Permata Institute for Economic Research (PIER) menilai, Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) tidak bisa terus-menerus menggelontorkan stimulus untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Sebab APBN berpotensi kehilangan ruang, sejalan dengan meningkatnya tekanan global, dan beban fiskal domestik.
Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengatakan sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh belanja pemerintah atau fiscal driven, bukan sektor swasta.
Karena kita masih lihat GDP growth itu lebih ke fiscal driven, bukan ke sektor swastanya, bukan yang private driven-nya. Dan itu tentunya akan membatasi ruang fiskal ke depan,”
ujar Faisal dalam media briefing Selasa, 11 Mei 2026.
Fiskal Indonesia Hadapi Tantangan Berat
Faisal menuturkan, ketahanan fiskal Indonesia sedang menghadapi tantangan, utamanya bila konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.






