Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 23 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Royalti Sudah Tinggi, Mau Dinaikkan Lagi? Hilirisasi Nikel Terancam Tersedak Biaya
Ekonomi Bisnis

Royalti Sudah Tinggi, Mau Dinaikkan Lagi? Hilirisasi Nikel Terancam Tersedak Biaya

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 13, 2026 2:09 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
SHARE

Rencana pemerintah menaikkan tarif royalti pertambangan pada Juni 2026 perlu dibaca bukan dari kebutuhan fiskal jangka pendek, melainkan dari posisi awal tarif royalti Indonesia yang memang sudah berada di barisan atas secara global. 

Daftar isi Konten
  • Kenaikan Tarif Royalti Ganggu Keekonomian Proyek
  • Efeknya Bisa Hambat Investasi Baru

Menurut Tenaga Profesional Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI Edi Permadi, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menerapkan skema royalti progresif untuk komoditas seperti nikel, emas, tembaga, serta timah. 

Sementara itu untuk nikel, tarif royalti bijih sudah berada di kisaran 14–19 persen. Angka ini yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu dengan royalti nikel tertinggi di dunia. Kondisi serupa juga terlihat pada emas, tembaga, dan timah yang telah berada di kisaran dua digit. 

Kenaikan Tarif Royalti Ganggu Keekonomian Proyek

Struktur tersebut, kata Edi, menunjukkan bahwa royalti telah menjadi instrumen utama penarikan keuntungan sumber daya alam oleh negara. Artinya, ruang kenaikan tarif lebih lanjut tanpa mengganggu keekonomian proyek menjadi semakin terbatas.

Di saat yang sama, sektor hilirisasi, khususnya industri pengolahan nikel dengan teknologi high pressure acid leaching (HPAL) sedang berada dalam tekanan biaya yang tidak ringan. 

Contohnya saja harga asam sulfat sebagai komponen utama proses HPAL meningkat tajam, disusul kenaikan biaya energi, logistik, serta harga bahan baku limonit (HPM) yang ikut terkerek. Tekanan ini terjadi ketika harga nikel global justru mengalami koreksi.

Dalam situasi tersebut, kenaikan royalti dinilai bukan lagi sekadar soal hak negara dalam menarik penerimaan, tetapi soal apakah struktur biaya industri masih mampu menanggung tambahan beban fiskal baru tanpa menggerus kelayakan proyek.

Masalahnya bukan apakah negara berhak menaikkan royalti, tetapi apakah ruang keekonomian sektor masih cukup menampung kenaikan itu. Dengan tekanan biaya HPAL, asam sulfat, energi, logistik, dan harga limonit yang naik, kenaikan royalti di atas basis ini bisa langsung memukul kelayakan proyek hilirisasi,”

kata Edi dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)

Efeknya Bisa Hambat Investasi Baru

Edi Permadi menilai, jika kenaikan dilakukan di atas struktur tarif yang sudah tinggi, maka dampaknya tidak berhenti pada perusahaan tambang semata. Efek lanjutannya dapat merambat ke rantai hilirisasi, investasi baru, hingga rencana ekspansi smelter dan fasilitas pemurnian yang saat ini masih sangat membutuhkan arus modal besar.

Menurut hemat Edi, momentum hilirisasi yang selama ini dibangun dengan insentif investasi justru berisiko mendapat tekanan dari sisi fiskal apabila kebijakan royalti tidak mempertimbangkan kondisi biaya riil di lapangan.

Ketika basis royalti sudah tinggi, setiap kenaikan tambahan tidak lagi bersifat marginal bagi industri. Ia menjadi faktor penentu dalam perhitungan kelayakan investasi. Investor akan menghitung ulang, bukan hanya proyek tambangnya, tetapi seluruh rantai hilirisasi yang bergantung pada pasokan bahan baku tersebut,”

ujarnya.

Dalam kerangka itu, ia mengingatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada boleh atau tidaknya royalti dinaikkan, melainkan timing dan daya dukung keekonomian sektor saat kebijakan tersebut diberlakukan.

Royalti itu instrumen yang sah. Tapi kalau diterapkan tanpa membaca siklus sektor dan struktur biaya yang sedang tertekan, kebijakan ini bisa berubah dari alat penarik rente menjadi faktor yang justru mengerem investasi jangka panjang di sektor tambang dan hilirisasinya,”

tutup Edi.

Tag:HilirisasiIndustri PertambanganInvestasinikelroyaltitambang nikelTarif Royalti
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Karhutla Ancam Kalimantan, IKN Forest City Dipertanyakan: Jangan Cuma Jual Narasi Hijau
By Syifa Fauziah
Peserta menanam bibit pohon dalam kegiatan aksi menanan bersama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Paser Penajam Utara, Kalimantan Timur
1
Mulai 2027, PPPK Paruh Waktu Otomatis Diangkat Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
By Rika Pangesti
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
2
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan dalam Lima Tahun
By Rika Pangesti
Ilustrasi lahan pertanian
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Profil Mitchell Lee Bakker, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Mitchell Lee Baker
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi uang rupiah.
Ekonomi Bisnis

Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026

Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Api membakar sebuah pondok dari bambu di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/wpa)
Ekonomi Bisnis

Karhutla Kalimantan Makin Ganas, Airlangga: Aktivitas Ekonomi Daerah Mulai Terganggu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Majapahit, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Ekonomi Bisnis

Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Bilang Masih Bisa Berubah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan anggaran subsidi energi dalam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi motor listrik di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Dorong Produksi 2 Juta Motor Listrik, Asosiasi Bingung Kebijakan dan Landasannya Apa?

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan siap memenuhi target Presiden…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up