Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wilayah Adat Terancam Kawasan Tambang, 23 Juta Hektare Disebut Tumpang Tindih
Nasional

Wilayah Adat Terancam Kawasan Tambang, 23 Juta Hektare Disebut Tumpang Tindih

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: September 4, 2026 10:59 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Sekitar 20-30 persen wilayah kelola Masyarakat Adat di Indonesia disebut tumpang tindih dengan kawasan pertambangan. Temuan tersebut diungkap Working Group ICCAs Indonesia (WGII) dalam peluncuran kertas kebijakan dan peta kawasan terlarang untuk pertambangan mineral di Universitas Gadjah Mada, pada 2 September lalu.

Daftar isi Konten
  • Wilayah Adat Masih Terancam Eksploitasi
  • Finansialisasi Alam Ikut Jadi Sorotan

Koordinator Eksekutif WGII Cindy Julianti mengatakan dari sekitar 29 juta hektare kawasan yang dikelola Masyarakat Adat, sekitar 23 juta hektare di antaranya mengalami tumpang tindih dengan fungsi kawasan. Sebagian dari wilayah tersebut juga berada di kawasan pertambangan.

Tumpang tindih antara pertambangan dan wilayah kelola Masyarakat Adat ini juga ditemukan WGII,”

kata Cindy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 4 September 2026.
Baca juga:
Bikin 'Paru-Paru IKN' Rusak: Satgas PKH Kuasai 105,37 Hektare Tambang… Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menguasai kembali lahan 105,37 hektare…
Mulai 1 September, Eksportir Tambang Dapat Kelonggaran 'Parkir' DHE di… Pemerintah mulai 1 September 2026 memberikan kelonggaran bagi eksportir sektor pertambangan yang…
147 Kasus Petani Dipidana di 11 Provinsi, KPA Desak Kapolri… Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengungkap 147 kasus pemidanaan terhadap petani dan masyarakat…
  • Bikin 'Paru-Paru IKN' Rusak: Satgas PKH Kuasai 105,37 Hektare Tambang Ilegal PT…
  • Mulai 1 September, Eksportir Tambang Dapat Kelonggaran 'Parkir' DHE di RI
  • 147 Kasus Petani Dipidana di 11 Provinsi, KPA Desak Kapolri Turun Tangan

Wilayah Adat Masih Terancam Eksploitasi

Aktivitas pengangkutan material tambang menggunakan haul truck.
Aktivitas pengangkutan material tambang menggunakan haul truck. (esdm.go.id)

Menurut Cindy, persoalan perlindungan tidak berhenti pada wilayah adat yang telah ditetapkan atau dijaga sebagai kawasan konservasi. 

Ia menilai masih terdapat celah yang membuat kawasan bernilai ekologis dan penting bagi Masyarakat Adat berpotensi kembali dibuka untuk eksploitasi.

Areal yang dikonservasi, terutama yang dijaga Masyarakat Adat dan komunitas lokal, masih disebut sebagai kawasan cadangan,”

ujarnya.

Cindy mengatakan status tersebut menunjukkan bahwa kawasan yang saat ini dikonservasi belum sepenuhnya terbebas dari ancaman eksploitasi. 

Wilayah yang dijaga Masyarakat Adat dan komunitas lokal berpotensi kembali menjadi sasaran ketika sumber daya di kawasan yang telah dialokasikan untuk pertambangan mulai menipis.

Jadi kawasan konservasi pun belum benar-benar aman,”

beber Cindy.

Finansialisasi Alam Ikut Jadi Sorotan

Cindy juga menyoroti munculnya berbagai agenda finansialisasi alam yang dinilai turut memberikan tekanan terhadap wilayah yang selama ini dilindungi oleh Masyarakat Adat.

Temuan tersebut menjadi bagian dari kertas kebijakan dan peta kawasan terlarang untuk pertambangan mineral yang diluncurkan sembilan organisasi masyarakat sipil. 

Peta itu mendefinisikan tujuh elemen kunci dengan nilai lingkungan, ekologi, alam, dan sosial yang dinilai kritis sehingga semestinya ditetapkan sebagai kawasan terlarang bagi pertambangan.

Baca juga:
Ratusan Petani dan Masyarakat Adat Dipidana, KPA Desak Kapolri Klarifikasi… Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengungkap 147 kasus pemidanaan terhadap…
APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…
Bukan Cuma Kalangan Bawah, Ini Kelompok yang Bisa Disebut Marginal… Kalau kamu dengar istilah kelompok marginal, mungkin sebagian orang langsung kebayang masyarakat…
  • Ratusan Petani dan Masyarakat Adat Dipidana, KPA Desak Kapolri Klarifikasi Dugaan Instruksi…
  • APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan
  • Bukan Cuma Kalangan Bawah, Ini Kelompok yang Bisa Disebut Marginal Mungkin Ada…
Tag:EksploitasiIndustri PertambanganMasyarakat Adattambangwilayah adat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
43 Pulau Kecil Indonesia Dibebani 248 Izin Tambang, Walhi Bongkar Ancaman Besarnya
By Natania Longdong
Foto udara lokasi bekas tambang yang sebelumnya di kuasai oleh PT Singlurus Pratama di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah, Jakarta
Nasional

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Kini Tak Lagi Dibagi Rata Rp6 Juta

Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema insentif bagi dapur program Makan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
1 jam lalu
Demo ricuh di depan gedung DPR, Senayan.
Nasional

Kericuhan Pejompongan Dikecam, Feri Amsari Soroti Ormas yang Dekat dengan Penguasa

Dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kericuhan yang berujung pada meninggalnya warga…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Febri Diansyah usai mendampingi kliennya diperiksa 7 jam. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Nasional

Misteri Kematian Sutrimo Dikaitkan Kasus Febrie, Kuasa Hukum: Tak Ada Hubungan Sama Sekali

Kubu eks Jampidsus Agung Febrie Adriansyah mengatakan kematian Sutrimo tak ada kaitannya…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari
Nasional

Pakar Hukum Soroti Kedekatan Ormas dengan Penguasa: Tak Elok Bersandingan!

Kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pasca aksi demonstrasi hingga…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up