Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran Rp240,2 triliun pada 2027. Sekira 96,95 persen atau Rp232,87 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional.
“Anggaran BGN sebesar 240,2 triliun rupiah. Ini terbagi dalam dua program,”
kata Kepala BGN Sudaryono di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Selain pemenuhan gizi nasional, BGN memiliki program dukungan manajemen yang mengalokasikan Rp7,325 triliun atau 3,05 persen dari total anggaran tersebut.
Berdasarkan jenis belanja, sebagian besar anggaran BGN juga merupakan belanja barang yang mencapai Rp233,12 triliun atau 97,08 persen; serta Rp7,08 triliun atau 2,92 persen dialokasikan untuk belanja pegawai.
“Dilihat dari jenis belanja, anggaran ini terdiri atas belanja barang Rp233,12 triliun dan belanja pegawai Rp7,08 triliun,”
kata Sudaryono.
Dalam sisi fungsi, anggaran BGN dibagi menjadi tiga klaster. Berikut daftarnya:
| Fungsi Anggaran BGN | Alokasi Anggaran | Persentase | Peruntukan |
|---|---|---|---|
| Pendidikan | Rp198,96 triliun | 82,83% | MBG bagi peserta didik di satuan pendidikan, termasuk guru dan tenaga kependidikan |
| Kesehatan | Rp33,54 triliun | 13,96% | MBG bagi kelompok penerima manfaat 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita |
| Pelayanan Umum | Rp7,69 triliun | 3,20% | Kegiatan teknis MBG dan dukungan manajemen |
| Total | Rp240,19 triliun | 99,99% | — |























