Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk alias tarif 0 persen untuk impor Liquified Petroleum Gas (LPG), dan produk plastik. Insentif ini berlaku selama enam bulan, yang mulai Mei 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, insentif ini diberikan agar industri bisa memperoleh bahan baku alternatif dari nafta ke LPG. Sebab, perang di Timur Tengah telah membuat industri sulit mendapatkan nafta, yang menjadi bahan baku plastik.
Seluruhnya diberikan bea masuk 0 persen, namun ini diberi periode dalam enam bulan. Nanti kita lihat situasi sesudah enam bulan seperti apa,”
ujar Airlangga dalam konferensi pers Selasa, 28 April 2026.
Airlangga menjelaskan, saat ini Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencari sumber-sumber nafta dari negara lain. Sehingga, langkah yang terlebih dahulu dilakukan dengan membebaskan tarif bea masuk dari 5 persen ke 0 persen.






