Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 25 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?
Ekonomi Bisnis

Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 11:54 am
Anisa Aulia
Adi Briantika
Share
Gedung World Bank.
Gedung World Bank. (muc.co.id)
SHARE

27 negara mengambil langkah untuk mengakses dana darurat dari World Bank atau Bank Dunia. Negara tersebut berencana menerapkan instrumen krisis untuk mengakses pendanaan tersebut

Daftar isi Konten
  • Kenya dan Irak Cari Pinjaman
  • Purbaya Tolak Pinjaman

Dilansir dari The Straits Times, Senin, 25 Mei 2026, hal tersebut diketahui dari dokumen internal yang dilihat oleh Reuters. Namun, dokumen Bank Dunia tersebut tidak menyebutkan nama negara maupun total dana yang kemungkinan diajukan. 

Dokumen tersebut hanya menunjukkan bahwa tiga negara telah menyetujui instrumen baru sejak konflik di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari. Sementara negara-negara lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Baca juga:
Bersyukur RI Tak Terlibat Perang, Prabowo: Kita Waspada Presiden Prabowo Subianto bersyukur, Indonesia tidak terlibat pertikaian, di tengah kondisi perang…
DJP Kantongi Rp52,04 Triliun dari Pajak Ekonomi Digital, Ini Rinciannya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengantongi, penerimaan dari sektor usaha…
Prabowo Ancam Copot Dirjen Bea Cukai, KPK Ikut Buka Suara Dalam pidatonya di sidang paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026, Presiden…
  • Bersyukur RI Tak Terlibat Perang, Prabowo: Kita Waspada
  • DJP Kantongi Rp52,04 Triliun dari Pajak Ekonomi Digital, Ini Rinciannya
  • Prabowo Ancam Copot Dirjen Bea Cukai, KPK Ikut Buka Suara

Kenya dan Irak Cari Pinjaman

Perang dan gangguan yang ditimbulkan terhadap pasar energi global telah menghantam rantai pasok dunia, dan menghambat pengiriman pupuk penting ke negara-negara berkembang.

Para pejabat di Kenya dan Irak telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang mencari dukungan keuangan cepat dari Bank Dunia untuk menangani dampak perang. Dampak itu mulai dari melonjaknya harga bahan bakar yang menghantam negara Afrika, hingga penurunan besar-besaran dalam pendapatan minyak bagi Irak.

27 negara tersebut termasuk di antara 101 negara yang memiliki akses ke berbagai bentuk instrumen pembiayaan yang telah disepakati sebelumnya dan dapat dimanfaatkan saat terjadi krisis. Di antaranya 54 negara mendaftar pada Rapid Response Option, yang memungkinkan negara menggunakan hingga 10 persen dari pembiayaan yang belum dicairkan.

Presiden Bank Dunia Ajay Banga bulan lalu mengatakan pihaknya telah menyiapkan perangkat krisis yang memungkinkan banyak negara untuk memanfaatkan pembiayaan sekitar US$20 miliar hingga US$25 miliar.

Bank Dunia juga dapat mengalihkan sebagian portofolio untuk meningkatkan total dana menjadi US$60 miliar dalam enam bulan, dengan kemungkinan perubahan jangka panjang lebih lanjut untuk meningkatkan total menjadi sekitar US$100 miliar.

Sementara itu, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva memperkirakan belasan negara akan mengajukan permohonan bantuan jangka pendek sekitar US$20 miliar hingga US$50 miliar dari lembaga keuangan global tersebut. Namun, menurut tiga sumber yang mengetahui persoalan itu, baru sedikit permintaan yang tercatat.

“Negara-negara jelas masih dalam mode menunggu dan melihat perkembangan,”

kata salah satu sumber yang berbicara dengan syarat anonim.

Purbaya Tolak Pinjaman

Negara lain berupaya memenuhi kocek, beda dengan Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah menolak tawaran pinjaman dari Bank Dunia dan IMF sebesar US$40 miliar atau Rp686 triliun (asumsi Rp17.148 per dolar AS). 

Saat ini pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai US$25 miliar atau Rp428,7 triliun. Sehingga, Indonesia belum akan berutang. 

“World Bank dan IMF menawarkan pinjaman, (mereka) punya uang sampai US$40 miliar dolar, US$35 miliar. Kalau kamu mau pake boleh itu dibagi untuk beberapa negara yang membutuhkan,”

ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Penolakannya ini pun mendapat respons negatif dari kedua lembaga internasional tersebut. Ia menyatakan dalam kondisi apapun pemerintah masih akan mengandalkan keuangan negara dan APBN sebagai shock absorber. 

“Saya bilang sama dia, ‘sekarang saya belum butuh’. Karena saya sendiri punya persediaan hampir US$25 miliar untuk Indonesia, jadi aman. Wah, mukanya asem karena dia gak (berhasil) pinjamkan duit, mereka gak bisa dapet bunga,”

aku Purbaya.
Tag:APBNBank DuniaDanaDana DaruratIMFKemenkeuMenkeuPurbayatimur tengahWorld Bank
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
IHSG Hari Ini Merosot ke 6.152, Simak Level Support dan Resistnya
By Anisa Aulia
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
1
Danantara Pasang Badan Muluskan Izin PT TIMAH Gali Potensi Rare Earth Bangka
By Iren Natania
Magnet neodymium besi boron ditempatkan di dalam tong sebelum dihancurkan menjadi bubuk di sebuah pabrik di Tianjin, Cina.
2
IDAI Semprot BGN soal Susu Formula di MBG, Ini Respon Dadan Hindayana
By Ossid Duha Jussas Salma
Hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025). Polri menargetkan sebanyak 33.600 tenaga kerja terserap pada program sentra produksi pangan gizi serta diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 2,3 juta masyarakat di seluruh Indonesia
3
Sentil Keras PLN Usai Sumatera Blackout Belasan Jam, ESDM Bakal Lakukan Investigasi
By Iren Natania
Tim Teknis PLN memperbaiki Listrik di Wilayah Sumatera. (Sumber: Dok. PLN)
4
Prabowo Bicara Kebocoran Harta Negara Lagi, Sindir Orang Dalam dan Pihak Asing, Kapan Ditindak?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan) saat meninjau panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/foc)
5

BERITA LAINNYA

Pegawal PT PLN (Persero).
Ekonomi Bisnis

Pasokan Listrik Sumatra 5.579 MW Pulih, PLN Amankan Fasilitas Vital Usai Blackout

PT PLN (Persero) memprioritaskan pengamanan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
2 jam lalu
Petugas West Texas Intermediate.
Ekonomi Bisnis

Selat Hormuz Berpotensi Buka, Minyak WTI Langsung Ambles ke US$91 per Barel

Harga minyak mentah turun lebih dari 4 persen kemarin. Penurunan terjadi usai…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
Magnet neodymium besi boron ditempatkan di dalam tong sebelum dihancurkan menjadi bubuk di sebuah pabrik di Tianjin, Cina.
Ekonomi Bisnis

Danantara Pasang Badan Muluskan Izin PT TIMAH Gali Potensi Rare Earth Bangka

PT TIMAH Tbk dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) bekerja sama dalam…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
3 jam lalu
Rare earth mineral.
Ekonomi Bisnis

Gencar Hilirisasi Mineral Kritis, Indonesia Incar Kedaulatan Rare Earth untuk EV dan Militer

Indonesia mulai serius menjajaki rantai pasok global rare earth elements (REE) atau…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up