Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti cara Istana menghadapi pihak-pihak yang berbeda pandangan secara politik.
Menurutnya, pemerintah memang memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap lawan politik, tetapi serangan yang terlalu terang-terangan justru dapat menjadi bumerang dan memicu reaksi negatif di tengah masyarakat.
Menurut saya orang Istana itu punya cara komunikasi yang harusnya solid, dan betul-betul tidak perlu menyerang lawan politiknya terlalu terlihat. Too obvious bahasanya,”
ujarnya kepada Owrite, Kamis, 10 September 2026.
Diungkapkan Feri, menghadapi lawan politik tidak harus selalu dilakukan secara frontal. Kritik maupun pesan politik, kata dia, bisa disampaikan dengan cara yang lebih elegan tanpa menghina seperti yang dilakukan Ulta Levina Nababan terhadap almamater Universitas Indonesia (UI).
Ya, wah ini kayak menghina betul pakai daster kuning. Kan ada cara lain dari pola komunikasi orang merasa dipukul tapi tidak rasa dipukul,”
ucapnya.
Cara Lebih Halus
Feri menambahkan, strategi menghadapi lawan politik semestinya tidak sekadar mengandalkan serangan langsung.
Ada cara lain yang lebih halus untuk memberikan tekanan politik tanpa membuat pemerintah terlihat sedang berkonfrontasi secara terbuka.
Tapi sakitnya sampai ke ulu hati. Cara-cara seperti ini menimbulkan marah kepada publik,”
ujarnya.
Feri menilai, persoalan tersebut penting diperhatikan karena pertarungan politik antara pemerintah dan lawan politik pada akhirnya juga disaksikan masyarakat.
Ketika serangan terhadap pihak yang berbeda pandangan terlalu kentara, publik justru dapat melihatnya sebagai konflik politik terbuka.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan antara pemerintah dengan pihak yang mengkritik tetap diarahkan pada substansi persoalan. Menurutnya, perdebatan politik seharusnya tidak berubah menjadi aksi saling mengolok atau menyerang secara personal.
Sangat disayangkan ya cara berkomunikasi begitu yang disampaikan. Sebenarnya harusnya hal-hal yang substantif,”
jelasnya.
Karena itu, istana perlu lebih cermat dalam menghadapi lawan politik. Pemerintah tetap dapat menunjukkan sikap tegas terhadap kritik dan perbedaan pandangan, tetapi tidak perlu membuat serangan politik terlihat terlalu gamblang hingga justru memberikan ruang bagi lawan untuk mendapatkan simpati publik.





















