Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ayah Punya Peran Penting Cegah Stunting
Kesehatan

Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ayah Punya Peran Penting Cegah Stunting

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 31, 2026 2:42 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Petugas menimbang berat badan anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah
Petugas menimbang berat badan anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah ( ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/bar/foc)
SHARE

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pemenuhan kesehatan dan gizi anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.

Daftar isi Konten
  • Gerakan Keayahan
  • Pemberian ASI Eksklusif

Peran ayah dinilai penting untuk memastikan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berjalan optimal sebagai salah satu upaya mencegah stunting.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada ibu.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan ayah diperlukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Baca juga:
Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahaya paparan kabut asap kebakaran hutan dan…
Pertama di Indonesia! RSAB Harapan Kita Bedah Janin dalam Kandungan Kelainan bawaan pada bayi kini dapat ditangani bahkan sebelum persalinan. Tim dokter…
RS Lapangan Berstruktur Balon di NTT Jadi Penyelamat, Dokter Tetap… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara…
  • Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru dan Otak
  • Pertama di Indonesia! RSAB Harapan Kita Bedah Janin dalam Kandungan
  • RS Lapangan Berstruktur Balon di NTT Jadi Penyelamat, Dokter Tetap Operasi Saat…

Karena itu, Kemenkes menginisiasi Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pemenuhan kesehatan anak.

Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak,”

ujar Dante dalam keterangan resmi dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Gerakan Keayahan

Dante mengatakan Gerakan Keayahan diharapkan menjadi pengembangan dari konsep Suami Siaga yang selama ini dikenal dalam mendampingi ibu saat persalinan.

Dalam program 1.000 HPK, ayah juga didorong menjadi “Ayah Siaga” yang terlibat dalam memastikan anak mendapatkan pemenuhan kesehatan dan gizi sejak dini.

Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat,”

katanya.

Program 1.000 HPK mencakup periode sejak 270 hari masa kehamilan hingga 730 hari atau ketika anak berusia di bawah dua tahun.

Periode tersebut menjadi fase penting bagi tumbuh kembang anak karena perkembangan otak berlangsung sangat pesat.

Pemerintah menempatkan program 1.000 HPK sebagai salah satu strategi untuk mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung optimal.

Menurut Dante, intervensi 1.000 HPK bahkan perlu dipersiapkan sebelum kehamilan. Pemerintah menetapkan empat target intervensi utama, yakni fase sebelum hamil, masa kehamilan hingga bayi baru lahir, periode baduta, serta penguatan layanan kesehatan.

Pada fase sebelum hamil, intervensi diarahkan pada kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin agar pasangan siap secara fisik.

Saat kehamilan dan persalinan, ibu didorong mendapatkan pemeriksaan, termasuk USG, serta persalinan di fasilitas kesehatan yang aman.

Pemberian ASI Eksklusif

Sementara pada periode baduta, intervensi mencakup pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitas dan pembiayaan di puskesmas serta rumah sakit.

MBG Belum Berdampak? Angka Stunting Sanggau Naik, Netizen Singgung Anggaran Rp90 Triliun

Dante menegaskan seluruh intervensi tersebut membutuhkan dukungan keluarga. Keterlibatan ayah menjadi penting agar pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun fondasi kesehatan dan pendidikan anak.

Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun quality time antara bapak, ibu, dan anak,”

ujar Veronica.

Veronica juga mengingatkan pentingnya kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Ia mendorong orang tua kembali membiasakan anak mengonsumsi masakan rumah dibandingkan makanan instan.

Tag:ASIGiziKehamilanKemenkesStuntingWamenkes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kamus Nyeleneh Warga Threads: Gibran Malah jadi Kode ‘Kosong’ hingga Prabowo Berarti ‘Asbun’
By Ani Ratnasari
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
1
Misterius! Markas GRIB Jaya di Kebon Jeruk Terbakar Dini Hari, Penyebabnya Belum Terungkap
By Rahmat Baihaqi
Kondisi posko ormas GRIB Jaya pasca terbakar.
2
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Dipilih Lewat Musyawarah AHWA
By Natania Longdong
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.
3
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih: Cicit KH Hasyim Asy’ari, Pernah Menjadi Pelaut hingga Memimpin Tebuireng
By Ani Ratnasari
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kedua kanan) menandatangani pakta integritas usai ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
4
BMKG Catat 10.232 Gempa Susulan di Flores NTT, 188.161 Warga Mengungsi
By Ani Ratnasari
Update Gempa Bumi Susulan di Flores NTT, 31 Agustus 2026. (Sumber: IG @infobmkg)
5

BERITA LAINNYA

Pasien open fetal surgery setelah menjalan tindakan oleh tim medis, di RSAB Harapan Kita, Jakarta, 25 Agustus 2026.
Kesehatan

Pertama di Indonesia! RSAB Harapan Kita Bedah Janin dalam Kandungan

Kelainan bawaan pada bayi kini dapat ditangani bahkan sebelum persalinan. Tim dokter…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
6 jam lalu
Sebuah perahu melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat
Kesehatan

Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada lebih dari 10,67 juta penduduk…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Kesehatan

Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru dan Otak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahaya paparan kabut asap kebakaran hutan dan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Warga berupaya memadamkan Kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026).
Kesehatan

Kabut Asap Karhutla Ancam Napas Warga, Kemenkes Kerahkan 321 Nakes dan Siapkan Rumah Oksigen

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan Rumah Oksigen di sejumlah wilayah terdampak kebakaran…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up