Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 15 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 6:04 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
Ilustrasi, Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kembali mendapatkan tambahan dana pemerintah dengan total Rp76 triliun.

Artinya total dana penempatan pemerintah di perbankan saat ini mencapai Rp276 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, penambahan dana pemerintah memang akan memperkuat likuiditas, dan menurunkan biaya dana perbankan. Namun ia mengingatkan, sejumlah risiko atas kebijakan tersebut.

Salah satu yang disorot Yusuf terkait tentang realisasi penyaluran kredit pada tahap pertama yang baru mencapai 84 persen atau Rp167,6 triliun, dari total Rp200 triliun.

Menurutnya, dari realisasi itu belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan sehat, dan tidak menimbulkan kredit macet alias NPL.

Penyerapan tahap sebelumnya yang mencapai 84–85 persen sering dianggap bukti keberhasilan, padahal belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan benar-benar sehat. Dana murah selalu membawa risiko moral hazard, dan potensi kenaikan NPL baru akan terlihat beberapa bulan ke depan,”

Yusuf kepada Owrite Selasa (18/11/2025).

Meski inflasi saat ini terbilang terkendali, Yusuf menilai ekspansi likuiditas dalam jumlah besar tetap berisiko dan akan membuat bank bergantung pada dana pemerintah, alih-alih memperkuat penghimpunan dana masyarakat.

Ekspansi likuiditas sebesar ini tetap berisiko menciptakan distorsi harga aset dan mendorong ketergantungan bank pada dana pemerintah, bukannya memperkuat penghimpunan dana masyarakat,”

Yusuf.

Di samping itu kata Yusuf, pemerintah juga menanggung opportunity cost fiskal saat memindahkan dana dari Bank Indonesia ke bank komersial dengan imbal hasil lebih rendah.

Sementara dampaknya pada penerimaan pajak belum tentu sepadan. Konsentrasi dana pada Himbara pun meningkatkan sensitivitas sistem keuangan bila kualitas kredit memburuk,”

Yusuf.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa pemerintah menambah dana penempatan ke sejumlah bank pemerintah dan satu bank daerah sejak 10 November 2025. Tambahan dana itu sebesar Rp76 triliun.

Sehingga sektor riilnya juga bergerak, di mana kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan, sektor perbankan itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah,”

Febrio dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Senin (17/11/2025).

Adapun tambahan dana penempatan pemerintah sebesar Rp76 triliun diberikan untuk Bank Mandiri sebesar Rp25 triliun, Bank BRI Rp25 triliun, dan BNI senilai Rp25 triliun.

Sedangkan satu bank daerah itu adalah Bank Pemerintah Daerah (BPD) Jakarta sebesar Rp1 triliun.

Tag:HimbaraMoral HazardPurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Berpotensi Tsunami
By Dusep Malik
Gempa Bumi 7,7 Magnitudo Guncang Nagekeo, NTT. (Sumber: BMKG)
1
Purbaya Tegaskan Belum Berencana Naikkan Gaji ASN pada 2027
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat DJP (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
2
Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Satu Orang Tewas Tertimpa Bangunan 
By Rahmat Baihaqi
Tim SAR Gabungan evakuasi korban gempa NTT yang tertimpa bangunan. (Sumber: Tim SAR Maumere NTT)
3
Bareskrim Polri Gerebek Delapan Lokasi Jaringan Judol Kamboja, Pulsa Dijadikan Alat Transaksi
By Rahmat Baihaqi
Bareskrim Polri mengungkap kasus dugan Judol jaringan Kamboja
4
Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp240 Triliun, Sasar 70 Juta Penerima
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat DJP (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Tegaskan Belum Berencana Naikkan Gaji ASN pada 2027

Pemerintah belum berencana menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal BUMN di Sidang Tahunan MPR 2026. (Sumber: Dok. DPR)
Ekonomi Bisnis

Bahas Bursa Komoditas, Prabowo Nyeletuk: Emak-Emak yang Menguasai Ekonomi Kita

Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat membahas rencana pemerintah membentuk bursa mineral…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat DJP (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Pasang Target Perpajakan Rp2.908 Triliun pada 2027, Ini yang Bakal Dibenahi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerimaan perpajakan pada 2027 sebesar Rp2.908…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
17 jam lalu
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian
Ekonomi Bisnis

Tito Beberkan Masalah Fiskal Pemda Saat Ini: Pendapatan Anjlok Tapi Belanja Tetap Jalan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up