Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / BRAN Didesak Bisa Ajukan Konflik Agraria ke Pengadilan, Bukan Jadi Hakim Sekaligus
Nasional

BRAN Didesak Bisa Ajukan Konflik Agraria ke Pengadilan, Bukan Jadi Hakim Sekaligus

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: September 11, 2026 2:21 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi palu pengadilan.
Ilustrasi palu pengadilan. (Sumber: Pixabay)
SHARE

Urban Poor Consortium (UPC) mendukung rencana pembentukan Pengadilan Agraria dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria.

Namun, UPC mengusulkan agar Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) nanti memiliki kewenangan untuk mengajukan perkara konflik agraria ke pengadilan tersebut.

Kami mengusulkan untuk di-exercise adalah BRAN punya legal standing untuk menjadi pengaju untuk penetapan. Yang menetapkan tetap pengadilan agraria. Tapi, pemohon atau pengajunya untuk penetapan adalah BRAN,”

kata Koordinator Advokasi UPC Guntoro Gugun Muhammad dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait RUU Pengaturan Reforma Agraria di Baleg DPR dikutip dari Parlemen Tv, Jumat, 11 September 2026.
Baca juga:
DPR Ketok Palu Draf RUU Reforma Agraria, Batas Maksimal Kepemilikan… Badan Legislasi (Baleg) DPR RI merampungkan penyusunan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang…
Kabareskrim: Jangan Semua Konflik Agraria Langsung Jadi Laporan Polisi Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono meminta persoalan konflik agraria tidak otomatis berujung…
Kabareskrim Bongkar 5 Hambatan Penyidikan Mafia Tanah, 1 dan 2… Pemberantasan mafia tanah ternyata tidak semudah mengejar pelaku dan menyita aset. Polri…
  • DPR Ketok Palu Draf RUU Reforma Agraria, Batas Maksimal Kepemilikan Tanah Jadi…
  • Kabareskrim: Jangan Semua Konflik Agraria Langsung Jadi Laporan Polisi
  • Kabareskrim Bongkar 5 Hambatan Penyidikan Mafia Tanah, 1 dan 2 Paling Sering…

Menurut Guntoro, kewenangan BRAN perlu dibatasi agar lembaga tersebut tak menjalankan fungsi eksekutif sekaligus yudikatif.

Karena begini, kalau semua masuk ke BRAN, maka BRAN ini dobel kewenangan. Dia eksekutif tapi dia juga yudikatif. Nah, ini juga menjadi masalah menurut kami,”

ujar Guntoro.

Guntoro menilai masyarakat akan berada dalam posisi yang tak seimbang apabila harus berhadapan langsung dengan negara maupun korporasi dalam perkara agraria.

Jadi, bukan masyarakat langsung, karena begitu masyarakat langsung berhadapan dengan negara, berhadapan dengan korporasi, jomplang ini, Pak,”

jelas dia.

Menurutnya, persoalan itu semakin penting karena proses peradilan selama ini cenderung menitikberatkan pembuktian pada dokumen formal. Kondisi itu dinilai bisa merugikan masyarakat yang tidak memiliki bukti kepemilikan secara lengkap.

Tetapi, pengadilan agraria menurut kami selama ini kasus selama ini pengadilan kita positivistik banget. Jadi, rakyat yang enggak punya bukti pasti kalah,”

ujar Guntoro.

Selain mendorong kewenangan BRAN dalam pengajuan perkara, UPC juga mendukung pembentukan lembaga tersebut. Guntoro menilai Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) belum mampu menjalankan tugas secara optimal.

Dengan kelembagaan kami juga mendukung adanya lembaga khusus. Badan reforma agraria nasional nasional karena GTRA tidak bisa berjalan, Pak. Terus terang lambat sekali dan itu saling lempar,”

katanya.
DPR Ketok Palu Draf RUU Reforma Agraria, Batas Maksimal Kepemilikan Tanah Jadi Sorotan

UPC juga mengusulkan agar BRAN membentuk forum masyarakat yang dapat dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan reforma agraria.

Guntoro berharap RUU Pengaturan Reforma Agraria tak hanya menjawab persoalan agraria di pedesaan. Namun, juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menghadapi persoalan tanah di wilayah perkotaan.

Saya kira demikian dari kami, kami sangat berharap apa yang kami sampaikan terkait dengan kebutuhan di perkotaan ini bisa diakomodir dalam RUU Reforma Agraria,”

tutur Guntoro.

Opsi Pengadilan Agraria

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI membuka peluang pembentukan Pengadilan Khusus Agraria sebagai salah satu mekanisme penyelesaian konflik agraria melalui RUU Pengaturan Reforma Agraria.

Ketua Baleg DPR Bob Hasan mengatakan penyelesaian konflik agraria struktural membutuhkan terobosan dalam sistem peradilan. Salah satu opsi yang dibahas adalah membentuk Pengadilan Khusus Agraria yang independen.

Namun, usulan tersebut belum dianggap perlu oleh Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI).

Baca juga:
Polri Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia, Ini… Konflik agraria masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius di berbagai daerah. Polri…
Polri Bongkar Fakta Mengejutkan Konflik Agraria, Sertifikat HGU hingga SHGB… Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono mengakui sertifikat tanah tidak selalu menyelesaikan persoalan…
78 Titik Rawan Konflik Agraria Terdeteksi, Polri Soroti Carut-marut Data Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengungkap data yang menjadi dasar penanganan konflik agraria…
  • Polri Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia, Ini Biang Keroknya
  • Polri Bongkar Fakta Mengejutkan Konflik Agraria, Sertifikat HGU hingga SHGB Tak Sesuai 
  • 78 Titik Rawan Konflik Agraria Terdeteksi, Polri Soroti Carut-marut Data

IKAHI justru mendorong peningkatan kompetensi hakim yang sudah ada melalui sertifikasi dan pelatihan khusus di bidang pertanahan.

Ketua Umum PP IKAHI Yanto menilai pengadilan yang ada saat ini pada dasarnya memiliki kompetensi untuk menangani berbagai jenis sengketa tanah.

Menurut Yanto, persoalan yang lebih mendasar adalah proses penyelesaian perkara yang terfragmentasi ketika satu konflik mengandung unsur perdata sekaligus administrasi.

Atas dasar itu, IKAHI menilai peningkatan kapasitas hakim lebih tepat dibandingkan membentuk institusi peradilan baru khusus menangani perkara agraria.

Tag:BRANHakimIKAHIkonflik agrariaReforma Agraria
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto, bertemu dengan anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas agenda bidang kehutanan dan pertambangan, di kediaman pribadinya
Nasional

Istana “Disentil” Aktivis: Pemerintah Kehilangan Harapan, Akhirnya Jual Teori Konspirasi

Aktivis Rindra Danantara, menyoroti pola komunikasi pemerintah dengan publik di era Presiden…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Nasional

RUU Reforma Agraria Disiapkan, DPR Bidik Tiga Masalah Besar: Tanah, Konflik, dan Petani Gurem

Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria DPR RI menyebut…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
Nasional

Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima pewarta foto dan tiga awak kapal…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
4 jam lalu
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
Nasional

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas

Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Kampung Muliama,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up