Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?
Ekonomi Bisnis

Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 11:54 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Gedung World Bank.
Gedung World Bank. (muc.co.id)
SHARE

27 negara mengambil langkah untuk mengakses dana darurat dari World Bank atau Bank Dunia. Negara tersebut berencana menerapkan instrumen krisis untuk mengakses pendanaan tersebut

Daftar isi Konten
  • Kenya dan Irak Cari Pinjaman
  • Purbaya Tolak Pinjaman

Dilansir dari The Straits Times, Senin, 25 Mei 2026, hal tersebut diketahui dari dokumen internal yang dilihat oleh Reuters. Namun, dokumen Bank Dunia tersebut tidak menyebutkan nama negara maupun total dana yang kemungkinan diajukan. 

Dokumen tersebut hanya menunjukkan bahwa tiga negara telah menyetujui instrumen baru sejak konflik di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari. Sementara negara-negara lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Baca juga:
Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka 'Karpet Merah' bagi Dana… Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menuai kritik dari kalangan ekonom.…
Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Usai Pengumuman BI Rate Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada…
Timur Tengah Semakin Panas, Harga Minyak Mentah Merangkak Naik ke… Harga minyak mencapai level tertinggi dalam dua bulan pada Rabu, seiring meningkatnya…
  • Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka 'Karpet Merah' bagi Dana Bermasalah
  • Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Usai Pengumuman BI Rate
  • Timur Tengah Semakin Panas, Harga Minyak Mentah Merangkak Naik ke US$92 per…

Kenya dan Irak Cari Pinjaman

Perang dan gangguan yang ditimbulkan terhadap pasar energi global telah menghantam rantai pasok dunia, dan menghambat pengiriman pupuk penting ke negara-negara berkembang.

Para pejabat di Kenya dan Irak telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang mencari dukungan keuangan cepat dari Bank Dunia untuk menangani dampak perang. Dampak itu mulai dari melonjaknya harga bahan bakar yang menghantam negara Afrika, hingga penurunan besar-besaran dalam pendapatan minyak bagi Irak.

27 negara tersebut termasuk di antara 101 negara yang memiliki akses ke berbagai bentuk instrumen pembiayaan yang telah disepakati sebelumnya dan dapat dimanfaatkan saat terjadi krisis. Di antaranya 54 negara mendaftar pada Rapid Response Option, yang memungkinkan negara menggunakan hingga 10 persen dari pembiayaan yang belum dicairkan.

Presiden Bank Dunia Ajay Banga bulan lalu mengatakan pihaknya telah menyiapkan perangkat krisis yang memungkinkan banyak negara untuk memanfaatkan pembiayaan sekitar US$20 miliar hingga US$25 miliar.

Bank Dunia juga dapat mengalihkan sebagian portofolio untuk meningkatkan total dana menjadi US$60 miliar dalam enam bulan, dengan kemungkinan perubahan jangka panjang lebih lanjut untuk meningkatkan total menjadi sekitar US$100 miliar.

Sementara itu, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva memperkirakan belasan negara akan mengajukan permohonan bantuan jangka pendek sekitar US$20 miliar hingga US$50 miliar dari lembaga keuangan global tersebut. Namun, menurut tiga sumber yang mengetahui persoalan itu, baru sedikit permintaan yang tercatat.

“Negara-negara jelas masih dalam mode menunggu dan melihat perkembangan,”

kata salah satu sumber yang berbicara dengan syarat anonim.

Purbaya Tolak Pinjaman

Negara lain berupaya memenuhi kocek, beda dengan Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah menolak tawaran pinjaman dari Bank Dunia dan IMF sebesar US$40 miliar atau Rp686 triliun (asumsi Rp17.148 per dolar AS). 

Saat ini pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai US$25 miliar atau Rp428,7 triliun. Sehingga, Indonesia belum akan berutang. 

“World Bank dan IMF menawarkan pinjaman, (mereka) punya uang sampai US$40 miliar dolar, US$35 miliar. Kalau kamu mau pake boleh itu dibagi untuk beberapa negara yang membutuhkan,”

ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Penolakannya ini pun mendapat respons negatif dari kedua lembaga internasional tersebut. Ia menyatakan dalam kondisi apapun pemerintah masih akan mengandalkan keuangan negara dan APBN sebagai shock absorber. 

“Saya bilang sama dia, ‘sekarang saya belum butuh’. Karena saya sendiri punya persediaan hampir US$25 miliar untuk Indonesia, jadi aman. Wah, mukanya asem karena dia gak (berhasil) pinjamkan duit, mereka gak bisa dapet bunga,”

aku Purbaya.
Tag:APBNBank DuniaDanaDana DaruratIMFKemenkeuMenkeuPurbayatimur tengahWorld Bank
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
1
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Tegas! Komisi IX DPR Minta Pengganti Kepala BGN Harus Profesional, Jangan Titipan Politik
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ekonomi Bisnis

Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka ‘Karpet Merah’ bagi Dana Bermasalah

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menuai kritik dari kalangan ekonom.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi RI.
Ekonomi Bisnis

Singapura dan Dubai Unggul Jauh, Ini Tantangan Berat RI Jadi Pusat Keuangan Global

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diharapkan jadi pintu masuk Indonesia…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Srondol-Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah
Ekonomi Bisnis

Disahkan Kilat, UU PFII Belum Bisa Jamin RI Siap Saingi Singapura dan Dubai

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dalam waktu singkat dinilai tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengamati hilal menggunakan teleskop saat pelaksanaan rukyatul hilal di Rusun ASN 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/2/2026).
Ekonomi Bisnis

Basuki vs Dody Hanggodo, Adu Kinerja dan Anggaran Kementerian PU: Siapa Lebih Moncer?

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat ini tengah disorot publik karena…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up