, pemisahan TNI dan Polri merupakan salah satu capaian penting Reformasi untuk mengakhiri dwifungsi ABRI dan dominasi militer dalam urusan sipil.

Ia mengingatkan Indonesia memiliki pengalaman panjang dan pahit ketika militer diberi ruang terlalu besar dalam kehidupan masyarakat.

Kebebasan dibungkam, kekerasan dibiarkan, pelanggaran HAM terjadi, sementara pertanggungjawaban sulit diperoleh,”

ujarnya.

Isnur mengatakan undang-undang memang memungkinkan TNI membantu Polri dalam kerangka operasi militer selain perang. Namun, posisi sebagai pihak yang membantu tidak memberikan kewenangan mandiri kepada TNI untuk menetapkan ancaman, menentukan wilayah operasi, atau menjalankan patroli keamanan secara rutin.

Perbantuan harus didasarkan pada kebutuhan yang nyata dan permintaan yang sah. Lingkup, tujuan, jangka waktu, kendali operasi, dan pertanggungjawabannya juga harus dapat diperiksa oleh publik,”

ucapnya.

Karena itu, Isnur menilai dalih koordinasi, kolaborasi, maupun pelaksanaan berdasarkan SOP tidak cukup untuk membenarkan pengerahan militer di ruang sipil.

SOP merupakan aturan internal. Ia tidak dapat menciptakan kewenangan yang tidak diberikan oleh konstitusi dan undang-undang,”

tegas Isnur.

Unjuk Rasa Bukan Ancaman Negara

Massa aksi mahasiswa di depan gedung DPR.
Massa aksi mahasiswa di depan gedung DPR. (Foto: Owrite/Rahmat Tunny).

Isnur menyoroti patroli TNI yang dikaitkan dengan kemungkinan demonstrasi. Menurutnya, unjuk rasa bukan ancaman terhadap negara, melainkan hak konstitusional warga untuk berkumpul, menyampaikan pendapat, dan mengawasi jalannya kekuasaan.

Menghadapi demonstrasi dengan patroli militer menunjukkan cara pandang yang keliru. Warga diperlakukan sebagai potensi ancaman, bukan sebagai pemegang kedaulatan yang sedang menggunakan haknya,”

kata Isnur.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat menimbulkan ketakutan dan intimidasi terhadap mahasiswa, buruh, petani, masyarakat adat, perempuan, jurnalis, pembela lingkungan, pembela HAM, serta kelompok lain yang memperjuangkan haknya. 

Keterlibatan TNI juga berisiko menyeret prajurit melakukan pemeriksaan, penangkapan, interogasi, pengawasan, atau tindakan penegakan hukum lain yang bukan kewenangannya.

Prajurit dapat terseret melakukan pemeriksaan, penangkapan, interogasi, pengawasan, atau tindakan penegakan hukum lain yang bukan menjadi kewenangannya,”

ujarnya.

Jika kekerasan terjadi, masyarakat berpotensi kembali berhadapan dengan sistem pertanggungjawaban militer yang tertutup dan persoalan impunitas. 

Isnur juga mempertanyakan alasan pemerintah terus melihat kritik, demonstrasi, dan ketidakpuasan rakyat sebagai gangguan keamanan.

Persoalannya bukan apakah masyarakat seharusnya dikendalikan oleh TNI atau Polri. Persoalan yang harus dijawab adalah mengapa pemerintah terus memperlakukan kritik, demonstrasi, dan ketidakpuasan rakyat sebagai gangguan keamanan yang mesti dihadapi dengan pengerahan aparat,”

kata M. Isnur.

Kemunduran Supremasi Sipil

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.)

Koalisi menilai pelibatan militer juga semakin luas dalam pemerintahan, program pembangunan, dan urusan yang seharusnya dijalankan lembaga sipil. Kondisi itu dinilai berisiko menjadi kemunduran supremasi sipil.

Dalam negara demokratis, penggunaan kekuatan militer di ruang sipil harus menjadi pengecualian, bukan kebiasaan. Setiap pelibatan harus memiliki dasar hukum, tujuan dan batas waktu yang jelas, tunduk pada kendali sipil, serta terbuka terhadap pengawasan publik,”

kata Isnur. 

Atas dasar itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak:

  1. Panglima TNI mencabut dan mengoreksi pernyataannya serta menghentikan klaim bahwa TNI merupakan penanggung jawab utama keamanan masyarakat di seluruh Indonesia.
  2. Presiden menghentikan pelibatan militer dalam keamanan sipil yang tidak memiliki dasar hukum, kebutuhan terukur, batas waktu, dan mekanisme pertanggungjawaban.
  3. Polri menjelaskan apakah pernah meminta perbantuan TNI dan apa lingkup permintaan tersebut, serta memastikan prajurit TNI tidak melakukan tindakan penegakan hukum.
  4. DPR memanggil Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri untuk memastikan tidak terjadi pengambilalihan fungsi keamanan sipil oleh militer.
  5. TNI dan Polri menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat, menghentikan intimidasi terhadap demonstrasi, serta menjamin tidak ada pengerahan kekuatan yang menghambat kebebasan sipil.
Baca juga:
Rampung Diperiksa 7 Jam, Eks Jampidsus Masih Dapat Pengawalan Ketat… Tersangka dugaan korupsi eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie…
Perdana Pakai Baju Tahanan, Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung dengan… Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah perdana tampil…
Ingat! Dominasi Simbol Militer di URI Bisa Geser Cara Generasi… Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran Jannus TH Siahaan menilai dominasi figur atau…
  • Rampung Diperiksa 7 Jam, Eks Jampidsus Masih Dapat Pengawalan Ketat TNI Bersenjata
  • Perdana Pakai Baju Tahanan, Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung dengan Tangan Diborgol…
  • Ingat! Dominasi Simbol Militer di URI Bisa Geser Cara Generasi Muda Memaknai…
Tag:Agus SubiyantoDwifungsi ABRIPanglima TNISupremasi SipilTNIYLBHI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Seskab Teddy-Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik Versi IPO, Pengamat: Sangat Tidak Logis
By Rika Pangesti
Ilustrasi Bahlil
1
Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb
By Natania Longdong
Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
2
Viral Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Newport Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
By Syifa Fauziah
Booth Newport di festival musik.
3
Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun
By Anisa Aulia
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
4
Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari Anak Alami Neurodivergent
By Ani Ratnasari
Survei “Suara Orang Tua” yang dilakukan oleh Atelier of Minds (AOM)
5

BERITA LAINNYA

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh
Nasional

MUI Bereaksi Keras soal Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Bentuk Perendahan Kesucian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara perihal viralnya aksi promosi minuman keras…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
48 detik lalu
Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok oleh Tim SAR. (Sumber: Tim SAR Mataram)
Nasional

Update Terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, 1 Penumpang Tewas

Insiden terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di Selat Lombok, menyebabkan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
58 menit lalu
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II. (Sumber: YouTube BPIP RI)
Nasional

Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan Sering Loncat Pagar!

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti pentingnya karakter dalam membentuk manusia Indonesia…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi prajurit TNI diamankan Denpom TNI.
Nasional

Aiptu Asep Tewas Tragis dalam Kecelakaan, Tiga Prajurit TNI Diperiksa Denpom

Anggota Polrestabes Bandung Aiptu Asep Suhara tewas usai terlibat kecelakaan dengan prajurit…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up