Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam memahami dan mengingat informasi. Ada anak yang lebih mudah belajar melalui gambar, ada yang senang mendengarkan penjelasan, sementara anak lainnya justru lebih cepat memahami materi ketika terlibat langsung dalam aktivitas.
Perbedaan tersebut membuat cara belajar yang efektif bagi satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya.
Karena itu, orang tua dan guru perlu mengenali preferensi belajar anak agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan menyenangkan.
Mengenal Model VARK
Dilansir dari laman Halodoc (22 Juni 2026), salah satu model yang dapat digunakan untuk mengenali preferensi belajar adalah VARK (visual, aural, read/write, kinesthetic) yang dikembangkan oleh Neil D. Fleming dan Colleen Mills.
Model ini mulai dikembangkan Fleming pada 1987 dan diperkenalkan secara formal melalui tulisan Not Another Inventory, Rather a Catalyst for Reflection yang diterbitkan pada 1992 dalam To Improve the Academy.
VARK membagi preferensi belajar menjadi empat modalitas, yaitu visual, aural atau auditori, read/write, dan kinestetik. Model ini dapat menjadi alat untuk membantu seseorang merefleksikan cara yang cenderung disukai ketika menerima informasi. Berikut penjelasan keempat modelnya.
Model Visual
Anak dengan preferensi visual cenderung terbantu ketika informasi disajikan dalam bentuk yang dapat dilihat. Gambar, diagram, grafik, peta konsep, simbol, atau tampilan yang terstruktur dapat membuat informasi lebih mudah dipahami.
Dalam kegiatan belajar, orang tua dan guru dapat menggunakan mind map, ilustrasi, tabel, diagram, atau video yang sesuai dengan materi.
Penggunaan warna untuk membedakan informasi penting juga dapat membantu membuat materi lebih terstruktur dan mudah dipelajari.
Model Auditori
Anak dengan preferensi auditori cenderung menikmati proses belajar yang melibatkan suara. Penjelasan secara lisan, percakapan, diskusi, tanya jawab, atau kegiatan bercerita menjadi cara yang menarik bagi mereka.
Contohnya, ketika mempelajari sebuah cerita, anak mungkin lebih antusias ketika guru membacakannya dengan intonasi yang berbeda.
Strategi yang dapat dicoba antara lain menjelaskan materi dengan suara keras, mengajak anak berdiskusi, melakukan tanya jawab, atau meminta mereka menceritakan kembali materi yang baru dipelajari. Lagu atau irama juga dapat digunakan sebagai variasi bahan ajar.
Model Read/Write
Dalam model VARK, preferensi read/write berkaitan dengan kecenderungan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan dan bacaan.
Anak dengan preferensi ini mungkin merasa lebih nyaman ketika materi disajikan dalam bentuk teks, daftar, catatan, atau penjelasan tertulis.
Untuk mendukung proses belajarnya, orang tua dan guru dapat meminta anak membuat rangkuman, menuliskan poin-poin penting, membuat daftar istilah, atau menjawab pertanyaan secara tertulis. Setelah membaca sebuah materi, anak juga dapat diminta menjelaskan kembali dalam bentuk tulisan.
Model Kinestetik
Anak dengan preferensi kinestetik cenderung tertarik pada kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung, praktik, gerakan, atau penggunaan benda nyata.
Mereka mungkin merasa lebih mudah memahami materi ketika dapat mencoba sesuatu daripada hanya mendengarkan penjelasan.
Kegiatan seperti praktik, simulasi, eksperimen, membuat kerajinan, permainan edukatif, atau role-playing dapat menjadi variasi yang menarik.
Anak juga dapat diberikan kesempatan untuk bergerak di sela-sela kegiatan belajar agar tidak harus terus-menerus duduk dalam waktu lama.
Jangan Melabeli Anak
Mengenali preferensi belajar bukan berarti memasukkan anak ke dalam satu kategori secara permanen. Seorang anak dapat menikmati gambar ketika belajar IPA, tetapi lebih senang berdiskusi ketika belajar bahasa Indonesia dan membutuhkan praktik ketika belajar olahraga.
Karena itu, penggunaan model VARK sebaiknya menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan belajar anak, bukan sebagai label yang membatasi kemampuannya.
Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai metode belajar. Dengan begitu, mereka tidak hanya bergantung pada satu cara, tetapi dapat mengembangkan kemampuan untuk memahami informasi melalui berbagai bentuk.






















