Staf TikTok bersiap menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu pagi, 1 Juli 2026, setelah manajemen memberi tahu karyawan bahwa perusahaan berencana merestrukturisasi operasional divisi jaminan kualitas (quality assurance) di Irlandia.
Para karyawan telah diberi tahu bahwa akan ada masa konsultasi terkait rencana tersebut. Sementara itu, skala PHK akan dijelaskan lebih lanjut dalam pertemuan Town Hall yang digelar pagi ini.
Melansir dari The Journal, Kamis, 2 Juli 2026, diperkirakan hingga 300 posisi berpotensi terdampak.
Belum Ada Keterangan Resmi TikTok Indonesia


Sementara itu, mengenai kabar PHK tersebut belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh TikTok Indonesia. Owrite.id telah menghubungi pihak perusahaan, namun hingga berita ini ditulis belum ada keterangan yang dibagikan.
Juru bicara TikTok mengatakan bahwa perusahaan tengah mengeksplorasi reorganisasi untuk memperkuat operasional trust and safety mereka. Langkah tersebut akan mencakup pembukaan ratusan posisi spesialis baru di serta mendorong pemanfaatan inovasi teknologi terbaru.
Dalam email yang diterima karyawan dan ditinjau oleh The Journal, disebutkan TikTok sedang mempertimbangkan proposal untuk merestrukturisasi model operasional ADSO di Irlandia dengan memusatkan fungsi jaminan kualitas ke sejumlah pusat regional yang selama ini telah menjalankan tugas tersebut.
ADSO merupakan singkatan dari AI Data Service and Operations. Dipahami bahwa sebagian besar karyawan yang terdampak bekerja di bidang pengelolaan vendor dan moderasi konten. Tugas mereka mencakup pengambilan tindakan untuk menangani konten berbahaya atau tidak pantas di platform.
Dublin Jadi Pusat Khusus TikTok
Dalam surat yang dikirim kepada sejumlah karyawan, manajemen menyatakan bahwa apabila restrukturisasi tersebut diterapkan, maka volume aktivitas yang dilakukan di Irlandia kemungkinan akan berkurang.
Surat tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan berambisi menjadikan Dublin sebagai pusat kapabilitas khusus yang berfokus pada pekerjaan kompleks dengan dampak tinggi.
Sebagai informasi, TikTok mempekerjakan lebih dari 2.000 orang di Irlandia. Namun, pada Maret tahun lalu perusahaan telah memangkas sekitar 300 karyawan dan sejak itu melakukan beberapa putaran PHK secara diam-diam.
Menteri Pengeluaran Publik Irlandia Jack Chambers mengatakan bahwa kabar PHK tersebut sangat, sangat mengkhawatirkan.
Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang sedang dihadapi perekonomian kita di tengah dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja.. Kita harus sangat berhati-hati agar tidak menambah pos-pos pengeluaran baru, sekaligus melindungi sumber-sumber penerimaan negara,”
imbuhnya.























