Harga minyak dunia naik pada perdagangan Rabu, seiring ketegangan di Timur Tengah. Sebab, Amerika Serikat (AS) terus melancarkan serangan baru terhadap Iran, sementara Teheran dilaporkan melakukan serangan balasan terhadap sekutu AS.
Dilansir dari CNBC pada Rabu, 2 Agustus 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November naik lebih dari 2 persen menjadi US$96,59 per barel.
Sedangkan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Oktober naik 1,73 persen menjadi US$91,78 per barel.
Kapal Kena Rudal


Komando Pusat AS (U.S. Central Command) mengatakan dalam unggahan di X bahwa serangan tersebut dilakukan merespons upaya serangan terbaru oleh IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz, dan terhadap personel militer AS.
Menurut laporan yang dirilis oleh U.K. Maritime Trade Operations Centre, sebuah kapal tanker terkena tiga proyektil tidak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Senin.
Saya tidak berusaha memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan. Saya jauh lebih menyukai posisi kita saat ini, dengan hampir sepenuhnya menguasai Selat Hormuz dan ekonomi mereka yang benar-benar sedang runtuh,”
kata Presiden AS Donald Trump dalam unggahan di Truth Social.
Harga Minyak Bergejolak


Sebagai respons terhadap serangan terbaru AS, Iran dilaporkan menyerang Kuwait, Yordania, dan Bahrain dengan drone dan rudal, menurut Al Jazeera.
Semakin lama perang dengan Iran berlanjut, harga minyak akan terus tetap tinggi dan bergejolak,”
kata Kepala ETF di Strategy Shares Edward Rosenberg.

























