Pernah enggak, seharian rasanya susah fokus, tapi begitu malam datang dan semua orang mulai tidur, tiba-tiba otak malah terasa lebih “nyala”?
Tugas yang dari siang enggak selesai-selesai mendadak lancar, ide bermunculan, konsentrasi terasa lebih baik.
Kalau kamu sering mengalaminya, bukan berarti kamu malas atau tidak produktif. Bisa jadi ritme tubuhmu memang bekerja sedikit berbeda.
Dalam dunia psikologi dan ilmu tidur, ada istilah chronotype, yaitu kecenderungan alami seseorang terkait waktu paling optimal untuk tidur dan beraktivitas. Dalam buku Why We Sleep (2017), neuroscientist Matthew Walker menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki jam biologis yang sama. Ada yang lebih optimal di pagi hari (morning lark), ada juga yang lebih aktif dan fokus di malam hari (night owl).
Menariknya, penelitian oleh Till Roenneberg dalam buku Internal Time (2012) juga menunjukkan bahwa perbedaan ritme biologis ini sebagian dipengaruhi faktor genetik, bukan sekadar kebiasaan.
Selain itu, malam hari biasanya menawarkan sesuatu yang sulit ditemukan di siang hari yaitu minim gangguan. Tidak ada notifikasi pekerjaan yang terus masuk, grup chat yang ramai, atau tuntutan sosial lainnya. Akibatnya, otak bisa mengalokasikan lebih banyak energi untuk fokus pada satu tugas.
Namun, ada juga sisi lain yang perlu diperhatikan.
Kalau produktivitas malam membuatmu terus-menerus tidur terlalu larut dan mengurangi waktu istirahat, dampaknya bisa berbalik menjadi masalah. Dalam buku Sleep (1989), William C. Dement menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, memori, hingga kemampuan mengambil keputusan.
Jadi, menjadi produktif di malam hari bukanlah sesuatu yang salah, yang penting adalah memastikan pola tersebut tetap memberi ruang untuk tidur yang cukup dan menjaga kesehatan tubuh.
Karena pada akhirnya, produktivitas bukan soal mengikuti jadwal orang lain. Produktivitas adalah menemukan waktu ketika dirimu bisa bekerja dengan baik tanpa mengorbankan kesehatan.
Jadi, kamu tim yang paling fokus pagi hari atau justru baru bisa berpikir jernih saat dunia mulai sepi?
Kalau artikel ini relate dengan kamu, jangan lupa share ke teman sesama night owl dan follow Instagram @sefruitmedia untuk konten psikologi, produktivitas, dan fenomena sehari-hari lainnya!



















