Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Jangan Samakan Cara Belajar Anak, Kenali Gaya yang Cocok
Hype

Jangan Samakan Cara Belajar Anak, Kenali Gaya yang Cocok

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: September 3, 2026 10:13 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi anak sedang belajar
Ilustrasi anak sedang belajar (Foto: Unsplash/CDC)
SHARE

Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam memahami dan mengingat informasi. Ada anak yang lebih mudah belajar melalui gambar, ada yang senang mendengarkan penjelasan, sementara anak lainnya justru lebih cepat memahami materi ketika terlibat langsung dalam aktivitas.

Daftar isi Konten
  • Mengenal Model VARK
  • Model Visual
  • Model Auditori
  • Model Read/Write
  • Model Kinestetik
  • Jangan Melabeli Anak

Perbedaan tersebut membuat cara belajar yang efektif bagi satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya.

Karena itu, orang tua dan guru perlu mengenali preferensi belajar anak agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Mengenal Model VARK

Dilansir dari laman Halodoc (22 Juni 2026), salah satu model yang dapat digunakan untuk mengenali preferensi belajar adalah VARK (visual, aural, read/write, kinesthetic) yang dikembangkan oleh Neil D. Fleming dan Colleen Mills.

Baca juga:
Sebut Semua Agama Kompak Menolak, Kemenag Siapkan Materi Edukasi Bendung… Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan materi edukasi terkait pembendungan penyebaran budaya Lesbian,…
Amalan Sederhana, Ini Doa Memakai Pakaian dan Artinya Berpakaian merupakan aktivitas sehari-hari yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Dalam…
Niat Edukasi Bahaya Narkoba, Video Polisi China Malah Dipenuhi Momen… Video kampanye anti narkoba milik Kepolisian Guangzhou, China, viral di media sosial…
  • Sebut Semua Agama Kompak Menolak, Kemenag Siapkan Materi Edukasi Bendung Budaya LGBTQ
  • Amalan Sederhana, Ini Doa Memakai Pakaian dan Artinya
  • Niat Edukasi Bahaya Narkoba, Video Polisi China Malah Dipenuhi Momen Lucu

Model ini mulai dikembangkan Fleming pada 1987 dan diperkenalkan secara formal melalui tulisan Not Another Inventory, Rather a Catalyst for Reflection yang diterbitkan pada 1992 dalam To Improve the Academy.

VARK membagi preferensi belajar menjadi empat modalitas, yaitu visual, aural atau auditori, read/write, dan kinestetik. Model ini dapat menjadi alat untuk membantu seseorang merefleksikan cara yang cenderung disukai ketika menerima informasi. Berikut penjelasan keempat modelnya.

Model Visual

Anak dengan preferensi visual cenderung terbantu ketika informasi disajikan dalam bentuk yang dapat dilihat. Gambar, diagram, grafik, peta konsep, simbol, atau tampilan yang terstruktur dapat membuat informasi lebih mudah dipahami.

Dalam kegiatan belajar, orang tua dan guru dapat menggunakan mind map, ilustrasi, tabel, diagram, atau video yang sesuai dengan materi.

Penggunaan warna untuk membedakan informasi penting juga dapat membantu membuat materi lebih terstruktur dan mudah dipelajari.

Model Auditori

Anak dengan preferensi auditori cenderung menikmati proses belajar yang melibatkan suara. Penjelasan secara lisan, percakapan, diskusi, tanya jawab, atau kegiatan bercerita menjadi cara yang menarik bagi mereka.

Contohnya, ketika mempelajari sebuah cerita, anak mungkin lebih antusias ketika guru membacakannya dengan intonasi yang berbeda.

Strategi yang dapat dicoba antara lain menjelaskan materi dengan suara keras, mengajak anak berdiskusi, melakukan tanya jawab, atau meminta mereka menceritakan kembali materi yang baru dipelajari. Lagu atau irama juga dapat digunakan sebagai variasi bahan ajar.

Model Read/Write

Dalam model VARK, preferensi read/write berkaitan dengan kecenderungan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan dan bacaan.

Anak dengan preferensi ini mungkin merasa lebih nyaman ketika materi disajikan dalam bentuk teks, daftar, catatan, atau penjelasan tertulis.

Untuk mendukung proses belajarnya, orang tua dan guru dapat meminta anak membuat rangkuman, menuliskan poin-poin penting, membuat daftar istilah, atau menjawab pertanyaan secara tertulis. Setelah membaca sebuah materi, anak juga dapat diminta menjelaskan kembali dalam bentuk tulisan.

Model Kinestetik

Anak dengan preferensi kinestetik cenderung tertarik pada kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung, praktik, gerakan, atau penggunaan benda nyata.

Mereka mungkin merasa lebih mudah memahami materi ketika dapat mencoba sesuatu daripada hanya mendengarkan penjelasan.

Hindari Marahi Anak di Lima Waktu Ini demi Kesehatan Mental dan Perkembangannya

Kegiatan seperti praktik, simulasi, eksperimen, membuat kerajinan, permainan edukatif, atau role-playing dapat menjadi variasi yang menarik.

Anak juga dapat diberikan kesempatan untuk bergerak di sela-sela kegiatan belajar agar tidak harus terus-menerus duduk dalam waktu lama.

Jangan Melabeli Anak

Mengenali preferensi belajar bukan berarti memasukkan anak ke dalam satu kategori secara permanen. Seorang anak dapat menikmati gambar ketika belajar IPA, tetapi lebih senang berdiskusi ketika belajar bahasa Indonesia dan membutuhkan praktik ketika belajar olahraga.

Karena itu, penggunaan model VARK sebaiknya menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan belajar anak, bukan sebagai label yang membatasi kemampuannya.

Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai metode belajar. Dengan begitu, mereka tidak hanya bergantung pada satu cara, tetapi dapat mengembangkan kemampuan untuk memahami informasi melalui berbagai bentuk.

Tag:EdukasiGaya Belajar AnakPola Asuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
1
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
2
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
3
40.759 Orang Diduga Keracunan MBG, JPPI: Ganti Kepala BGN Tak Selesaikan Masalah
By Natania Longdong
Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit
4
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat: Reshuffle Jangan Jadi Bagi-Bagi Jatah Kue Politik!
By Rahmat Tunny
Ilustrasi reshuffle kabinet
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi regulasi hukuman mati pembakar hutan.
Hype

Aljazair Siapkan Hukuman Mati Pembakar Hutan, Bagaimana Indonesia?

Aljazair mengambil langkah tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan. Presiden Abdelmadjid Tebboune…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
3 jam lalu
Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Hype

Kementan Dapat Rp28 Triliun untuk 2027, Padi hingga Tebu Jadi Prioritas

Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
4 jam lalu
Sherina Munaf
Hype

Sherina Terjun ke Tengah Karhutla Kalimantan, Soroti Nasib Warga dan Orangutan

Nama penyanyi Sherina Munaf menjadi perhatian usai membagikan pengalamannya mendatangi langsung wilayah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
Hype

Warga Sumsel Ditawari Rp150 Ribu Sehari Jadi Satgas Karhutla, Netizen: Nunggu Loker Kupas Bawang

Warga Sumatera Selatan (Sumsel) berkesempatan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up