Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dipantau melalui keberadaan hotspot atau titik panas yang terdeteksi oleh satelit.
Informasi ini dapat membantu masyarakat mengetahui wilayah yang terindikasi mengalami anomali suhu panas dan memantau perkembangan karhutla.
Saat ini, informasi mengenai hotspot dapat diakses secara online melalui sejumlah layanan, mulai dari BMKG, Google Maps, hingga SiPongi+ Kementerian Kehutanan.
Melansir dari laman Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (24 Agustus 2026), berikut cara ceknya.
Hotspot Karhutla
Hotspot merupakan titik yang menunjukkan adanya anomali suhu panas pada suatu wilayah berdasarkan hasil pengamatan satelit. Deteksi ini menggunakan sejumlah sensor, seperti VIIRS dan MODIS, pada satelit polar NOAA-20, Suomi NPP, Terra, dan Aqua.
Satelit mendeteksi suhu permukaan yang lebih panas dibandingkan area di sekitarnya. Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari. Namun, keberadaan hotspot tidak selalu berarti kebakaran sedang berlangsung.
Cek lewat BMKG
BMKG menyediakan layanan Citra Polar Hotspot yang dapat digunakan untuk melihat persebaran titik panas di Indonesia. Cara mengeceknya yaitu:
- Buka laman BMKG.
- Pilih menu Citra Polar Hotspot.
- Amati peta citra satelit dan titik hotspot yang ditampilkan.
- Perhatikan persebaran titik panas di wilayah yang ingin dipantau.
- Cek kembali secara berkala untuk melihat pembaruan data.
Layanan ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan gambaran mengenai persebaran hotspot berdasarkan hasil pemantauan satelit.
Cek lewat Google Maps
Google Maps juga memiliki fitur Wildfires atau Kebakaran Hutan di wilayah tertentu. Fitur ini dapat digunakan untuk melihat informasi mengenai kebakaran yang terdeteksi dari berbagai sumber. Cara menggunakannya yaitu:
- Buka aplikasi atau laman Google Maps.
- Ketuk menu Lapisan (Layers).
- Pilih Wildfires atau Kebakaran Hutan jika fitur tersedia.
- Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau.
- Ketuk ikon atau area kebakaran untuk melihat informasi yang tersedia.
Informasi pada Google Maps bersifat perkiraan. Batas area kebakaran yang ditampilkan di peta dapat berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan.
Cek lewat SiPongi+ Kemenhut
Masyarakat juga dapat memantau hotspot melalui SiPongi+ yang menyediakan peta persebaran titik panas di Indonesia. Cara mengeceknya yaitu:
- Buka laman SiPongi+.
- Pilih menu Peta Hotspot.
- Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau.
- Perhatikan titik hotspot yang muncul.
- Cek tingkat kepercayaan (confidence) pada setiap titik.
- Untuk informasi lebih rinci, gunakan menu Sebaran Titik Panas.
- Pilih periode, provinsi, satelit, dan tingkat kepercayaan sesuai kebutuhan.
Dengan pilihan tersebut, pengguna dapat menyaring informasi hotspot berdasarkan wilayah dan periode tertentu.
Keakuratan Hotspot
Pada SiPongi+, tingkat kepercayaan hotspot ditampilkan berdasarkan warna. Hijau menunjukkan tingkat kepercayaan rendah, yakni 0–29 persen.
Kuning menunjukkan tingkat kepercayaan sedang, yakni 30–79 persen dan perlu diverifikasi.
Sementara itu, merah menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi, yakni 80–100 persen dan perlu lebih diperhatikan.
Meski memiliki tingkat kepercayaan tinggi, hotspot tetap bukan bukti mutlak bahwa kebakaran sedang terjadi.
Data satelit perlu dipadukan dengan informasi lain dan, bila diperlukan, dilakukan pengecekan di lapangan.
Karena itu, pemantauan hotspot secara online sebaiknya digunakan sebagai informasi awal untuk mengetahui wilayah yang perlu mendapat perhatian, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan terjadinya karhutla.





















