Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai menyampaikan sejumlah korporasi yang terpantau terdapat titik hotspot dalam wilayah konsesinya saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari identifikasi Walhi, ada 10 perusahaan dari sektor perkebunan kelapa sawit dan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang terpantau memiliki titik hotspot cukup tinggi.
Untuk sektor perkebunan sawit, Janang menyebut PT Global Indo Agung Lestari punya 3.014 titik hotspot. Perusahaan tersebut disebut merupakan anak perusahaan Genting Group.
Kemudian, PT Mulia Agro Permai tercatat memiliki 3.110 titik hotspot. Sementara, PT Arjuna Utama Sawit di Kabupaten Katingan memiliki 982 titik hotspot.
Kalau di sektor sawit itu ada PT Global Indo Agung Lestari. Ini anak perusahaannya Genting Group. Itu berdasarkan identifikasi kami ada 3.014 titik hotspot,”
kata Janang dalam konferensi pers Walhi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kemudian, di PT Mulia Agro Permai ada 3.110 titik. Lalu, PT Arjuna Utama Sawit di Kabupaten Katingan itu ada 982 titik.
Janang juga menyoroti PT Arjuna Utama Sawit yang menurutnya pernah diputus bersalah terkait kejadian kebakaran pada 2015 dan 2019. Namun, berdasarkan pemantauan Walhi, titik hotspot kembali ditemukan di wilayah perusahaan tersebut.
Arjuna Utama Sawit ini menarik ya karena dia diputuskan bersalah 2015 atas kejadian tahun 2015 dan 2019. Dan, ini masih berulang,”
ujar Janang.
Selain itu, Walhi mencatat PT Tapiana Denggan di Seruyan memiliki 241 titik hotspot dan PT Binasawit Abadi Pertama di Seruyan memiliki 142 titik. Janang menyebut kedua perusahaan tersebut berada dalam kelompok Sinar Mas Group.
Untuk sektor PBPH, Walhi mencatat PT IEP Industrial Forest Plantation di Kabupaten Kapuas memiliki 2.982 titik hotspot. Kemudian, PT Kalteng Green Resources memiliki 1.948 titik.
Sementara, Borneo Iksan Sejahtera di Seruyan tercatat memiliki 408 titik hotspot, Baratama Putra Perkasa di Seruyan 294 titik, dan Simon Agro di Kotawaringin Timur 227 titik.
Pun, untuk PBPH ada PT IEP Industrial Forest Plantation di Kabupaten Kapuas. Kata dia, ada 2.982 titik berdasarkan hasil identifikasi Walhi.
PT Kalteng Green Resources 1.948 titik. Kemudian Borneo Iksan Sejahtera di Kabupaten Seruyan 408 titik. Kemudian,, Baratama Putra Perkasa di Seruyan 294 titik. Dan, Simon Agro di Kotawaringin Timur itu 227 titik,”
tuturnya.
Janang menyampaikan data itu merupakan hasil identifikasi dan pemantauan Walhi terhadap titik hotspot di wilayah konsesi perusahaan.


























